Jamaah Haji, Hindari Lakukan Hal Ini saat Gunakan Bus Salawat ke Masjidil Haram
Sanib
Penulis
Admin
Editor
Laporan jurnalis MUI Digital dari Makkah, Arab Saudi
Makkah, MUI Digital — Jamaah haji Indonesia diimbau tidak membawa barang berlebihan apalagi properti mewah saat menggunakan layanan bus salawat menuju Masjidil Haram.
Imbauan ini disampaikan untuk messncegah barang bawaan tertinggal di bus maupun tercecer saat beribadah.
Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi 2026, Syarif Rahman, mengatakan kebiasaan membawa banyak barang kerap menimbulkan persoalan bagi jamaah, terutama barang yang tertinggal atau hilang.
Karena itu, jamaah diminta tidak membawa barang yang tidak terlalu dibutuhkan saat berangkat ke Masjidil Haram.
Baca juga: Jamaah Haji Selama di Makkah Bisa Nikmati Layanan Bus Salawat Gratis Menuju Masjidil Haram
Menurut Syarif, barang berharga sebaiknya disimpan di hotel masing-masing. Sebaliknya, jamaah justru diminta selalu membawa kartu rute bus salawat sebagai panduan perjalanan.
Kartu rute tersebut penting untuk membantu petugas mengarahkan jamaah jika salah naik bus atau salah jalur.
Syarif menjelaskan, jamaah cukup mencocokkan warna dan nomor rute pada kartu dengan stiker nomor yang terpasang di badan bus, sehingga kecil kemungkinan tersesat.
Pada musim haji 1447 Hijriah, PPIH Arab Saudi menyiapkan 21 rute bus salawat bernomor 1 hingga 21 tanpa nomor ganda untuk memudahkan jamaah mengenali rute sesuai sektor pemondokan.
Layanan bus salawat beroperasi selama 24 jam dan melayani 10 sektor yang tersebar di lima wilayah pemondokan, yakni Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah.
Seluruh layanan ini diberikan gratis, dan jemaah diingatkan tidak perlu memberikan tip kepada sopir karena layanan telah dibayar melalui kontrak PPIH Arab Saudi dengan enam syarikah penyedia transportasi.
Sementara itu, mulai 30 April 2026, jamaah haji Indonesia gelombang pertama dijadwalkan mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah.
Sebanyak 12 kloter akan diberangkatkan, diawali kloter pertama dari Embarkasi Yogyakarta. Pergerakan jamaah ini menandai mulai optimalnya layanan transportasi di Makkah, termasuk operasional bus salawat bagi jamaah Indonesia.