Kepala KUH Jeddah Ingatkan Jamaah Disiplin Bawa Kartu Nusuk
Sanib
Penulis
Admin
Editor
Laporan MUI Digital, langsung dari Makkah, Arab Saudi
Jeddah, MUI Digital — Pelaksanaan operasional haji 2026 untuk jamaah gelombang pertama dinilai berjalan terkendali dan lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Zakaria Anshori, menyebut proses layanan hingga memasuki gelombang kedua berlangsung relatif mulus tanpa kendala besar yang menonjol.
Menurut Zakaria, kelancaran tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh dari penyelenggaraan haji tahun lalu, khususnya terkait penanganan jamaah berbasis syarikah.
“Kita belajar banyak dari tahun lalu, terutama dalam mengantisipasi percampuran antar-syarikah yang mengakibatkan jamaah tercampur. Hal itu sempat menyulitkan proses pengangkutan dari bandara ke hotel hingga pengaturan di hotel itu sendiri,” ujar Zakaria di Jeddah, Sabtu (9/5) lalu
Dia menjelaskan, tahun ini pemerintah Indonesia bersama pihak terkait di Arab Saudi melakukan langkah antisipatif lebih ketat agar distribusi layanan transportasi, akomodasi, dan penempatan hotel berjalan lebih tertata.
Meski demikian, Zakaria mengingatkan agar kewaspadaan tetap ditingkatkan, terutama menjelang kedatangan kloter-kloter terakhir.
Pasalnya, kloter penutup umumnya merupakan gabungan jamaah dari berbagai daerah yang sebelumnya mengalami penundaan keberangkatan sehingga berpotensi menimbulkan percampuran antar-syarikah.
“Kloter akhir biasanya lebih kompleks karena ada penggabungan jamaah. Ini perlu pengawasan ekstra agar layanan tetap optimal,” katanya.
Baca juga: Pasukan Kursi Roda, Inisiatif Brilian Jamaah Haji Gunung Kidul untuk Layani Lansia
Terkait layanan di lapangan, Zakaria mengakui sempat ada laporan mengenai fasilitas hotel di Makkah yang tidak berfungsi maksimal.
Namun, permasalahan tersebut diklaim dapat segera ditangani melalui koordinasi cepat dengan pihak penyedia hotel.
Dalam kesempatan itu, Zakaria juga mengingatkan seluruh jamaah haji Indonesia agar disiplin membawa Kartu Nusuk saat beraktivitas, khususnya ketika hendak menuju Masjidil Haram.
Ia mengatakan, otoritas Arab Saudi saat ini tengah memperketat pemeriksaan legalitas jamaah melalui razia atau sweeping di sejumlah titik.
“Secara teori, jamaah tidak akan bisa masuk Masjidil Haram tanpa Kartu Nusuk. Kami menyarankan jamaah selalu membawanya, atau minimal menyimpan foto kartu tersebut di ponsel sebagai cadangan,” ujarnya.
Selain itu, KUH Jeddah mengimbau jamaah gelombang pertama untuk memprioritaskan rangkaian ibadah wajib haji dan mengurangi aktivitas perjalanan non-prioritas seperti city tour sebelum puncak ibadah selesai dilaksanakan.
Sebagai informasi, Kantor Urusan Haji Jeddah merupakan unit organisasi di bawah Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah yang bertanggung jawab dalam pelayanan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, mulai dari akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga penanganan persoalan jamaah selama musim haji berlangsung.