Terima DP MUI, Menhan Sebut KUII Miliki Peran Penting dalam Memperkuat Konsolidasi Kebangsaan
Sadam Al Ghifari
Penulis
Azharun N
Editor
JAKARTA, MUI Digital--Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kantor Kementerian Pertahanan.
Dalam pertemuan tersebut, Menhan menyampaikan bahwa rencana pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia VIII 2026, memiliki peran penting dalam memperkuat konsolidasi kebangsaan, menjaga konstitusi, serta mendukung kepentingan nasional.
Menhan juga menjelaskan bahwa berbagai program pemerintah merupakan bagian dari strategi transformasi bangsa.
Pertemuan tersebut mencerminkan bahwa pemerintah dan MUI memiliki tujuan yang sejalan dalam menjaga persatuan, stabilitas nasional, serta kepentingan bangsa dan negara.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan mengungkapkan silaturahim dengan Menhan RI untuk menyosialisasikan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII.
KUII akan digelar di Jakarta pada 24-26 Juli 2026 yang mengangkat tema: Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat. Penutupan KUII rencananya akan diisi acara puncak Milad ke-51 MUI.
Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, usai bertemu dengan Menhan, mengatakan pertemuan ini untuk mensinergikan langkah mewujudkan umat bersatu melalui KUII.
Buya Amirsyah menjelaskan, KUII adalah pertemuan formal yang melibatkan wakil legislatif, eksekutif dan yudikatif hingga organisasi politik, sosial maupun profesi untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan strategis. Terutama menetapkan arah kebijakan penguatan umat dan kedaulatan bangsa.
"Kongres Umat Islam Indonesia VIII ini bertujuan untuk menyamakan gerak langkah umat agar umat kuat sehingga dapat mengatasi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan bangsa saat ini di tengah ketidakpastian sebagai dampak geopolitik," kata Buya Amirsyah Tambunan kepada MUI Digital, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, tantangan dan ancaman, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dinilai dapat membahayakan keselamatan bangsa, kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Dalam kesempatan ini bersama Menhan, Sekjen MUI menyoroti tekanan rupiah yang terus merosot tajam terhadap dolar Amerika Serikat. Menurutnya, persoalan ini harus diatasi dengan ikhtiar bersama agar rupiah bisa kembali menguat.
"Tingginya permintaan global terhadap dolar AS sebagai aset aman, serta konflik geopolitik yang memicu ketidakpastian ekonomi. Faktor ini memicu arus modal keluar dari pasar negara berkembang (termasuk Indonesia)," tegasnya.
Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan bersilaturahim dengan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Ketua MUI Bidang Ekonomi M Azrul Tanjung, Bendahara MUI Yayat Sujatna, Wakil Sekretaris MUI Bidang Dakwah KH Arif Fahruddin, dan Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Halal H Rofiqul Umam Ahmad.