Bacaan Dzikir dan Doa saat Berada di Bukit Shafa dan Marwa
Abd. Hakim Abidin
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Di antara manasik haji adalah kewajiban melaksanakan sa’i, yaitu berlari-lari kecil di antara bukit Shafa dan Marwa. Ini merupakan syiar yang dilestarikan oleh syariat Islam, meneladani bagaimana dahulu Sayyidah Hajar berlari-lari kecil di antara bukit Shafa dan Marwa, berusaha mencari air demi putranya, Ismail, yang kehausan.
Di dalam manasik itu, tersirat satu makna bahwa seorang hamba dilatih untuk berikhtiar dengan sungguh-sungguh, namun tetap menggantungkan hasilnya hanya kepada Allah.
Baca juga: Doa dan Dzikir yang Dibaca saat Thawaf
Dalam riwayat sahih
dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, disebutkan bahwa ketika Rasulullah SAW menuju
bukit Shafa, beliau bersabda: “Aku memulai dengan apa yang Allah mulai.” Kemudian
beliau membaca firman Allah:
إِنَّ
الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
“Sesungguhnya Shafa
dan Marwah adalah bagian dari syiar-syiar Allah.” (QS. Al-Baqarah: 60)
Maksud Nabi di sini, adalah bahwa sa’i dimulai dari bukit Shafa terlebih dahulu sebagaimana yang dilakukan oleh Sayyidah Hajar dan ditegaskan oleh Alquran dalam surat Al-Baqarah yang dibaca Nabi tersebut.
Baca juga: Doa Shalat Sunnah Dua Rakaat Setelah Thawaf
Lalu ketika beliau berada
di atas bukit Shafa, Nabi SAW menghadap kiblat, bertakbir tiga kali:
اَلله أكبر، اَلله أكبر، اَلله أكبر
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar,
Allah Maha Besar”
Setelah bertakbir,
kemudian Nabi SAW membaca lafadz dzikir berikut sebanyak tiga kali:
لَا
إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ
الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ
عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan golongan-golongan (musuh) dengan sendirian.” (HR Muslim)
Baca juga: Doa Singkat saat Berada di Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
Lafaz dzikir ini sebagaimana
disebutkan dalam Shahih Muslim dan juga disebutkan dalam riwayat al-Baihaqi
dengan sanad sahih dalam As-Sunan al-Kubra.
Setelah itu, disebutkan
dalam riwayat yang sama, Rasulullah membaca doa, lalu turun dan bergerak menuju
Marwa; berjalan biasa, lalu berlari kecil sampai ke lembahnya.
Apa yang dilakukan
Rasulullah ketika di bukit Shafa ini juga dilakukannya ketika sampai di bukit
Marwa. Jadi dzikir dan doa yang sama juga dibaca di bukit Marwa.
Adapun terkait dengan
doa, pada dasarnya seseorang boleh memanjatkan doa apa saja yang diinginkannya.
Tetapi dalam sebuah riwayat dari Nafi’ rahimahullah, menyebutkan bahwa ia mendengar Abdullah bin
Umar radhiyallahu ‘anhu berdoa di atas Shafa dengan membaca lafaz ini:
اللَّهُمَّ
إِنَّكَ قُلْتَ (اُدْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ) وَإِنَّكَ لَا تُخْلِفُ
الْمِيعَادَ، وَإِنِّي أَسْأَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِي إِلَى الْإِسْلَامِ أَلَّا
تَنْزِعَهُ مِنِّي حَتَّى تَتَوَفَّانِي وَأَنَا مُسْلِمٌ
Artinya: “Ya Allah,
Engkau telah berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu,’
dan Engkau tidak akan menyelisihi janji. Maka aku memohon kepada-Mu,
sebagaimana Engkau telah memberiku petunjuk kepada Islam, janganlah Engkau
mencabutnya dariku hingga Engkau mewafatkanku dalam keadaan Muslim.” (HR
Baihaqi)
Dalam riwayat lain, ketika berada di bukit Shafa, Abdullah bin Umar disebutkan membaca doa ini:
اللَّهُمَّ
اعْصِمْنَا بِدِينِكَ، وَطَوَاعِيَتِكَ، وَطَوَاعِيَةِ رَسُولِكَ، وَجَنِّبْنَا
حُدُودَكَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا نُحِبُّكَ، وَنُحِبُّ مَلَائِكَتَكَ،
وَأَنْبِيَاءَكَ، وَرُسُلَكَ، وَنُحِبُّ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ. اللَّهُمَّ حَبِّبْنَا إِلَيْكَ
وَإِلَى مَلَائِكَتِكَ، وَإِلَى أَنْبِيَائِكَ، وَرُسُلِكَ، وَإِلَى عِبَادِكَ
الصَّالِحِينَ. اللَّهُمَّ يَسِّرْنَا لِلْيُسْرَى، وَجَنِّبْنَا الْعُسْرَى،
وَاغْفِرْ لَنَا فِي الْآخِرَةِ وَالْأُولَى، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَئِمَّةِ
الْمُتَّقِينَ
Artinya: “Ya Allah, jagalah kami dengan agama-Mu, dengan ketaatan kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu, serta jauhkan kami dari melanggar batas-batas-Mu. Ya Allah, jadikan kami mencintai-Mu, mencintai malaikat-Mu, para nabi-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, jadikan kami dicintai oleh-Mu, oleh malaikat-Mu, para nabi-Mu, rasul-rasul-Mu, dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Ya Allah, mudahkan kami menuju kemudahan, jauhkan kami dari kesulitan, ampunilah kami di dunia dan akhirat, dan jadikan kami termasuk pemimpin orang-orang yang bertakwa.” (HR Baihaqi)
Baca juga: Doa saat Menyentuh dan Mencium Hajar Aswad
Selain itu, disebutkan
pula dalam riwayat lain, bahwa beliau juga membaca doa ini:
اللَّهُمَّ
أَحْيِنِي عَلَى سُنَّةِ نَبِيِّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
وَتَوَفَّنِي عَلَى مِلَّتِهِ، وَأَعِذْنِي مِنْ مُضِلَّاتِ الْفِتَنِ
Artinya: “Ya Allah,
hidupkan aku di atas sunnah Nabi-Mu, wafatkan aku di atas agamanya, dan
lindungilah aku dari fitnah-fitnah yang menyesatkan.” (HR Baihaqi)
Doa-doa yang dipanjatkan
oleh Abdullah bin Umar ini tentu baik untuk diamalkan. Bisa digabungkan dan
dibaca pada saat yang sama. Tetapi hal itu dilakukan setelah membaca dzikir
sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah di atas.
Karena kandungan makna doanya yang sangat mendalam, kiranya para jamaah haji atau umroh sangat dianjurkan untuk membaca doa ini ketika berada di bukit Shafa dan Marwa. Wallahu a’lam bis shawab.