Ujian Kelulusan Sekolah Anak Nelayan di Madinah, Fokus Sambil Ibadah
Sanib
Penulis
Admin
Editor
Laporan MUI Digital, langsung dari Makkah, Arab Saudi
Makkah, MUI Digital – Aysylla Naila Sari (15), jamaah haji muda asal pesisir Tambakrejo, Kabupaten Malang, harus mengikuti ujian sekolah secara daring saat berada di Madinah.
Siswi kelas 9 MTsN 1 Kota Malang yang akrab disapa Ays itu tergabung dalam Kloter 16 Embarkasi Surabaya.
Selama berada di Madinah, ia membagi waktu antara ibadah dan menyelesaikan ujian kelulusan berbasis online.
“Selama lima hari di Madinah saya fokus bagi waktu untuk ujian online karena jadwalnya bersamaan dengan keberangkatan haji tahun ini,” ujar Ays saat ditemui di Hotel Marjan Al Salam, kawasan Syisah, Makkah.
Perjalanan haji Ays tahun ini juga diwarnai pengalaman tak terlupakan. Pesawat Saudi Arabian Airlines SV-5323 yang ditumpanginya sempat melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Medan.
Kondisi tersebut membuat masa tinggal rombongannya di Madinah berkurang dari sembilan hari menjadi tujuh hari.
Meski demikian, keterbatasan waktu tidak menyurutkan semangatnya. Di kamar hotel Madinah, Ays tetap mengikuti ujian melalui sistem Computer Based Test (CBT).
Baginya, mengikuti ujian menjadi hal penting agar tetap dapat mengikuti prosesi wisuda sekolah yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juni mendatang.
Ays mengaku keberangkatannya ke Tanah Suci merupakan hasil perjuangan panjang kedua orang tuanya.
Sang ayah yang bekerja sebagai nelayan di pesisir selatan Malang telah mendaftarkannya untuk berhaji sejak tahun 2012, saat usianya baru sekitar satu tahun delapan bulan.
“Bapak dan Ibu ingin anak-anaknya bisa berhaji saat masih muda supaya fisiknya masih kuat,” katanya.
Kini, setelah menyelesaikan ujian sekolah di Madinah, Ays mulai mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji di Armuzna.
Bagi remaja asal pesisir Malang itu, kesempatan berhaji di usia muda menjadi bentuk penghormatan atas perjuangan orang tuanya.