Lewati ke konten utama
Jumat, 10 Juli 2026 / 24 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Siti Ma'rifah Ungkap Keinginan Besar Kiai Ma'ruf Jadikan Ekonomi Syariah sebagai Budaya

3 menit baca 157 dibaca
1000511354
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital--Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma'ruf Amin, berharap agar ekonomi syariah di Indonesia tidak berhenti sebagai sistem formal atau regulasi di atas kertas. 

Tokoh yang dijuluki Bapak Ekonomi Syariah Indonesia tersebut memiliki misi besar untuk mentransformasi nilai-nilai syariah agar mendarah daging sebagai budaya dan kesadaran perilaku sehari-hari masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan oleh puteri Kiai Ma'ruf yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK), Dr Siti Ma'rifah.

Baca juga: Ketua MUI Prof Utang Jelaskan Sikap Moderat Kiai Ma'ruf dalam Ekonomi Syariah

Pandangan mendalam itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam acara Bahtsul Fikrah Ekonomi dan Silaturahmi Nasional Forum Penulis dan Konten Kreator Muslim yang digelar oleh Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) MUI di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026).

​"KH Ma'ruf Amin selalu menyoroti perlunya mentransformasi ekonomi syariah agar tidak hanya menjadi sistem atau regulasi di atas kertas, melainkan mendarah daging sebagai budaya dan kesadaran perilaku masyarakat. Beliau memiliki dua agenda besar, yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat," ungkap Siti Ma'rifah.

Untuk mempermudah masyarakat dalam memahami ekosistem ekonomi syariah yang ideal, Dr Siti Ma'rifah menceritakan sebuah analogi unik yang sering digunakan oleh sang ayah. Kiai Ma'ruf mengibaratkan perputaran ekonomi syariah layaknya sebuah pondok pesantren yang hidup dan mandiri.

Baca juga: Kiai Aiyub Ungkap Peran Vital KH Ma'ruf Amin dalam Memajukan Ekonomi Syariah

​"Beliau menganalogikan ekonomi syariah layaknya sebuah pesantren; di mana pelaku ekonomi adalah santrinya, sistem keuangan syariah adalah kitabnya, dan para ekonom syariah adalah kiai yang menjaga arahnya," jelas Siti Ma'rifah di hadapan ratusan penulis dan kreator konten muslim nasional.

Melalui filosofi tersebut, Kiai Ma'ruf ingin menekankan bahwa seluruh elemen, mulai dari pelaku usaha, regulator, hingga pakar akad, harus bergerak harmonis dalam satu ikatan nilai moral (moral economy) yang mengedepankan keadilan sosial, bukan sekadar mencari keuntungan materialistis semata.

Lebih lanjut, Dr Siti Ma'rifah memaparkan data bahwa pertumbuhan industri keuangan syariah di Indonesia kini telah menunjukkan performa yang sangat fantastis. Berdasarkan catatan strategis Kiai Ma'ruf, total aset keuangan syariah nasional saat ini telah melonjak tajam hingga menembus angka Rp10.542 triliun. Rasio nilai aset ini bahkan telah mengambil porsi 52% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Capaian angka makro ini dinilai menjadi modal yang lebih dari cukup bagi Indonesia untuk naik kelas di panggung global. Kiai Ma'ruf optimistis bahwa Indonesia memiliki seluruh syarat lengkap untuk menggeser dominasi negara tetangga yakni Malaysia. 

​"Indonesia memiliki seluruh modal dan syarat lengkap untuk menjadi pusat ekonomi syariah dunia. Target global beliau adalah membawa Indonesia meraih peringkat pertama ekonomi syariah dunia, memperbaiki posisi kita saat ini yang masih berada di peringkat keempat di bawah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi," pungkasnya.