Cuaca Ekstrem Melanda Makkah, Jamaah Haji Diminta Tetap Waspada
Sanib
Penulis
Admin
Editor
Laporan jurnalis MUI Digital, dari Makkah Arab Saudi
Makkah, MUI Digital – Cuaca di Arab Saudi sedang tidak bersahabat dengan suhu panas yang ekstrem. Dalam dua hari berturut-turut, Sabtu (2/5/2026) dan Ahad (3/5/2026), sedikitnya dua jamaah haji lansia asal Indonesia dilaporkan tumbang akibat kelelahan dan dugaan serangan panas usai menunaikan umrah wajib.
Kedua insiden terjadi di lokasi yang sama, yakni di jalur menanjak menuju Terminal Jabal Ka’bah, tepatnya di seberang kompleks hotel kawasan Masjidil Haram.
Saat kejadian, para jamaah berjalan kaki di bawah terik matahari menjelang siang. Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKPPJH) segera memberikan bantuan.
Pada kasus pertama, seorang lansia laki-laki dievakuasi menggunakan kursi roda ke area terminal untuk mendapatkan penanganan dan pendinginan tubuh.
Sementara pada kejadian kedua, petugas memberikan pertolongan awal dengan menyemprotkan air dingin ke tubuh jamaah yang nyaris pingsan sambil menunggu ambulans.
Kondisi jamaah berangsur membaik setelah mendapat penanganan. Selain itu, beberapa jamaah lansia lainnya juga terlihat mengalami kelelahan saat berjalan di tengah suhu tinggi. Mereka terpaksa beristirahat di trotoar sebelum melanjutkan perjalanan menuju terminal.
Baca juga: Penantian 14 Tahun Berakhir Sudah, Zainudin Akhirnya Berangkat Haji di Usia Senja
Berdasarkan pantauan, insiden kelelahan umumnya terjadi pada rentang waktu pukul 10.00 hingga menjelang siang.
Dalam beberapa hari terakhir, suhu udara di Makkah tercatat di atas 36 derajat Celsius, bahkan mencapai 42 derajat Celsius pada Ahad (3/5/2026) siang.
Kasi PKPPJH, Lansia, dan Disabilitas Daerah Kerja Makkah, Mayor CKM dr Riswan Siswanto, Sp N, menjelaskan bahwa kondisi jamaah saat kejadian menunjukkan tanda-tanda awal heatstroke.
“Kami cek tanda vital, termasuk tekanan darah dan saturasi oksigen. Saat itu sempat turun di bawah 95 persen,” ujarnya.
Ia menambahkan, salah satu jamaah diduga memiliki riwayat penyakit jantung, sehingga memperparah kondisi saat terpapar panas ekstrem.
Baca juga: Hari ke-13 Operasional Haji: 74 Ribu Jamaah Diberangkatkan, Bus Salawat 24 Jam Layani di Makkah
Menurutnya, jamaah lansia termasuk kategori risiko tinggi (risti), terutama karena faktor usia dan adaptasi terhadap iklim Arab Saudi yang jauh lebih panas dan kering dibandingkan Indonesia.
Sebagai langkah antisipasi, petugas mengimbau jamaah lansia untuk tidak memaksakan diri beribadah ke Masjidil Haram, khususnya pada siang hari. Jamaah disarankan berangkat setelah subuh atau menjelang maghrib saat suhu lebih bersahabat.
Selain itu, ketua kloter dan rombongan diminta lebih selektif dalam mengatur aktivitas jamaah, termasuk membatasi program city tour dan umrah sunnah berulang yang berpotensi menguras tenaga.
“Jangan sampai tenaga habis sebelum puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Itu fase yang paling menguras energi dan menjadi inti ibadah haji,” tegasnya.
Sebagai upaya mitigasi, PKPPJH bersama tim kesehatan akan menggelar berbagai kegiatan di hotel, seperti senam lansia dan tausiah, guna mengurangi mobilitas jamaah ke Masjidil Haram.
Edukasi keselamatan juga akan diperkuat melalui penyebaran informasi di hotel-hotel jamaah. Petugas berharap, dengan langkah ini, jamaah lansia dapat menjaga kondisi fisik dan menjalani puncak ibadah haji dengan aman dan optimal.