Peserta Pesantren Ramadan Kilat MUI Dibekali Ilmu Public Speaking untuk Calon Pemimpin Masa Depan
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Azharun N
Editor
Bekasi, MUI Digital — Peserta Pesantren Kilat Ramadan bagi Pramuka Penegak dan Pandega se-Jabodetabek mendapatkan pembekalan materi public speaking sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan kepemimpinan dan komunikasi yang baik.
Dalam sesi pelatihan tersebut, para peserta diajak memahami pentingnya komunikasi sebagai salah satu indikator keberhasilan seorang pemimpin. Menurut pemateri, Marlinda Irwanti Poernomo kemampuan berbicara di depan umum menjadi kunci agar seorang pemimpin mampu mempengaruhi orang lain serta mengubah hal-hal negatif menjadi positif.
“Seorang pemimpin harus pandai berkomunikasi. Melalui komunikasi yang baik, ia bisa mempengaruhi orang lain dan mengajak lingkungannya mencapai tujuan bersama,” ujarnya di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, Bekasi pada Sabtu (7/3/2026).
Para peserta pramuka juga didorong untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka. Kemampuan public speaking dinilai penting agar generasi muda dapat menyampaikan gagasan, menyebarkan energi positif, serta memberikan pengaruh baik bagi masyarakat.
Dalam materi yang diberikan, peserta diajarkan beberapa prinsip dasar public speaking. Salah satunya adalah pentingnya memimpin diri sendiri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain. Kepercayaan diri dan kemampuan mengelola diri disebut sebagai fondasi utama dalam berbicara di depan publik.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada konsep komunikasi verbal dan non-verbal, termasuk pentingnya sikap, bahasa tubuh, serta akhlak yang baik dalam menyampaikan pesan.
“Public speaking bukan bawaan lahir. Kemampuan ini bisa dipelajari dan dilatih setiap hari. Kuncinya adalah membiasakan diri berkomunikasi dengan baik di lingkungan terdekat,” jelasnya.