JAKARTA, MUI.OR.ID – Rakyat Myanmar diuji dengan bencana besar. Gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter mengguncang wilayah tersebut, menelan lebih dari 3.000 korban jiwa serta menghancurkan ribuan bangunan, termasuklebih dari 60 masjid.
Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bunyan Saptomo, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas musibah ini.
“Bencana gempa ini menambah kesengsaraan rakyat Myanmar yang telah lama menderita akibat konflik internal dan perang saudara yang berkepanjangan,” ujarnya kepada MUIDigital di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2025)
Dia menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia dan sejumlah lembaga filantropi telah mengirimkan bantuan ke Myanmar. Namun, dia menyayangkan minimnya gaung seruan solidaritas dari masyarakat Indonesia terhadap penderitaan rakyat Myanmar, yang seolah tenggelam di tengah euforia mudik lebaran.