Bertemu Jamaah Haji yang Tiba dari Tanah Suci, Baca 3 Doa Penuh Makna Berikut
A Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Puncak rangkaian ibadah haji telah berakhir, dan para jamaah haji Indonesia mulai kembali ke Tanah Air secara bertahap.
Kepulangan mereka tentu saja menjadi momen yang penuh haru dan kebahagiaan, hal ini dirasakan tidak hanya oleh para jamaah yang telah menyelesaikan rukun Islam kelima tersebut melainkan pula keluarga, kerabat, dan masyarakat yang sejak lama menantikan kedatangan mereka.
Setelah menempuh perjalanan panjang dan menjalani berbagai rangkaian ibadah di Tanah Suci, para jamaah akhirnya dapat kembali berkumpul bersama orang-orang tercinta.
Karena itu, dalam Islam dianjurkan untuk menyambut kedatangan mereka dengan penuh penghormatan, kegembiraan, serta iringan doa.
Penyambutan demikian bukan sekadar tradisi sosial, melainkan sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang telah berjuang menunaikan salah satu ibadah agung.
Anjuran menyambut orang yang baru kembali dari perjalanan haji ini termaktub dalam salah satu redaksi hadis. Diriwayatkan bahwa tatkala Rasulullah SAW tiba di Makkah, anak-anak dari Bani Abdul Muththalib menyambut kedatangan beliau dengan penuh sukacita:
لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وآلِهِ وَسَلَّمَ مَكَّةَ، اسْتَقْبَلَتْهُ أُغَيْلِمَةُ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، فَحَمَلَ وَاحِدًا بَيْنَ يَدَيْهِ وَآخَرَ خَلْفَهُ
Artinya: “Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Makkah, anak-anak kecil dari Bani Abdul Muthalib menyambut beliau. Lalu beliau menggendong salah seorang dari mereka di depan beliau dan seorang lainnya di belakang beliau.” (HR Bukhari)
Syekh Badruddin al-‘Aini (wafat 855 H) dalam salah satu magnum opusnya-nya menerangkan bahwa menyambut orang yang baru pulang dari haji merupakan bentuk penghormatan dan pemuliaan. Bahkan, penyambutan itu memiliki nilai tersendiri lantaran dapat menghibur, menyenangkan hati, serta menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang baru saja menyelesaikan perjalanan ibadah yang begitu melelahkan:
وَفِيْهِ: تَلَقِّي الْقَادِمِينَ مِنَ الْحَجِّ إِكْرَامًا لَهُمْ وَتَعْظِيمًا؛ لِأَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يُنْكِرْ تَلَقِّيهِمْ بَلْ سُرَّ بِهِ لِحَمْلِهِ مِنْهُمْ بَيْنَ يَدَيْهِ وَخَلْفَهُ... لِأَنَّ فِي ذَلِكَ تَأْنِيسًا لَهُمْ وَتَطْيِيبًا لِقُلُوبِهِمْ
“Dalam hadis tersebut terdapat anjuran menyambut orang-orang yang baru datang dari Haji sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan kepada mereka. Sebab, Rasulullah Muhammad SAW tidak mengingkari tindakan menyambut mereka, justru beliau merasa senang dengannya, sebagaimana tampak ketika beliau membiarkan mereka berjalan di depan dan di belakang beliau. Hal itu karena dalam penyambutan tersebut terdapat unsur menghibur, menyenangkan hati, dan membahagiakan perasaan mereka.” (Umdah al-Qari Syarh Sahih al-Bukhari [Beirut: Dar al-Fikr], vol 10, h. 133)
Baca juga:Musyrif Diny: Ukuran Haji Mabrur Itu Terlihat dari Perubahan Perilaku Sosial Keseharian
Selain menyambut dengan penuh kegembiraan, para ulama juga menganjurkan agar jamaah yang baru kembali dari Tanah Suci didoakan. Setidaknya terdapat tiga doa yang banyak disebutkan dalam kutub at-turats (literatur klasik) untuk dibaca ketika menyambut kepulangan jamaah haji sebagai berikut:
1. Doa memohon haji diterima dan segala pengorbanan diganti Allah SWT
Doa pertama disebutkan oleh Syekh Ahmad bin Salamah al-Qalyubi (wafat 1069 H) dalam catatannya. Doa ini berisikan permohonan agar Allah SWT menerima ibadah haji atau umrah seseorang, mengampuni dosa-dosanya, serta mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkannya selama menunaikan perjalanan ibadah manasik. Berikut lafaz doa yang dimaksud:
تَقَبَّلَ اللَّهُ حَجَّكَ أَوْ عُمْرَتَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَأَخْلَفَ عَلَيْكَ نَفَقَتَكَ
Taqabbalallāhu ḥajjaka au ‘umrataka, wa ghafara dzanbaka, wa akhlafa ‘alaika nafaqataka.
