Lewati ke konten utama
Jumat, 10 Juli 2026 / 24 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Ketua MUI Prof Utang Jelaskan Sikap Moderat Kiai Ma'ruf dalam Ekonomi Syariah

3 menit baca 72 dibaca
Utang
Ketua MUI Bidang Penelitian, Prof Utang Ranuwijaya. Foto: Sadam/ MUI Digital
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Pengkajian, Prof Utang Ranuwijaya, menyatakan perkembangan pesat ekosistem keuangan syariah di Indonesia saat ini tidak bisa dilepaskan dari peran besar KH Ma'ruf Amin. 

Pemikiran Wakil Presiden RI periode 2019–2024 tersebut dinilai sangat khas karena konsisten mengambil tawasut atau jalan tengah di antara mazhab ekonomi syariah global.

Hal tersebut disampaikan Prof Utang di sela-sela acara Silaturahmi Nasional Forum Penulis dan Konten Kreator Muslim yang digelar oleh Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) MUI di Aula Buya Hamka, Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2026).

​"Pak Kiai Ma'ruf Amin ini mengambil jalan tengah atau tawasut. Beliau mengambil jalan yang bergerak, jadi tidak ke kanan (terlalu ketat) banget, dan tidak juga terlalu bebas," ujar Prof Utang.

Ia kemudian membandingkan karakteristik pemikiran ekonomi syariah di beberapa kawasan dunia. Menurutnya, pemikiran ekonomi syariah di wilayah Timur Tengah cenderung mengarah pada penerapan aturan yang sangat ketat (tasyaddud). Sebaliknya, di beberapa negara jiran atau tetangga, implementasinya terkadang dirasa terlalu longgar atau bebas (tasahhul).

Baca juga: Kiai Aiyub Ungkap Peran Vital KH Ma'ruf Amin dalam Memajukan Ekonomi Syariah

"Nah, kita di Indonesia tidak seperti itu. Pak Kiai Ma'ruf Amin mengambil jalan tengah, tawasut, di antara yang terlalu ketat dengan yang terlalu bebas," imbuhnya.

Konsep jalan tengah yang digagas Kiai Ma'ruf inilah yang melandasi lahirnya berbagai lembaga keuangan syariah di tanah air, termasuk menjamurnya fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI yang aplikatif namun tetap patuh syariat.

​Untuk mengabadikan dan membedah pemikiran tersebut secara ilmiah, LPBKI MUI bersama para penulis mitranya telah menyusun sebuah draft buku komprehensif.

Buku ini merangkum seluruh karya tertulis Kiai Ma'ruf hingga pidato pengukuhan Guru Besarnya. Draft inilah yang menjadi bahan pembahasan dalam sesi diskusi Bahtsul Fikrah pada acara tersebut.

​"LPBKI dengan para penulisnya membuat draft pemikiran Kiai Ma'ruf Amin yang dirangkum dari karya-karya beliau. Draft inilah yang kemudian menjadi bahan pengkajian para narasumber hari ini agar bisa dibaca secara lebih luas dan mendalam," jelas Prof Utang.

Baca juga: Persiapan KUII VIII Terus Dimatangkan, Bakal Jadi Forum Bangun Kesepahaman Elemen Umat

​Lebih lanjut, Prof Utang menilai bahwa pembedahan pemikiran ini menemukan momentum yang sangat pas. Selain karena Kiai Ma'ruf kini telah purnatugas dari jabatan kedeputian negara, umat Islam di Indonesia juga sedang menyongsong Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII.

​"Beliau adalah tokoh utama di balik perkembangan ekonomi syariah yang terus tumbuh dengan baik di Indonesia. Sekarang beliau sudah istirahat dari jabatan Wakil Presiden, dan kita juga sedang berada dalam rangkaian Pra-Kongres Umat Islam VIII yang salah satunya membahas ekonomi syariah. Jadi, saat-saat seperti ini adalah waktu yang sangat tepat bagi kita untuk membaca kembali warisan pemikiran beliau," tuturnya. 

Prof Utang mengungkapkan bahwa tradisi mengkaji pemikiran tokoh ini akan terus dilanjutkan oleh LPBKI MUI pada Silaturahim Nasional tahun-tahun berikutnya dengan mengangkat sosok-sosok pemikir muslim inspiratif lainnya.