Sekjen MUI: Dukungan untuk Palestina Tanggung Jawab Kemanusiaan
A Fahrur Rozi
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Amirsyah Tambunan, menyatakan dukungan terhadap Palestina bukan semata persoalan agama, melainkan panggilan kemanusiaan dan tanggung jawab peradaban global.
Hal tersebut disampaikannya dalam peluncuran Headquarters Asia Pacific Coalition for Al-Quds and Palestine (APCAP) di Gedung Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Dalam sambutannya, Buya Amirsyah menekankan bahwa konflik yang terus berlangsung di Palestina telah melampaui batas-batas kemanusiaan dan menjadi krisis multidimensi yang berdampak luas, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah tetapi juga terhadap stabilitas moral dunia.
Ia menilai bahwa kekerasan yang terjadi secara berulang telah mencederai nilai-nilai universal yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat internasional, seperti keadilan, kemerdekaan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
“Perjuangan kita dalam mendukung Palestina bukan soal agama, melainkan kemanusiaan dan peradaban. Perang hanya menghancurkan moral, etika kemanusiaan, dan bahkan peradaban,” ujarnya.
Lebih lanjut, Buya Amirsyah pun menjelaskan bahwa penderitaan rakyat Palestina harus dilihat sebagai cerminan kegagalan kolektif dunia dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan.
Oleh karena itu, ia mendorong agar berbagai elemen, khususnya masyarakat sipil, tidak hanya menunjukkan solidaritas simbolik, tetapi juga mengambil peran aktif melalui aksi nyata yang berkelanjutan, baik dalam bentuk advokasi, edukasi, maupun dukungan kemanusiaan.
Baca juga: Ketua MUI: APCAP Jadi Langkah Strategis Konsolidasi Kekuatan Asia Pasifik untuk Palestina
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat sipil sebagai kekuatan moral dalam menghadapi krisis global.
Menurutnya, kekuatan sipil harus tetap bersatu dan tidak kehilangan harapan dalam memperjuangkan nilai-nilai keadilan.
“Masyarakat adalah kekuatan moral dan peradaban. Tidak boleh menyerah, tidak boleh putus asa. Jika manusia kehilangan moral dan etika, maka kehancuran peradaban dunia tidak terelakkan,” tegasnya.
Terhadap peluncuran yang berlangsung, Buya Amirsyah menilai bahwa inisiatif pembentukan APCAP menjadi langkah strategis dalam mengonsolidasikan kekuatan masyarakat sipil lintas negara di kawasan Asia Pasifik.
Ia menilai, selama ini berbagai upaya dukungan terhadap Palestina masih berjalan secara terpisah dan belum terintegrasi secara optimal, sehingga kehadiran koalisi ini diharapkan mampu memperkuat dampak gerakan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Peluncuran APCAP di Jakarta menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas negara di kawasan Asia Pasifik dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Koalisi ini diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai inisiatif kemanusiaan, advokasi, dan edukasi yang selama ini berjalan secara sporadis menjadi gerakan kolektif yang lebih terarah, terstruktur, dan memiliki daya dorong yang lebih kuat dalam mempengaruhi kebijakan global.