JEDDAH, MUI.OR.ID – Pembimbing Ibadah (Bimbad) Kloter JKG 02 Embarkasi Jakarta, Drs H Saparudin, MA, menyampaikan bahwa ibadah haji tidak hanya membawa dampak spiritual, tetapi juga dapat memperbaiki kondisi ekonomi seseorang.
"Alhamdulillah, kita patut bersyukur karena seluruh rangkaian ibadah haji telah dilalui dengan lancar dan seluruh jemaah dalam keadaan sehat walafiat. Ini adalah nikmat besar yang harus kita syukuri," ujar Saparudin, Rabu (18/6/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya memaknai doa yang biasa dipanjatkan jamaah setelah berhaji, salah satunya adalah harapan agar diberikan rezeki yang tidak pernah merugi.
"Saya berharap motivasi kita untuk meningkatkan kehidupan kita, terutama ekonomi akan terus meningkat, akan terus bertambah karena Allah berjanji watijarotan lan tabur. Allah akan memberikan yang kita minta perdagangan, bisnis yang tidak akan pernah merugi. Itu yang kita harapkan," kata Saparudin.
Ia menyebut, janji Allah terkait hal tersebut bukan sekadar kata-kata, tetapi telah ia rasakan sendiri.
“Saya mengalami sendiri. Ketika pertama kali mendaftar haji, saya hanya punya dana talangan Rp10 juta dari orang tua. Tapi saya berdoa agar bisa berhaji di usia muda dan tanpa meninggalkan hutang. Ternyata, dalam waktu kurang dari tiga bulan, Allah memberikan rezeki yang tidak saya duga sebelumnya, bahkan cukup untuk biaya haji khusus,” kisahnya.
Menurutnya, sejak seseorang berniat berhaji dan mendaftarkan diri, saat itu pula Allah telah membuka pintu-pintu rezeki. Ia mengajak seluruh umat Muslim agar tidak ragu untuk mendaftar haji, meskipun kondisi ekonomi belum sepenuhnya mapan.