Silaturahim dengan Menbud, Sekjen MUI: Lestarikan Budaya sebagai Aset Bangsa
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID—Budaya bangsa Indonesia sangat kaya dan beragam, meliputi warisan seperti pencak silat, angklung, batik, tarian saman, dan rumah adat yang unik di setiap daerah. Ada pula Upacara Ngaben di Bali dan Ritual Tiwah di Kalimantan Tengah.
Menurut Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, kekayaan itu harus dilihat sebagai suatu identitas budaya yang menghadirkan kedaulatan bagi bangsa.
“Keberagaman ini terbentuk dari berbagai pengaruh, mulai dari budaya lokal, Tionghoa, Arab, India, hingga Eropa, dan mencakup berbagai bentuk seni, bahasa daerah, dan sistem kekerabatan yang harus dilestarikan sebagai aset bangsa,” ucapnya dalam pertemuan dengan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon di Jakarta, Senin (22/9/25).
Buya Amirsyah pun menyampaikan, manusia dan besi (budaya) merupakan ciptaan Allah Swt yang diberikan keistimewaan. Karena keistimewaan itu, Allah menyebutnya secara langsung dalam Alquran surat Al-Hadid ayat 25.
وَاَنْزَلْنَا الْحَدِيْدَ فِيْهِ بَأْسٌ شَدِيْدٌ وَّمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللّٰهُ مَنْ يَّنْصُرُهٗ وَرُسُلَهٗ بِالْغَيْبِۗ اِنَّ اللّٰهَ قَوِيٌّ عَزِيْزٌࣖ
Artinya: Kami menurunkan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan berbagai manfaat bagi manusia agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa.
Menurut Buya Amirsyah, Allah memberikan tamsil melalui besi. Maka diperlukan budaya kuat seperti halnya besi yang merujuk pada periode prasejarah di mana perkakasa dan senjata yang diproduksi dari besi.
Tidak hanya budaya, lanjutnyam struktus sosial-politik dan penegakan hukum juga harus kuat layaknya besi.
“Besi menggantikan material yang lebih lemah seperti perunggu dan batu, dan menandai kemajuan signifikan dalam teknologi, pertanian, serta struktur sogfsial masyarakat harus kuat dalam bidang ekonomi, politik dan penegakan hukum,” ucap Buya Amirsyah.
Dalam pertemuan, hadir pula Ketua MUI Bidang Lembaga Seni, Budaya, dan Peradaban Islam (LSBPI) MUI KH Jeje Jaenudin, beserta jajaran kepengurusan LSBPI MUI.
Sebagai tindak lanjut, LSPBI MUI bersama Kemenbud RI akan menggelar kegiatan Kongres Kebudayaan Islam Internasional untuk mempromosikan budaya Islam Indonesia di kancah global. Di dalamnya juga akan digelar Dialog Budaya Islam.
Rencananya, kegiatan tersebut akan digelar pada rangkaian Gebyar Budaya Islam pada momentum Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI yang akan digelar pada 20-23 November 2025. (Rozi, ed: Nashih)