Catatan dari Tanah Suci: Eskalasi Perang Meningkat, Ganggu Kepulangan Jamaah Haji
Admin
Penulis
Oleh: Muhammad Fakhruddin, Jurnalis MUIDigital dari Jeddah, Arab Saudi
JEDDAH, MUI.OR.ID - Jamaah haji asal Banyuwangi Sulaiman yang tergabung dalam Kloter SUB Embarkasi Surabaya tampak tenang dan menerima dengan lapang dada ketika menerima informasi bahwa kepulangannya ke Tanah Air ditunda. Pesawat Saudia Airlines yang sedianya membawa pulang Sulaiman ke Indonesia membatalkan penerbangannya akibat eskalasi perang Iran-Israel plus Amerika Serikat di Timur Tengah, pada Senin malam (23/6/2025) waktu Arab Saudi.
Baginya, itu bukanlah masalah besar, melainkan bagian dari ujian dan pengalaman berharga yang harus dijalani. "Insiden kecil menjelang kepulangan itu saya anggap wajar. Saya tidak ambil pusing. Justru saya ambil hikmahnya. Allah pasti punya skenario-Nya sendiri," ungkap Sulaiman saat ditemui di Wow Hotel Jeddah, Selasa (24/6/2024).
Sulaiman dan rombongan jamaah haji dari Kloter SUB 43 dan SUB 44 dari Embarkasi Surabaya ditempatkan di tujuh hotel transit di Jeddah sambil menunggu penerbangan selanjutnya.
Bagi Sulaiman, seluruh rangkaian ibadah haji adalah sarana belajar untuk sabar, bersyukur, dan menerima setiap kondisi sebagai bagian dari rencana Tuhan. Ia mengingatkan sesama jamaah agar tetap tenang dan mengambil hikmah dari setiap kejadian.
"Haji ini adalah ujian kesabaran. Jangan terlalu emosi. Semua ini demi keamanan dan kebaikan kita bersama," pesan Sulaiman.
Dua kelompok terbang (kloter) jamaah haji asal Embarkasi Surabaya, yaitu SUB 43 dan SUB 44, gagal diberangkatkan pulang ke Tanah Air pada Senin malam (23/6/2025) akibat meningkatnya eskalasi situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Saat itu, Iran sedang mengirim rudal ke pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di Qatar.