Bepergian ke Luar Negeri, Ini 10 Daftar Cemilan Halal Internasional yang Aman Dikonsumsi
Jakarta, MUI Digital— Ada kepuasan tersendiri ketika menemukan camilan yang bisa dinikmati tanpa harus memeriksa satu per satu bahan penyusunnya.
Meningkatnya popularitas merek camilan halal mencerminkan besarnya kebutuhan tersebut. Daftar berikut ini, dilansir dari Salamgateway, Selasa (22/62026) menyoroti sejumlah merek camilan yang populer di kalangan konsumen Muslim di berbagai belahan dunia.
1. Mamee-Double Decker (Malaysia)
Didirikan pada 1971 dan berkantor pusat di Melaka, Mamee-Double Decker merupakan salah satu merek camilan halal dengan distribusi terluas di dunia. Portofolio produknya mencakup keripik Mister Potato, camilan jagung Corntoz, serta biskuit Double Decker.
Sertifikasi halal: JAKIM (Malaysia) — Departemen Pengembangan Islam Malaysia.
2. Saffron Road (Lini Camilan Kacang Arab) — Amerika Serikat
Didirikan pada 2009 oleh Adnan Durrani dan berbasis di Connecticut, Saffron Road memosisikan diri sebagai perusahaan makanan beku dan camilan premium dengan cita rasa internasional yang mengedepankan prinsip etis.
Perusahaan ini masuk dalam daftar Inc. 5000 sebagai salah satu perusahaan swasta dengan pertumbuhan tercepat pada 2015 dan 2016.
Sertifikasi halal: IFANCA (Islamic Food and Nutrition Council of America).
Baca juga: Tak Mau Ketinggalan, Filipina Jajaki Pasar Kosmetik Halal Indonesia yang Sangat Potensial
3. Al Rifai — Lebanon
Berawal dari usaha rumahan kacang panggang di Beirut pada 1948, Al Rifai berkembang menjadi perusahaan yang mengklaim sebagai peritel kacang dan camilan terbesar di Timur Tengah, dengan pangsa pasar sekitar 40 persen di Lebanon.
Sertifikasi halal: Produk-produknya menggunakan bahan yang secara alami halal, seperti kacang-kacangan, buah kering, dan camilan berbasis tumbuhan.
Produk intinya tidak mengandung turunan babi maupun alkohol.
3. National Food Industries — Uni Emirat Arab
Didirikan pada 1977 dengan hanya satu mesin pengemasan di Dubai, National Food Industries (NFI) kini menjadi salah satu produsen camilan terbesar di Timur Tengah.
Portofolio mereknya meliputi Mr Krisps, Emirates Pofaki, Mr Pofak, Doodles, Bakeman's, dan Sinbad. Menurut situs resmi perusahaan, NFI telah berekspansi ke lebih dari 35 negara.
Sertifikasi halal: Bersertifikat halal dan HACCP, sebagaimana tercantum di situs resmi perusahaan serta akreditasi Dubai Exports.
4. Ülker — Turki Ülker
Merupakan merek biskuit, cokelat, dan produk konfeksioneri terbesar di Turki. Perusahaan ini didirikan di Istanbul pada 1944.
Berdasarkan informasi dari Wikipedia dan halaman merek milik perusahaan induknya, Pladis, produk Ülker telah diekspor ke 110 negara.
Sertifikasi halal: Seluruh proses produksinya mengikuti standar makanan halal sesuai pernyataan resmi Pladis/Ülker.
Produksi pangan domestik Turki juga diatur berdasarkan standar yang selaras dengan ketentuan halal.
Baca juga: Di Forum Internasional Kairo, LPPOM Perkenalkan Konsep Green Halal untuk Industri Berkelanjutan
5. Munchy's — Malaysia
Sejak 1991, Munchy's memproduksi berbagai biskuit, wafer, dan kerupuk dari Malaysia. Produk andalannya, seperti butter cookies, wafer isi krim, biskuit cokelat, dan kerupuk berbahan oat, banyak ditemukan di supermarket Malaysia, Singapura, Brunei, Indonesia, dan Thailand.
Produk-produknya juga diekspor ke Timur Tengah, Inggris, dan Australia.
Sertifikasi halal: JAKIM (Malaysia).
6. Hunter Foods — Uni Emirat Arab
Didirikan pada 1985 dan berkantor pusat di Kawasan Bebas Jebel Ali, Dubai, Hunter Foods mengekspor produknya ke lebih dari 60 negara.
Portofolio mereknya meliputi Hunter's Gourmet, Hunter, Safari, Aladin, dan Ali Baba yang menawarkan berbagai jenis keripik kentang, keripik sayuran, keripik quinoa, hingga makanan organik.
Lini premium Hunter's Gourmet yang dikenal dengan varian rasa truffle dan cita rasa khas lainnya banyak tersedia di minibar maskapai penerbangan, jaringan hotel mewah, serta toko ritel premium di berbagai negara tujuan ekspornya.
Sertifikasi halal: Bersertifikat halal sejak 2017, serta mengantongi sertifikasi HACCP dan ISO 22000.
7. Chips Oman (Ali Shaihani Food Industries) — Oman
Chips Oman berawal pada 1989 ketika Al Jufair Food Industries terbentuk dari pemisahan Ali Shaihani Food Industries.
Produk andalannya berupa keripik kentang rasa cabai telah menjadi salah satu camilan paling ikonik di Oman dan kawasan Teluk, mudah dikenali melalui kemasan merah dan birunya.
Distribusinya mencakup negara-negara GCC dan menjangkau pasar internasional melalui toko khusus yang melayani komunitas diaspora.
Sertifikasi halal: Diproduksi di Oman berdasarkan regulasi keamanan pangan GCC yang menjadikan kepatuhan terhadap standar halal sebagai persyaratan dasar.
Baca juga: Di Tokyo-Jepang, LPPOM Paparkan Regulasi dan Peluang Industri Halal Indonesia
8. Al Rifai Arabia — Kuwait / Arab Saudi
Berbeda dengan Al Rifai dari Lebanon, Al Rifai Arabia merupakan merek terpisah yang berbasis di kawasan Teluk dan awalnya dioperasikan dari Kuwait.
Selama beberapa dekade, perusahaan ini memproduksi kacang panggang, biji-bijian, dan buah kering untuk pasar Teluk.
Al Rifai Arabia mengoperasikan gerai di Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Yordania, serta menyediakan layanan pengiriman internasional.
Sertifikasi halal: Produknya yang berupa kacang, biji-bijian, dan buah kering secara alami halal dan diproduksi sesuai regulasi keamanan pangan GCC.
9. Ziba Foods — Amerika Serikat
Ziba Foods menempati segmen yang semakin diminati dalam pasar camilan halal, yaitu camilan premium berb