Kiai Marsudi: Tolok Ukur Mabrur adalah Keluhuran Akhlak Sepulang dari Haji
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr KH Marsudi Syuhud MM, mengingatkan pentingnya memahami nilai-nilai spiritual dalam ibadah haji, terutama dalam rangka menyambut musim haji 1446 H/2025 M.
Dalam tayangan di kanal YouTube MUI TV, Kiai Marsudi menegaskan bahwa ukuran kemabruran haji tidak terletak pada aspek fisik semata, melainkan pada perilaku jamaah setelah kembali ke Tanah Air. “Haji mabrur adalah haji yang membawa pulang perilaku positif,” ujarnya.
Kiai Marsudi menambahkan bahwa ibadah haji merupakan bentuk pengabdian menyeluruh kepada Allah SWT, yang menuntut kesiapan lahir dan batin.
Prosesnya mencakup persiapan sebelum berangkat, pelaksanaan seluruh rukun dan wajib haji, hingga kembalinya jamaah ke masyarakat dengan membawa perubahan nyata dalam sikap dan akhlak.
Kiai Marsudi menjelaskan bahwa setiap ibadah dalam Islam memiliki hikmah yang dalam, termasuk haji. Dua di antaranya adalah sebagai bentuk pengakuan seorang Muslim sebagai hamba Allah SWT, serta sebagai ekspresi rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. “Setiap ibadah punya makna penghambaan dan rasa syukur,” tambahnya.
Kiai Marsudi mengajak para jamaah haji untuk tidak hanya fokus pada pelaksanaan teknis ibadah, tetapi juga menggali makna spiritual di balik setiap ritual yang dijalani.