Lewati ke konten utama
Senin, 17 Agustus 2026 / 4 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Respons Krisis Air Bersih, Baznas RI Salurkan 1,5 Juta Liter Air ke Berbagai Wilayah

3 menit baca 61 dibaca
Baznas Air Bersih
Baznas mendistribusikan 1,5 juta air bersih ke sejumlah wilayah terdampak kemarau panjang. Foto: Istimewa
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital –  Keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia, terutama daerah yang mengalami kemarau panjang, terdampak bencana, serta kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). 

Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Dalam keterangan resmi dikutip MUI Digital, pada Senin (76/8/2026), merespons kondisi tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI melalui Program Air Bersih telah mendistribusikan 1.536.000 liter air bersih kepada 70.944 penerima manfaat yang tersebar di 72 desa, 46 kecamatan, dan 14 kabupaten di enam provinsi di Indonesia.

Bantuan tersebut diprioritaskan bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air bersih, khususnya di wilayah 3T, daerah yang menghadapi kemarau panjang, serta kawasan terdampak bencana.

Selain pendistribusian air menggunakan truk tangki, BAZNAS juga menghadirkan solusi jangka panjang melalui pembangunan sumur bor di 37 lokasi.

Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan Program Air Bersih merupakan salah satu upaya BAZNAS dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya mereka yang berada di wilayah dengan keterbatasan akses air bersih.

Baca juga: Peran Baznas dalam Pembangunan Aglomerasi Ekonomi di Daerah 3T

“Program Air Bersih Baznas menyasar masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang berada di wilayah 3T, menghadapi kemarau panjang, maupun terdampak bencana,” ujar Sodik.

Menurut Sodik, penanganan persoalan air bersih tidak dapat dilakukan dengan satu bentuk bantuan saja. Karena itu, Baznas menyesuaikan intervensi berdasarkan kondisi, tingkat kebutuhan, ketersediaan sumber air, dan karakteristik setiap wilayah.

“Penyediaan akses air bersih oleh Baznas dilakukan melalui beberapa upaya, mulai dari membangun sumur bor atau pipanisasi, bak penampungan, hingga mendistribusian air bersih menggunakan truk tangki,” kata Sodik.

Dia menjelaskan, pembangunan sumur bor dan pipanisasi menjadi bagian dari upaya menyediakan akses air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. 

Sementara itu, distribusi menggunakan truk tangki dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat sembari menunggu tersedianya infrastruktur air bersih.

“Sementara itu, pendistribusian menggunakan truk tangki menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, sembari pembangunan infrastruktur air bersih dilakukan sebagai solusi jangka panjang,” kata Sodik.

Lebih lanjut, Sodik menegaskan Baznas RI akan terus mengarahkan Program Air Bersih kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Baca juga: Istiqlal Masuk Pasar Modal: Momentum Baru Wakaf Produktif Indonesia

Dalam pelaksanaannya, Baznas berkoordinasi dengan Baznas daerah dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

Dia berharap bantuan air bersih tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menghadapi kondisi kekeringan dan dampak bencana.

“Semua bantuan tersebut merupakan amanah para muzaki. Kami (Baznas) akan terus mengoptimalkan pemanfaatannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan delapan asnaf,” ujar Sodik.

Program Air Bersih Baznas tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Tidak hanya melalui bantuan air dalam kondisi darurat, Baznas juga berupaya menghadirkan infrastruktur yang dapat memberikan akses air bersih secara lebih berkelanjutan.