Artinya: “Semoga Allah menerima hajimu atau umrahmu, mengampuni dosamu, dan mengganti seluruh biaya yang telah engkau keluarkan.” (Hasyiyata Qalyubi wa Umairah [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 2, h. 190)
Di sisi lain, doa ini juga mengandung harapan agar seluruh pengorbanan yang telah dilakukan oleh jamaah selama menjalankan ibadah haji maupun umroh mendapatkan balasan terbaik dari Allah.
2. Doa memohon kesucian amal dan kesempatan kembali ke Baitullah
Doa berikutnya, dinukil oleh Imam Ibn Muflih al-Hanbali (wafat 763 H) dari riwayat Ibn Ashram. Selain memohon diterimanya ibadah haji, doa ini juga berisi harapan agar amal ibadah jamaah disucikan serta diberikan kesempatan untuk kembali mengunjungi Baitullah pada masa mendatang. Berikut lafaz doa yang dimaksud:
تَقَبَّلَ اللَّهُ حَجَّكَ، وَزَكَّى عَمَلَكَ، وَرَزَقَنَا وَإِيَّاكَ الْعَوْدَ إلَى بَيْتِهِ الْحَرَامِ
Taqabbalallāhu ḥajjaka, wa zakkā ‘amalaka, wa razaqanā wa iyyāka al-‘auda ilā baitihil ḥarām.
Artinya: “Semoga Allah menerima hajimu, menyucikan amalmu, dan menganugerahkan kepada kami dan kepadamu kesempatan untuk kembali mengunjungi Masjidil Haram.” (Al-Furu’ wa Tashih al-Furu’ [Beirut: Muassasah ar-Risalah], vol 10, H 232)
Pada dasarnya, doa ini tidak hanya ditujukan bagi jamaah yang baru pulang saja namun juga menjadi ungkapan harapan agar kaum Muslimin lainnya supaya dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah haji maupun umrah ke Tanah Suci.
Baca juga:Jamaah Haji, Perhatikan Aturan Ini dan Jangan Bawa Barang Berikut di Koper
3. Doa agar mendapatkan haji mabrur
Di antara doa yang paling utama dipanjatkan untuk jamaah haji adalah doa agar Allah menerima seluruh amal ibadahnya, menjadikannya sebagai haji yang mabrur, serta mengampuni segala dosa yang pernah dilakukan. Doa ini disebutkan oleh Imam Ibn Rajab al-Hanbali (wafat 795 H) dalam karyanya Lathaif al-Ma’arif. Berikut lafaz doa yang dimaksud:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا، وَسَعْيًا مَشْكُورًا، وَذَنْبًا مَغْفُورًا
Allāhummaj’alhu ḥajjan mabrūran, wa sa’yan masykūran, wa dzanban maghfūrā.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hajiku sebagai haji yang mabrur, usahaku sebagai usaha yang diterima, dan dosaku sebagai dosa yang diampuni.” (Lathaif al-Ma’arif [Beirut: al-Maktab al-Islami], vol 1, h 115)
Doa ini memiliki kedudukan istimewa lantaran merangkum tujuan utama ibadah haji, yaitu diterimanya amal oleh Allah serta terhapusnya dosa-dosa seorang hamba. Haji yang mabrur sendiri merupakan cita-cita setiap jamaah, sebab balasan bagi haji mabrur tidak lain adalah surga.
Demikianlah tiga bacaan doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika menyambut atau menjemput jamaah yang telah kembali dari Tanah Suci.
Selain menjadi bentuk penghormatan serta ungkapan rasa syukur atas kepulangan mereka, doa-doa tersebut juga mencerminkan kepedulian sesama Muslim agar para jamaah memperoleh keberkahan dari ibadah yang telah mereka tunaikan.
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah para jamaah haji, mengampuni segala dosa mereka, menjadikan hajinya sebagai haji yang mabrur, serta memperkenankan kita semua untuk suatu saat dapat menunaikan ibadah manasik ke Baitullah. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.