4 Peran Lembaga Kesehatan MUI dalam Pencegahan Kasus Diabetes di Indonesia
Admin
Penulis
Wakil Ketua Lembaga Kesehatan MUI Dr dr Bayu Wahyudi mengungkapkan, setidaknya ada 4 peran yang bisa dilakukan oleh Lembaga Kesehatan MUI untuk mencegah kasus diabetes di Indonesia.
Pertama, kata Dokter Bayu, melakukan pendekatan religius dengan mengeluarkan fatwa atau pandangan keagamaan tentang pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari iman dan larangan berlebihan dalam mengkonsumsi makanan dan minuman, terutama yang memiliki kandungan gula tinggi.
Kedua, lanjutnya, program edukatif dengan melakukan promotir dan preventif diabetes melitus (DM) dan penyakit jantung. Program ini dengan menyelenggarakan ceramah-ceramah kesehatan di masjid dan majelis taklim yang fokus pencegahan diabetes dan hipertensi, penyakit jantung, melalui pola gaya hidup sehat.
"Kemitraan strategis: bersinergi dengan Kementerian Kesehatan dalam kampanye nasional pencegahan diabetes yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan mengikuti pola hidup sehat ala Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan umat Islam yang mana umat Islam di Indonesia sebagai mayoritas," ungkapnya, Senin (22/9/2025).
Lebih lanjut, dia mendorong program pencegahan dan deteksi dini untuk mengantisipasi penyakit diabetes di Indonesia. Pertama, pemeriksaan berkala dengan mengimplementasikan program skrinning diabetes regular.
Dia menambahkan, skrinning diabetes regular ini khususnya bagi kelompok berisiko tinggi melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan primer dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Lebih lanjut, dia menilai perlunya membentuk kelompok dukungan seperti adanya komunitas peduli diabetes untuk saling mengingatkan dan mendukung dalam penerapan pola hidup sehat.
"Integrasi layanan: mengintegrasikan layanan pencegahan diabetes dengan program penyakit tidak menular lainnya," kata Dokter Bayu.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)