Peserta Pesantren Kilat Ramadhan MUI Diajak Sehat Bermedia Sosial
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Admin
Editor
BEKASI, MUI Digital — Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) MUI, Dr Kartini, mengajak generasi muda untuk memanfaatkan media sosial secara sehat dan produktif.
Hal itu disampaikannya dalam sesi materi bertajuk "Sehat Bermedsos” pada kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan bagi Pramuka Penegak dan Pandega se-Jabodetabek yang diikuti sekitar 300 peserta.
Kegiatan tersebut digelar di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi pada Sabtu (7/3/2026).
Dalam paparannya, Ibu Kartini, begitu akrab disapa, menekankan perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berinteraksi, terutama setelah masa pandemi Covid-19 yang membuat banyak aktivitas beralih ke ruang daring.
“Setelah Covid-19 semua berubah. Semua terhubung melalui Zoom. Orang yang dekat bisa menjadi jauh, tetapi orang di media sosial bisa terasa sangat dekat,” ujarnya.
Dia mengingatkan media sosial memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan generasi muda. Karena itu, penggunaannya harus diarahkan pada hal-hal yang positif dan bermanfaat.
Menurutnya, media sosial juga dapat menjadi sarana untuk membangun citra diri atau personal branding yang baik jika digunakan secara tepat.
“Media sosial kalian jadikan sebagai alat untuk personal branding. Gunakan untuk meningkatkan skill dan menyampaikan hal-hal yang bermanfaat,” katanya.
Baca juga: Wamenag Buka Pesantren Kilat Ramadhan MUI, Tekankan Kembali ke Fitrah dan Kepemimpinan Generasi Muda
Kartini juga mengingatkan agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen media sosial, tetapi juga mampu menjadi kreator konten yang membawa pesan kebaikan.
“Kalian punya skill, punya jari, dan punya media sosial. Gunakan itu. Jangan hanya membaca media sosial. Cukup satu jam membaca, selebihnya buatlah konten yang bermanfaat,” tuturnya.
Di akhir materinya, Ibu Kartini mengajak para peserta untuk menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah dan penyebaran nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat digital saat ini.
Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) MUI, Dr Kartini, saat menyampaikan materi dalam Pesantren Kilat Ramadhan MUI. Foto: Fitri/ MUI Digital
“Kita memang tidak bisa memaksa orang lain berubah, tetapi kita bisa melakukan apa yang kita mampu untuk menyebarkan kebaikan,” ujarnya.
Dia pun mendorong para peserta untuk berani memulai dan terus belajar dalam memanfaatkan media sosial secara positif demi masa depan yang lebih baik.
Lebih lanjut, Kartini menjelaskan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari berbagai program kaderisasi yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI di berbagai tempat dan dengan beragam pendekatan.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta dan pembukaan yang diisi dengan pembacaan kalam ilahi, laporan panitia, serta sambutan dari pimpinan Kwartir Nasional Pramuka, perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan, dan pimpinan MUI. Acara juga diisi dengan keynote speech Wakil Menteri Agama, yang dilanjutkan dengan doa bersama.
Selanjutnya, peserta mengikuti berbagai kegiatan pembinaan keagamaan dan penguatan karakter, di antaranya materi Ke-MUI-an serta diskusi panel bertema Generasi Emas, Beriman dan Berilmu serta Generasi Bertauhid, Berakhlak dan Berprestasi.
Baca juga: MUI Perkuat Kaderisasi Generasi Muda melalui Pesantren Kilat Ramadhan
Peserta juga mendapatkan materi Leadership and Entrepreneurship, Public Speaking, serta sesi Cakap Digital yang bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi dan literasi digital generasi muda.S
Selain sesi materi, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai ibadah dan pembinaan spiritual, seperti tilawah Alquran secara berkelompok hingga khataman, shalat berjamaah, buka puasa bersama, shalat tarawih, hingga qiyamul lail dan muhasabah pada malam hari.
Pada hari berikutnya, peserta mengikuti pembinaan soft skill dan pengembangan kepemimpinan Pramuka, termasuk sesi bertema Generasi Ulil Albab dan Soft Skill Masa Depan.
Kegiatan juga menghadirkan materi mengenai kebijakan ketenagakerjaan, pelatihan kerja, serta hubungan industri dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Baca juga: Pesantren Kilat Ramadhan MUI Kenalkan Vokasi dan Peluang Kerja bagi Pramuka Penegak
Peserta juga mengikuti sesi Smart Skill yang memperkenalkan berbagai bidang pelatihan vokasi seperti refrigerasi, las, elektronika, pariwisata, dan teknologi informasi, yang difasilitasi oleh BBPVP Bekasi.
Di akhir kegiatan akan dilaksanakan penutupan pesantren kilat, laporan penyelenggaraan, serta sambutan penutup dari Menteri Ketenagakerjaan sebelum para peserta kembali ke daerah masing-masing.
Kartini berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya aktif secara sosial, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kesiapan menghadapi masa depan.
“Mudah-mudahan apa yang kami upayakan ini menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat bagi generasi muda serta bangsa,” tuturnya.