Taushiyah di Masjid Jami’ Makkah, Ketua MUI Sampaikan Tuntunan Wukuf di Arafah
Admin
Penulis
Oleh: Muhammad Fakhruddin, Jurnalis MUIDigital dari Makkah, Arab Saudi
MAKKAH, MUI.OR.ID - Menjelang Wukuf di Arafah, Mustasyar Dini Prof KH Asrorun Niam Sholeh menyampaikan taushiyah tentang persiapan Arafah kepada jamaah Shalat Shubuh di Masjid Jami al-Ghalib, di Kawasan Syisyah Makkah al-Mukarramah, Rabu (4/6/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Bidang Fatwa ini mengingatkan kepada seluruh jamaah shalat yang mayoritas berasal jamaah haji dari Indonesia, Banglades, dan Pakistan ini tentang persiapan perjalanan ke Arafah untuk Wukuf. “Wukuf di Arafah adalah puncak ibadah haji yang mengharuskan kehadiran fisik kita. Karena itu, perlu ada kesiapan fisik dan mental. Perlu pemahaman mengenai tata cara, syarat, rukun, wajib, sunnah, dan larangan-larangan ihram agar ibadah kita sah dan diterima”, ujarnya di mimbar bersama Imam Masjid Syeikh Ammar.
Lebih lanjut Niam menjelaskan, jamaah yang akan ihram untuk haji tamattu, miqat tempat mulainya niat adalah di pemondokan masing-masing.
Disunnahkan untuk mandi sebagaimana mandi besar, memakai wewangian, memotong kuku, memakai pakaian tanpa jahit berwarna putih, dan shalat sunnah ihram dua rakaat.
Setelah itu berniat Ihram untuk haji, dengan membaca Labbaikallahumma Hajjan; Nawaitu al-hajja wa Ahramtu bihi lillahi ta’ala. Dilanjutkan dengan memperbanyak membaca talbiyah dna dzikir, dalam perjalanan menuju Arafah.
“Sejak niat ihram, maka setiap jamaah haji terikat dengan larangan-larangan ihram. Karenanya setiap jamaah haji harus memahaminya demi keabsahan dan kesempurnaan haji”, tegasnya.