Infokom MUI Goes to Campus, Rektor UIN Yogyakarta: Tanggung Jawab Digital Perlu Ditanamkan di Dunia Pendidikan
Admin
Penulis
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Noorhaidi Hasan menegaskan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menciptakan ruang digital yang sehat. Ia mengatakan, konten menyesatkan di ruang digital memang sulit dihapus karena sifat dunia digital yang terbuka, namun hal itu bisa diimbangi dengan memperbanyak konten yang bermanfaat.
“Generasi muda harus terus diajak memproduksi konten-konten sehat yang menjelaskan ajaran agama secara benar dan kontekstual agar tidak terjerumus pada perilaku menyimpang,” ujarnya kepada MUIDigital usai acara Infokom MUI Goes to Campus di Ruang Teatrikal Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Rabu (24/9/2025).
Lebih lanjut, ia menilai bahwa literasi digital dan kesadaran bermedia secara sehat perlu ditanamkan sejak dini melalui jalur pendidikan. Menurutnya, kurikulum sekolah maupun perguruan tinggi sebaiknya memuat materi tentang cara menggunakan internet secara bijak, etika bermedia sosial, hingga pemanfaatan platform digital secara bertanggung jawab.
“Kesadaran tentang tanggung jawab digital perlu ditanamkan di sekolah menengah hingga perguruan tinggi. MUI dapat memelopori pedoman etika digital yang bisa dijadikan acuan bersama,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Prof. Noorhaidi juga menyinggung perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) yang kini tidak bisa lagi dibendung penggunaannya. Ia menegaskan bahwa larangan terhadap AI tidak akan efektif, sehingga yang terpenting adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis, logis, dan analitis.
“Kita tidak mungkin membendung penggunaan AI. Langkah yang perlu dilakukan adalah membekali mahasiswa agar tetap mampu melahirkan gagasan orisinal, bermanfaat, dan berwawasan luas. AI memang memberi kecepatan, tetapi mahasiswa harus bisa memilah dan mengolah banjir data yang ada menjadi pengetahuan yang bernilai,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut dari seminar ini, UIN Sunan Kalijaga berkomitmen memperkuat program-program kemahasiswaan yang berorientasi pada penguatan literasi digital. Berbagai kegiatan seperti workshop, training of trainers, in house training, hingga pelatihan etika digital akan dikembangkan dengan melibatkan mahasiswa secara aktif.
“Kami akan melibatkan mahasiswa sebagai duta muamalah digital yang sehat dan produktif. Ke depan, organisasi kemahasiswaan, Dewan Mahasiswa, Senat Mahasiswa, maupun UKM perlu ikut berperan agar ruang digital kita semakin sehat, bertanggung jawab, dan produktif,” pungkas Prof. Noorhaidi. (Fitri Aulia Lestari/Azhar)