Khutbah Jumat: Nishfu Sya’ban, Momen Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Ibadah
Oleh: Admin
Foto: Pinterest
Oleh: KH A. Roghob Alfatiry, Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Kota Tangerang
Khutbah I
اَلسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُاللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
.اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِىْ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا، فَصَّلَ وَبَيَّنَ وَقَرَّرَ صِرَاطًا مُسْتَقِيْمًا، اَشْهَدُاَنْ لَااِلٰهَ اِلَّااللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ فَصَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ خَيْرِ الْاَنَامِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَاللّٰهِ، اُوْصِيْكُم وَاِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ الْمَنَّانِ، الْقَائِلِ فِى كِتَابِهِ الْقُرْاٰنِ،-اَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، (..... وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ)
Ma’asyiral Muslimin, Sidang Jumat Rahimakumullah,
Segala puji milik Allah SWT, Dzat yang memberikan kita kenikmatan berupa kesehatan jasmani dan rohani; dari sisi jasmani kita diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga berkemampuan menegakkan ibadah Jumat serta kita juga masih diberi umur oleh Allah SWT hingga saat ini masih bisa bertemu dengan bulan Sya’ban, dan mudah-mudahan kita juga diperkenankan bisa berjumpa dengan bulan suci Ramadhan, Amin Ya Rabbal ‘Alamin.
Kenikmatan secara rohani kita masih diberikan hidayah oleh Allah SWT, sehingga kita masih mampu menunjukkan ketaatan kepada-Nya, salah satunya kita tunjukkan dengan hadirnya kita pada ibadah shalat Jumat ini.
Kemampuan kita melaksanakan ibadah termasuk ibadah Jumat ini bukanlah semata-mata kemampuan dan kesanggupan diri kita sebagai hamba Allah, tetapi kita sadari bahwa semua ini bersumber dari kekuatan yang datang dari Allah SWT, sebagai jawaban atas doa yang sering kita panjatkan, yaitu doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW yang disampaikan melalui sahabat Mu’adz bin Jabal:
اَللّٰهُمَّ اَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Artinya: “Ya Allah, tolong aku untuk tetap menyebut nama-Mu,bersyukurkepada-Mu,dan beribadah/memberikan pengabdian terbaik untuk-Mu.” (HR Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad)
Ma’asyiral Muslimin,
Di hari yang agung ini, di atas mimbar yang mulia, tidak bosan-bosannya khatib mengingatkan diri pribadi khatib dan jamaah Jumat pada umumnya, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, karena orang yang paling mulia di sisi-Nya adalah orang yang paling bertakwa, yakni yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi semua yang dilarang-Nya.
Takwa itu menjadi sifat yang paling mulia di sisi Allah, di samping menjadi sebaik-baik bekal, sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam bagian surat al-Baqarah ayat 197:
...وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰى....
Artinya: “…berbekallah kamu dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa….”
Hadirin, Sidang Jumat Rahimakumullah,
Saat ini kita sudah memasuki bulan Sya’ban, Rasulullah SAW memberikan informasi yang berisi peringatan sekaligus motivasi kepada kita, dalam salah satu sabdanya:
ذٰلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ, وَهُوَ شُهْرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ الْاَعْمَالُ اِلٰى رَبِّ الْعَالْمِيْنَ, فَاُحِبُّ اَنْ يُرْفَعَ عَمَلِى وَاَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Bulan itu, banyak manusia yang lalai, yaitu (bulan) antara Rajab dan Ramadhan, bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (HR an Nasa’i dan Ahmad)
Hadis ini bukan untuk membenarkan kelalaian, melainkan sebagai motivasi agar kita lebih bersemangat dalam beribadah dan tidak menjadi bagian dari orang-orang yang lalai. Kelalaian bukan hanya sekedar lupa atau tidak tahu, tetapi sikap meremehkan atau mengabaikan sesuatu yang telah diketahui.
Memasuki pekan kedua bulan Sya’ban ini, di mana Ahad lusa kita berada pada pertengahan bulan, lazimnya umat menyebutnya sebagai “Nishfu Sya’ban” dan malamnya adalah Malam Nishfu Sya’ban.
Malam Nishfu Sya’ban merupakan malam yang diberkahi, sehingga kita sebagai umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, salah satunya dengan jalan bertaubat.
Bertaubaat merupakan amalan dan perbuatan terpuji karena bersimpuhnya seorang hamba kepada Rabb-nya, Allah SWT. Dengan taubat juga hamba akan mengingat dan menyadari akan semua dosa yang telah dilakukannya dan tidak akan mengulanginya lagi.
