Serangan Iran Targetkan Fasilitas AS di Negara-Negera Teluk, Peringatan Bergema
Latifahtul Jannah
Penulis
Admin
Editor
RIYADH— Negara-negara Teluk hari ini, Jumat (27/3/2026), mengumumkan mereka menjadi sasaran serangan Iran, dalam konteks yang menurut Teheran merupakan serangan terhadap lokasi dan kepentingan Amerika di kawasan tersebut.
Di Kuwait, Otoritas Pelabuhan Kuwait menyatakan Pelabuhan Shuwaikh terkena serangan drone, yang mengakibatkan kerusakan material tanpa korban jiwa.
Dilansir Aljazeera, Jumat, Otoritas tersebut menambahkan dalam pernyataannya bahwa mereka telah mengaktifkan prosedur darurat yang berlaku dalam situasi semacam ini dengan berkoordinasi bersama pihak-pihak terkait, sambil mencatat adanya kerusakan material.
Pelabuhan Shuwaikh adalah pelabuhan komersial tertua dan terpenting di Kuwait yang terletak di kawasan industri Shuwaikh di pesisir barat Kota Kuwait.
Pelabuhan ini dikelol Otoritas Pelabuhan Kuwait, memiliki beberapa dermaga, dan digunakan terutama untuk menangani barang dagangan dan kargo umum.
Baca juga: 8 Dusta Amerika Serikat dalam Perang Iran
Peringatan dan imbauan
Di Qatar, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan ancaman keamanan telah berlalu dan situasi telah kembali normal, serta menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi instruksi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Hal ini terjadi setelah sebelumnya kementerian tersebut mengeluarkan peringatan bahwa tingkat ancaman keamanan tinggi.
Qatar mengimbau seluruh warga negara dan penduduk untuk tetap tinggal di rumah dan tempat-tempat aman serta menjauhi jendela dan tempat-tempat terbuka.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain membunyikan sirene peringatan, seraya mengimbau warga negara dan penduduk untuk segera menuju tempat aman terdekat.
Komando Umum Pasukan Pertahanan Bahrain juga mengumumkan bahwa sejak dimulainya serangan Iran, mereka telah berhasil mencegat dan menghancurkan 154 rudal serta 362 pesawat tak berawak yang menargetkan Kerajaan.
Sementara itu di Arab Saudi, Kantor Berita Resmi Arab Saudi (SPA) menyatakan bahwa sistem pertahanan udara berhasil mencegat dan menghancurkan sejumlah pesawat tak berawak di wilayah Riyadh dan Timur.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Arab Saudi menjelaskan enam rudal balistik diluncurkan ke arah wilayah Riyadh, di mana dua di antaranya berhasil dicegat, sedangkan sisanya jatuh di perairan Teluk dan wilayah tak berpenghuni.
Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan pertahanan udaranya hari ini menangani 15 rudal balistik dan 11 pesawat tak berawak yang datang dari Iran.
Israel dan Amerika Serikat telah melancarkan serangan terhadap Iran selama hampir sebulan, dan Teheran membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke arah Israel
Iran juga melancarkan serangan terhadap apa yang disebutnya sebagai kepentingan Amerika di negara-negara Arab, namun beberapa serangan tersebut menewaskan dan melukai orang serta merusak fasilitas sipil, yang dikecam oleh negara-negara yang menjadi sasaran, yang menuntut penghentian serangan Iran.