Lewati ke konten utama
Jumat, 10 Juli 2026 / 24 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Sorak-sorai Santri Sunan Pandanaran saat Nobar Piala Dunia Bareng MUI TV

3 menit baca 65 dibaca
Nobar
Aksi nonton bareng santri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta, yang digelar MUI TV pada Jumat (10/7/2026) dini hari. Foto: istimewa
Bagikan:

Yogyakarta, MUI Digital— Malam masih pekat ketika ratusan santri Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta, mulai memadati lokasi nonton bareng (nobar) yang digelar MUI TV pada Jumat (10/7/2026) dini hari. 

Suasana yang biasanya tenang di lingkungan pesantren berubah menjadi penuh antusiasme. Mata para santri tertuju ke layar, menantikan pertandingan Piala Dunia 2026 yang akan segera dimulai.

Bagi para santri, momen ini bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola. Nobar menjadi ruang kebersamaan yang menghadirkan keakraban, canda, dan semangat persaudaraan di antara mereka. 

Sorak-sorai, tepuk tangan, hingga diskusi ringan tentang jalannya pertandingan mewarnai suasana sepanjang acara.

Baca juga: MUI Minta Kembalikan Prinsip Istitha'ah dalam Haji: Yang Mampu berangkat, yang Belum Jangan

Melalui kegiatan ini, MUI TV berupaya menghadirkan ruang interaksi yang positif bagi generasi muda pesantren. 

Di tengah padatnya aktivitas belajar dan mengaji, nobar menjadi sarana rekreasi yang sehat sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan pesantren.

Kebersamaan yang terbangun dalam suasana santai tersebut mendapat apresiasi dari Alumni Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Ahmad Naufal Anam. 

Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan MUI TV yang memilih pesantrennya sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026.

Baca juga: Pesantren Memang Sudah Diakui, Namun Anggaran Masih Bersyarat

Terima kasih kepada MUI TV yang telah memilih Pondok Pesantren Sunan Pandanaran sebagai tuan rumah nobar Piala Dunia 2026,” kata dia sembari menambahkan, “Semoga kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan manfaat bagi para santri," ujarnya.

Menurut Naufal, sepak bola merupakan olahraga yang sangat digemari oleh para santri. Karena itu, kegiatan nobar mampu menjadi media yang efektif untuk mempererat hubungan antarsantri sekaligus menghadirkan hiburan yang positif dan edukatif.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan pada masa mendatang. Baginya, aktivitas yang memadukan hiburan, kebersamaan, dan nilai-nilai persaudaraan memiliki arti penting dalam membangun kedekatan antara lembaga keumatan dengan generasi muda pesantren.

Naufal juga mendoakan agar MUI TV terus berkembang sebagai media dakwah yang mampu menjangkau masyarakat luas melalui informasi yang mencerdaskan dan program-program yang inspiratif.

"Semoga MUI TV semakin maju, terus menghadirkan program-program yang inspiratif dan bermanfaat, serta mampu menjangkau masyarakat di seluruh Indonesia melalui dakwah dan informasi yang mencerdaskan," tuturnya.

Baca juga: Ketum MUI: Frasa "Membantu" dalam UU Pesantren Itu Menyakitkan!

Program Nobar Piala Dunia 2026 ini menjadi salah satu ikhtiar MUI TV untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya kalangan pesantren. 

Di balik layar pertandingan yang disaksikan bersama, tersimpan semangat yang lebih besar: menumbuhkan sportivitas, memperkuat persaudaraan, dan merawat ukhuwah Islamiyah di kalangan generasi muda.

Di tengah riuhnya atmosfer sepak bola dunia, para santri Sunan Pandanaran menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi jembatan yang menyatukan. 

Tidak hanya menghadirkan kegembiraan sesaat, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan yang menjadi salah satu fondasi penting dalam kehidupan pesantren dan umat. (Adv)