Terima KSP, Ketum MUI Puji Sosok Jenderal Dudung sebagai 'Santri Jenderal'
Sadam Al Ghifari
Penulis
Azharun N
Editor
Jakarta, MUI Digital-- Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima silaturahim Kepala Staf Kepresidenan (Kastaf) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat Selasa (5/5/2026).
Silaturahim tersebut diterima secara hangat oleh sejumlah Dewan Pimpinan MUI, antara lain, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis dan KH Marsudi Syuhud, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh, Ketua MUI Bidang Infokomdigi KH Masduki Baidlowi.
Hadir pula Ketua MUI Bidang Ekonomi M Azrul Tanjung, Ketua MUI Bidang Dakwah KH Abdul Manan Ghani, Ketua MUI Bidang Fatwa Metodelogi Buya Gusrizal Gazahar, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof Sudarnoto Abdul Hakim, dan Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah KH Sholahudin Al Aiyub.
Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, melalui platform Zoom, mengucapkan selamat atas dilantiknya Jenderal Dudung sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Ulama kharismatik asal Kediri, Jawa Timur ini memuji sosok Jenderal Dudung sebagai seorang 'santri jenderal' dan 'jenderal santri'.
Menurutnya, dilantiknya Jenderal Dudung sebagai Kepala Staf Kepresidenan mempunyai makna penting dalam rangka menuju Indonesia yang stabil, maju dan sukses.
Dalam kesempatan ini, Kiai Anwar menekankan peran MUI sebagai himayatul ummah (melindungi umat) dan shodiqul hukumah (mitra pemerintah).
Sebagai himayatul ummah, Kiai Anwar mengatakan MUI berupaya untuk melindungi umat dari paham menyimpang keagamaan maupun paham yang bertentangan dengan dasar-dasar bernegara.
"MUI melindungi umat ini dari segala yang haram seperti makanan minuman, kosmetik, obat-obatan. MUI juga membimbing umat menjadi masyarakat yang bisa menjalin ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah," kata Kiai Anwar.
Sementara dalam shodiqul hukumah, Pengasuh Pondok Pesantren Al Amien, Kediri, Jawa Timur ini mengatakan MUI akan membersamai pemerintah di dalam membangun bangsa ini.
"Menjadi bangsa yang keamanan dan stabilitas terjaga, menjadi bangsa yang kemakmuran dan kesejahteraan tercapai, serta menuju bangsa yang beriman, berketuhanan, beribadah kepada Allah Tuhan yang Maha Esa," sambungnya.
Kiai Anwar menegaskan, dua peran ini menjadi hakikat MUI dan tidak bisa hanya salah satunya.
"Dipundak kita ada amanah untuk memberikan pengayoman kepada umat. Ada pula tugas membersamai pemerintah di dalam membawa bangsa ini bangsa yang berdaulat, makmur dan sejahtera," tegasnya.