Mengenal Satu-Satunya Srikandi Kepala Sektor di Makkah, yang tak Kenal Lelah
Sanib
Penulis
Admin
Editor
Laporan jurnalis MUI Digital, dari Makkah, Arab Saudi.
Makkah, MUI Digital —“Awalnya, saya sempat berpikir, mampu atau tidak,” ujar Eneng Kusnani di Makkah, Sabtu (2/5/2026).
Niat mengabdi sebagai pelayan tamu Allah membawa Eneng Kusnani pada tanggung jawab besar di musim haji 2026. Tak disangka, prajurit TNI Angkatan Laut itu kini menjabat sebagai Kepala Sektor (Kasektor) 3 Daerah Kerja (Daker) Makkah—dan menjadi satu-satunya perempuan yang memimpin sektor di pusat penyelenggaraan ibadah haji tersebut.
Baca juga: Penantian 14 Tahun Berakhir Sudah, Zainudin Akhirnya Berangkat Haji di Usia Senja
Dengan prinsip kedisiplinan yang tertanam sebagai prajurit, ia menegaskan kesiapan dalam menjalankan tugas. “Yang namanya TNI, siap tidak siap, harus siap,” katanya.
Ini bukan pengalaman pertama Eneng dalam pelayanan haji. Pada musim haji 2023, ia bertugas di Sektor Khusus (Seksus) Nabawi, Madinah.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting hingga akhirnya dipercaya memimpin sektor di Makkah. Dari sisi kepangkatan di bidang perlindungan jamaah, Eneng juga termasuk personel perempuan paling senior.
Namun, tanggung jawab sebagai Kasektor jauh lebih kompleks. Ia tak hanya dituntut hadir di lapangan, tetapi juga menguasai aspek manajerial hingga persoalan teknis jamaah.
“Di sektor, kita harus tahu dari manajemen sampai lapangan. Seluk-beluk masalah jamaah harus dipahami sedetail-detailnya,” jelasnya.
Baca juga: Cuaca Ekstrem Melanda Makkah, Jamaah Haji Diminta Tetap Waspada
Dengan pengalaman 28 tahun di dunia militer, Eneng menyadari keberhasilan tugas bukan hanya ditentukan pemimpin, melainkan kerja tim.
Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan menanggalkan ego. “Kita semua di sini petugas, termasuk saya,” ujarnya. Komitmen itu tampak saat kedatangan jamaah haji Embarkasi Makassar (UPG 3), Sabtu siang waktu Makkah.
Eneng tidak hanya memberi arahan, tetapi juga turun langsung membantu jamaah lansia turun dari bus. Selama dua bulan masa tugas, ia menargetkan timnya menjadi solid layaknya keluarga.
Ia pun mengapresiasi dukungan penuh dari para personel yang dinilai tangguh dan berpengalaman. “Mereka semangat sekali dan sangat membantu saya,” katanya.
Dalam kepemimpinan, Eneng mengedepankan keseimbangan antara kedekatan dan ketegasan. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menempatkan diri sesuai situasi.“Untuk jadi pemimpin itu harus tarik ulur. Ada saatnya kita santai, tapi saat tugas kita harus serius,” ujarnya.
Meski mayoritas anggotanya laki-laki, Eneng tetap percaya diri. Ia menjaga wibawa tanpa menciptakan jarak, dengan disiplin sebagai fondasi utama mulai dari apel pagi, ketepatan waktu, hingga kerapian berpakaian. “Jangan sampai kita mencoreng nama Indonesia,” tegasnya.
Di tengah dinamika penyelenggaraan haji di Makkah, Eneng menjalankan perannya dengan tenang namun tegas. Dengan niat mengabdi, ia berdiri sebagai pemimpin yang tak hanya kuat, tetapi juga humanis.