Taubat bisa menjadi pembersih jiwa kita dan menjadi penghormatan juga untuk buan Sya’ban dalam menyongsong datangnya bulan Ramadhan. Karena sesungguhnya Allah SWT menyukai orang-orang yang bertaubat dan membersihkan diri. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 222 yang berbunyi:
... اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Artinya: “… Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.”
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Malam hari, di malam Nishfu Sya’ban merupakan salah satu waktu yang utama untuk berdoa, bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Banyak keterangan yang menganjurkan kepada kita untuk selalu berdoa dan bertaubat kepada Allah SWT, sebagaimana yang tercantum pada salah satu hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim berikut:
عَنْ اَبِى مُوْسَى عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْئُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْئُ اللَّيْلِ حَتّٰى تُطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا
Artinya: Dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Sungguh, Allah SWT membuka tangan-Nya pada malam hari agar pendosa di siang hari dapat bertaubat, dan menggelar tangan-Nya pada siang hari agar pendosa di malam hari dapat bertaubat sampai matahari terbit dari tempat tenggelamnya.” (HR Muslim)
Dari penjelasan di atas sudah sangat jelas bahwa Allah SWT membuka pintu taubat sepanjang hari dan sepanjang malam, sehingga tidak ada kata terlambat untuk para hamba-Nya bertaubat, memperbaiki diri dan mendekatkan diri ber-taqarrub kepada Allah SWT.
Sesungguhnya Allah SWT memberikan banyak kemudahan kepada kita untuk selalu bertaubat dan memohon ampunan kepada-Nya. Allah SWT menunggu kita untuk selalu bertaubat, kembali ke jalan yang benar, dengan mengingati segala dosa yang pernah dilakukan selama hidup. Allah tidak peduli seberapa banyak dan besarnya dosa hamba-Nya, karena sesungguhnya Allah SWT Maha Pengampun, Maha Penyayang dan selalu menerima taubat hamba-hambaNya selama dilakukan dengan kesungguhan.
Hal tersebut sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah:
عَنْ اَبِىْ هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَوْاَخْطَأْ ْتُمْ حَتَّى تَبْلُغَ السَّمَاءَ ثُمَّ تُبْتُمْ لَتَابَ عَلَيْكُمْ (سنن ابن ماجه)
Artinya: Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Andai kalian bersalah hingga mencapai langit lalu kalian bartaubat, niscaya Ia akan menerima taubat kalian.” (HR Ibnu Majah)
Hadirin, Sidang Jumat Rahimakumullah,
Bertaubat kepada Allah SWT merupakan sikap dan tindakan yang sangat terpuji meskipun dilakukan di usia senja, bahkan di usia renta sekalipun, dan Rasul menganjurkan kepada orang yang sudah tua untuk bertaubat, dan beliau juga mengapresiasi taubatnya orang-orang usia tua.
Dalam sabdanya, Rasulullah memberikan motivasi terhadap orang-orang yang ingin bertaubat, atau minimal berbuat kebaikan sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Thabrani:
عَنْ اَبِى ذَرٍّقَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ اَحْسَنَ فِيْمَا بَقِيَ غُفِرَ لَهُ مَامَضَى وَمَنْ اَسَاءَ فِيْمَا بَقِيَ اُخِذَ بِمَامَضَى وَمَا بَقِيَ
Artinya: Diriwayatkan dari sahabat Abi Dzar, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “ Siapa yang berbuat baik pada sisa usianya , niscaya diampuni dosanya yang telah lalu. Tetapi siapa yang berdosa pada sisa umurnya , niscaya disiksa atas perbuatan dosanya yaang telah lalu dan dosa pada sisa usianya.” (HR ath Thabrani)
Dari keterangan di atas, dapat dipahami bahwa ketika seseorang sudah berusia lanjut, kemudian bertaubat, maka Allah memberikan ganjaran berupa ampunan dosa-dosa yang telah lalu, akan tetapi sebaliknya jika tidak segera bertaubat, Allah akan menyiksa terhadap dosa-dosa masa lalu.
Sidang Jumat Rahimakumullah,
Demikianlah khutbah Jumat hari ini, mudah-mudahan kita mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita atas bimbingan dan hidayah Allah, diberi kemampuan untuk menggapai ridho dan kasih-sayang-Nya, Amin Ya Mujibassailin.
بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَ تَقَبَّلَ مِنِّي وَ مِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَ لَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Khutbah II
.اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
.أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا
.اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
.اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