Jamaah Haji Selama di Makkah Bisa Nikmati Layanan Bus Salawat Gratis Menuju Masjidil Haram
Sanib
Penulis
Admin
Editor
Laporan langsung reporter MUI Digital, dari Makkah, Arab Saudi
Makkah, MUI Digital — Layanan bus salawat disediakan untuk jamaah haji Indonesia selama di Makkah dan siap mengantarkan dari hotel menuju Masjidil Haram lalu kembali kembali ke hotel. Fasilitas ini beroperasi selama 24 jam tanpa dipungut biaya.Kepala Bidang Transportasi Daerah Kerja Makkah, Syarif Rahman, mengatakan layanan ini disiapkan sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi dan diperluas melalui kebijakan pemerintah Indonesia.
“Secara aturan, jamaah yang tinggal dengan jarak minimal 2.000 meter wajib diberikan transportasi. Tapi Indonesia memberikan layanan untuk seluruh jamaah, tanpa melihat jarak,” ujar Syarif kepada tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Daker Makkah, Ahad (26/4/2026) malam WAS.
Tahun ini, layanan transportasi jamaah Indonesia ditangani enam perusahaan (syarikat) dengan armada bus kota (city bus) yang tersebar di lima wilayah utama, yakni Misfalah, Jarwal, Raudhah, Syisyah, dan Aziziyah.
Setiap wilayah terhubung dengan terminal pemberangkatan menuju Masjidil Haram, yakni Misfalah melalui Terminal Ajyad, Jarwal dan Aziziyah melalui Terminal Jabal Ka’bah, serta Syisyah dan Raudhah melalui Terminal Syib Amir.
Untuk memudahkan jamaah, setiap bus dilengkapi stiker rute dengan kode warna dan nomor. Terdapat 21 rute berbeda dan seluruh jamaah dibekali kartu rute setibanya di hotel.
“Cukup lihat warna dan nomor kartu rute, jamaah tidak perlu lagi bertanya. Biasanya dalam dua-tiga hari sudah hafal,” kata Syarif.
Pengoperasian bus dilakukan bertahap menyesuaikan kedatangan jamaah. Pada masa puncak operasional, sebanyak 452 unit armada disiapkan, seluruhnya bus dengan usia maksimal lima tahun.
Layanan bus salawat beroperasi sejak kedatangan kloter pertama hingga 6 Zulhijjah menjelang Armuzna, lalu kembali beroperasi mulai 14 Zulhijjah hingga kepulangan kloter terakhir ke Indonesia.
Bus beroperasi nonstop 24 jam, dengan intensitas tertinggi menjelang dan sesudah waktu salat fardu. Waktu tunggu jamaah rata-rata berkisar 15 hingga 20 menit.
Baca juga: Jamaah Haji Lansia Diimbau tak Paksakan Arbain, Fokus Jaga Kesehatan
Sejalan dengan tagline haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan, pemerintah juga menyiapkan sekitar 52 unit bus khusus berlantai rendah (lower deck) yang memudahkan pengguna kursi roda naik tanpa harus diangkat.
Namun, layanan bus khusus ini bersifat berbasis permintaan (request) karena kapasitasnya terbatas, maksimal 18 penumpang termasuk pengguna kursi roda.
“Kalau dipaksakan beroperasi reguler, justru tidak efektif. Jadi kami kirim sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Baca juga: Menikmati Syahdunya Raudhah 'Taman Surga' di Nabawi: Lokasi Doa yang Diijabah
Syarif menegaskan seluruh layanan transportasi ini gratis. Jamaah diminta tidak memberikan bayaran maupun tip kepada sopir.
“Kami imbau jamaah dan keluarga di tanah air, tidak perlu memberi tip. Sopir sudah dibayar oleh perusahaan, dan ini bagian dari layanan resmi,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan jamaah agar selalu membawa kartu rute saat bepergian dan menjaga barang bawaan agar tidak tertinggal.
Untuk menjaga kelancaran layanan, bus ditempatkan di dua titik utama, yakni terminal dan kantong parkir dekat hotel. Koordinasi dilakukan secara real time oleh petugas lapangan.
“Kalau ada kekurangan armada di satu titik, langsung kami dorong dari terminal. Jadi jamaah tidak menunggu lama,” ujarnya.
Dengan pengaturan lalu lintas yang lebih ketat oleh otoritas Arab Saudi tahun ini, Syarif optimistis mobilitas jamaah akan lebih lancar dibanding musim sebelumnya. “Insya Allah tahun ini lebih terkendali sampai puncak haji,” kata dia.