Gandeng Lembaga Yordania, Baznas RI Siapkan Bantuan Medis untuk Palestina
Jakarta, MUI Digital – Krisis kesehatan yang dialami masyarakat Palestina, khususnya pasien asal Gaza yang menjalani pengobatan di Yordania, membutuhkan dukungan kemanusiaan yang berkelanjutan.
Di tengah kebutuhan medis dan logistik yang meningkat serta menurunnya donasi internasional, penguatan kerja sama antar-lembaga menjadi penting untuk memastikan bantuan tetap dapat diberikan.
Merespons kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memperkuat kerja sama kemanusiaan dengan King Hussein Cancer Foundation (KHCF) Yordania untuk mengoptimalkan layanan kesehatan bagi warga Palestina.
Dikutip MUI Digital pada laman resmi Baznas Jumat (21/8/2026), penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi Baznas RI bersama Kedutaan Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania dan KHCF di Kantor Baznas RI, Jakarta, Jumat 7 Agustus 2026. Pertemuan tersebut membahas optimalisasi fasilitas medis serta pemenuhan gizi masyarakat Palestina.
Baca juga: Respons Krisis Air Bersih, Baznas RI Salurkan 1,5 Juta Liter Air ke Berbagai Wilayah
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad, menilai KHCF Yordania merupakan mitra yang tepercaya dalam menyalurkan bantuan untuk masyarakat Palestina. Hal tersebut, menurutnya, terlihat dari pelaksanaan dan pelaporan bantuan yang dilakukan secara transparan.
Artinya, kata dia, menurut kaidah fikih al-muhafadhatu ala al-qadimi al-shalih wal akhdu bil jadidi al-aslah (memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil nilai-nilai baru yang lebih baik), maka kita akan mempertahankan hubungan yang baik ini dan kita akan meningkatkan hubungan kepada yang lebih baik.
Sebagai bentuk penguatan kolaborasi tersebut, Baznas RI berkomitmen menyalurkan dana kemanusiaan untuk layanan kesehatan Palestina senilai lebih dari Rp1,7 miliar.
Selain bantuan medis, Baznas RI juga menyiapkan pola penyaluran dalam jangka panjang melalui program beasiswa pendidikan perguruan tinggi bagi mahasiswa Palestina di Indonesia, terutama di bidang kesehatan.
Baca juga: Peran Baznas dalam Pembangunan Aglomerasi Ekonomi di Daerah 3T
“Kita juga memiliki pola baru penyaluran dengan memberikan beasiswa bagi mahasiswa Palestina untuk kuliah di Indonesia. Jadi itu program penyaluran yang bersifat untuk jangka panjang dan berkelanjutan di bidang kesehatan,” ujar Idy.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Kerajaan Hasyimiyah Yordania untuk Republik Indonesia, H.E. Sudqi Al Omoush, mengapresiasi dukungan Baznas RI bagi masyarakat Palestina.
Dia juga mendorong pengembangan kerja sama melalui program wakaf berkelanjutan untuk membantu pengungsi Palestina maupun masyarakat di wilayah lain yang terdampak konflik.
Sudqi menyayangkan besarnya alokasi dana global yang saat ini digunakan untuk konflik bersenjata. Ia berharap dukungan tersebut dapat lebih diarahkan pada program-program kemanusiaan yang mendukung kehidupan masyarakat.
“Jadi kami mengundang Anda untuk bergabung, untuk meningkatkan dukungan seperti yang selalu kami lakukan yang semua itu untuk kebaikan kehidupan, bukan perang,” katanya.
Sementara itu, Direktur KHCF Madelin Al Salah mengapresiasi dukungan Baznas RI selama ini, termasuk alokasi dana terbaru senilai lebih dari Rp3,5 miliar untuk mendukung pengobatan pasien kanker asal Gaza di Yordania pada 2026.
Baca juga: Waketum MUI Kiai Cholil: Karakter Anak Bisa Diperbaiki Lewat Keteladanan Orang Tua
Menurut Madelin, penguatan kerja sama kemanusiaan tersebut semakin mendesak dilakukan untuk memenuhi kebutuhan medis dan logistik pendamping pasien Gaza. Hal ini terjadi di tengah kondisi krisis akibat menurunnya donasi internasional yang dipengaruhi perang di negara-negara Teluk.
“Itulah sebabnya kami sekarang berada dalam kondisi krisis dan seruan darurat bagi pasien-pasien yang saat ini tinggal di Yordania. Jika kami tidak mendapatkan donasi untuk mereka, kami tidak akan mampu melanjutkan dukungan dan tidak akan mampu mendatangkan lebih banyak pasien dari Gaza,” tuturnya.
Penguatan kerja sama Baznas RI dan KHCF Yordania tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina, baik melalui dukungan layanan kesehatan maupun program pendidikan bagi mahasiswa Palestina di Indonesia.