Oleh: Arifah Fauzi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Saudara-saudaraku yang saya cintai,
Hari ini, jutaan jiwa berkumpul di Padang Arafah—sebuah momen suci dalam ibadah haji, tempat perjumpaan antara manusia dengan Tuhannya dalam kerendahan hati dan harapan. Dan bagi saudara kami yang berada di tanah air, momen ini adalah saat yang tepat untuk berwuquf dalam arti sosial: merenung, berhenti sejenak, lalu bergerak dengan niat mulia untuk merangkul perempuan-perempuan tangguh, melindungi anak-anak penerus bangsa, dan menanam benih harapan untuk Indonesia yang lebih baik.
Dari beberapa referensi, salah satunya dalam Ar-Rahiq Al Makhtum – Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyurrahman Al Mubarakfuri dan Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam.
Dikisahkan bahwa memasuki bulan Dzulhijjah, Rosulullah SAW bersiap untuk melaksanakan ibadah haji dan memerintahkan kaum muslimin untuk menyiapkan perbekalan. Rosulullah meminta kesaksian kaum muslimin bahwa Beliau telah menunaikan Amanah, menyampaikan risalah dan menasehati ummat. Dan Nabi mengumumkan niatnya untuk melaksanakan haji wada.
Mendengar pengumuman itu, orang-orang berdatangan ke Madinah. Mereka semua ingin ikut bersama Rosulullah. Nabipun bersiap-siap menyisir rambut, memakai jubah dan memakai minyak wangi. Haji wada ini adalah haji terakhir dan satu-satunya yang Beliau lakukan dan dianggap sebagai moment penting dalam sejarah Islam.