Silaturahim dengan Lembaga Mualaf, MUI Dorong Penguatan Konsolidasi dan Kolaborasi
Admin
Penulis
Wasekjen MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Arif Fahruddin mengatakan silaturahim ini digelar sebagai upaya penyamaan persepsi dan gerakan kepada lembaga mualaf bersama MUI.
Kiai Arif, begitu akrab disapa, menambahkan kegiatan ini secara formal baru pertama kali dilakukan oleh MUI. Meski secara non formal, MUI sudah sering berdakwah melibatkan para mualaf.
Kiai Arif menjelaskan dakwah MUI kepada para mualaf dilakukan secara khusus agar mereka dari mualaf menjadi mukallaf, kemudiaan dari mustahik menjadi muzaki.
"Karena bagaimana pun mualaf ini tentu tidak selamanya menjadi objek dakwah, tapi bagaimana pribadi Muslim tercerahkan, membuka inspirasi, bisa memberikan figurasi kepada khalayak untuk menampilkan wajah Islam. Jadi mereka tidak menapaki Islam sendirian, tetapi bersama MUI dan lembaga mualaf," kata Kiai Arif di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (23/9/2025).
Kiai Arif mengungkapkan, saat ini sudah banyak lembaga mualaf. Oleh karena itu, dia berharap lembaga mualaf dapat meningkatkan sinergitas, konsolidasinya, dan kolaborasinya.
"Dalam hal ini MUI menghimpun lembaga mualaf yang banyak itu untuk saling updating. Bagaimana lembaga mualaf yang satu (terkait) progres dan tantangannya apa," sambungnya.
Kiai Arif menjelaskan laporan itu nantinya akan menjadi catatan bagi MUI untuk mereview, sehingga tidak melihatnya secara parsial, guna membuat strategi agar MUI dapat mengoptimalisasi dan memberdayakan lembaga mualaf.
Kiai Arif mengungkapkan dalam pertemuan itu MUI mendengar sejumlah masukan dari para lembaga mualaf, salah satunya, pemberdayaan ekonomi.
"Ketika mualaf tidak berasal dari ekonomi mampu, ketika sudah memeluk Islam, imannya biar lebih kuat bagaimana intervensi dari lembaga mualaf yang ada termasuk MUI agar mereka di kehidupan ekonominya bersama, tidak sendiri," sambungnya.
Selain itu, ada usulan agar lebih mengedepankan entrepreneurship dalam pemberdayaan ekonomi mualaf. Menurut Kiai Arif, usulan ini tidak kalah seriusnya, selain pembekalan dan penguatan di sektor iman dan fikihnya bagi para mualaf.
"Artinya ketika sudah masuk Islam, orang yang baru masuk Islam belum kenal gimana caranya wudhu, caranya shalat, ibadah ritual Islam, banyak masukan disana sudah banyak pengalaman dan progres sudah masuk lembaga pemberdayaan bisnis kemudiaan pertanian. Ini sangat bagus dijadikan role model bagi lembaga lain supaya menetes ke program-program yang menyentuh para mualaf," ujarnya.
Lebih lanjut, Wasekjen MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah ini memberikan sejumlah pesan kepada para mualaf. Kiai Arif berpesan agar para mualaf bisa menjaga dan meningkatkan semangatnya sebagai mujahid.
Menurutnya, para mualaf ini merupakan mujahid iman dan Islam di bumi Indonesia. Dia menjelaskan, ketika sudah beriman dan berislaman secara benar, maka otomatis para mualaf itu menjadi sumber daya manusia yang sangat penting bagi eksistensi dan penguatan kebangsaan dan kenegaraan.
"Dakwah rahmatan lil alamin, jangan terjebak bahkan menjelek-jelekkan agama lain. Itu kontraproduktif, fokus menonjolkan keutamaan Islam, keindahan, membuat masyarakat melihat Islam dengan pandangan indah, damai, moderat, dan Islam rahmatan lil alamin dan mencerahkan," tutupnya.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)