Lewati ke konten utama
Selasa, 30 Juni 2026 / 14 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Khutbah

Khutbah: Takwa dan Kepedulian Sosial

4 menit baca 8.102 dibaca
Admin

Oleh: Admin

Diunggah: Admin Admin Editor: Admin
Khutbah: Takwa dan Kepedulian Sosial
Foto: Pinterest
Bagikan:

Oleh: Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim, MA, Ketua MUI Bidang Hublu dan Kerjasama Internasional/Wakil Ketua LHKI PP. Muhammadiyah

*Khutbah ini disampaikan dalam shalat Idul Fitri 1447 di Banjarnegara, Jawa Tengah

Khutbah I

اَللّٰهُ أَكْبَرُ (9x) لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.

مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَإِنَّ التَّقْوَى هِيَ خَيْرُ الزَّادِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah,

Hari ini adalah hari yang penuh kebahagiaan setelah selama satu bulan penuh kita menunaikan ibadah shiyam Ramadhan.

Hari ini adalah hari ketika jutaan kaum muslimin di seluruh dunia mengumandangkan takbir memuji kebesaran Allah SWT. Hari ini kita merayakan Idul Fitri, hari kembali kepada kesucian, hari kembali kepada fitrah.

Namun di balik kegembiraan ini, ada satu pertanyaan penting yang perlu kita renungkan bersama: Apa sebenarnya yang kita peroleh dari Ramadhan yang telah kita lalui?

Selama satu bulan penuh kita berpuasa, menahan lapar dan dahaga, menahan hawa nafsu, memperbanyak ibadah, memperbanyak doa dan istighfar.

Allah SWT menjelaskan tujuan dari semua itu dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Sebagai orang-orang yang beriman, kita wajib melaksanakan shiyam di bulan Ramadan agar kita semua  menjadi orang-orang yang bertakwa. Seruan dalam ayat ini mengindikasikan bahwa orang-orang yang menyatakan diri sebagai orang yang beriman belum tentu bertakwa.

Takwa bukan hanya tampak dalam ibadah-ibadah ritual seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Takwa juga harus tampak dalam sikap hidup kita di tengah masyarakat.

Orang yang bertakwa adalah orang yang peduli terhadap kebaikan bersama, yang memperjuangkan keadilan, dan yang berusaha mencegah berbagai bentuk kemungkaran. Ini sesuai dengan firman Allah dalam Alquran yang memerintahkan dengan tegas:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Amar maruf nahi munkar adalah bagian penting dari takwa. Kita diperintahkan untuk mengajak kepada kebaikan dan berusaha mencegah kemungkaran.

Khusus menyangkut soal nahi munkar, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذٰلِكَ أَضْعَفُ الْإِيْمَانِ

Kemungkaran bukan hanya perbuatan dosa pribadi. Kemungkaran juga bisa berbentuk kezaliman sosial, penindasan, ketidakadilan, dan eksploitasi terhadap manusia, baik yang dilakukan oleh kelompok maupun oleh suatu negara sekalipun.

Oleh karena itu, orang yang benar-benar bertakwa tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk membela kebenaran dan menolak kezaliman, apalagi saat ini kita menyaksikan satu bentuk kezaliman besar dan sistematis karena didukung oleh kekuatan politik negara, jaringan internasional, ekonomi, dan militer.   

اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah,

Ramadhan juga mengajarkan kepada kita spirit pembebasan. Tauhid bukan hanya sebuah keyakinan teologis. Tauhid adalah kekuatan yang membebaskan manusia.

Kalimat لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ  berarti membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allah. Ia juga berarti membebaskan manusia dari sistem yang menindas, membebaskan manusia dari kekuasaan yang zalim, dan membebaskan manusia dari berbagai bentuk penjajahan.

Karena itu, Islam sejak awal hadir untuk membebaskan manusia dari kezaliman seperti perbudakan menuju keadilan dan kemuliaan. Inilah yang disebut sebagai gerakan tahriru raqabah. Misi inilah yang pertama kali diemban oleh Rasulullah Muhammad, yaitu menegakkan tauhid yang implikasi sosialnya adalah memerdekakan budak dan mengembalikan derajat, kehormatan dan kedaulatan mereka yang selama ini tertindas.

Namun, hari ini kita menyaksikan bahwa berbagai bentuk kezaliman masih terjadi di dunia. Kita menyaksikan krisis kemanusiaan yang sangat memilukan di berbagai tempat, termasuk penderitaan yang dialami saudara-saudara kita di Palestina dan Gaza, di mana ribuan manusia kehilangan rumah, kehilangan keluarga, dan bahkan kehilangan nyawa sebagai akibat dari penindasan yang dilakukan Israel dan memperoleh dukungan penuh dari Amerika.

Kita juga menyaksikan meningkatnya konflik dan ketegangan global yang berpotensi memperluas penderitaan umat manusia. Menyusul penghancuran di Gaza dan Palestina, serangan Israel-Amerika terhadap Iran dan serangan balasan Iran  telah meningkatkan ketegangan dan pertentangan luas dengan berbagai akibatnya.

Semua ini menunjukkan bahwa dunia kita sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang sangat serius. Karena itu, seorang mukmin tidak boleh bersikap acuh tak acuh.

Keimanan harus melahirkan kepedulian terhadap penderitaan manusia. Gerakan orang-orang yang bertakwa untuk beramar ma’ruf-nahi munkar adalah sebuah keniscayaan untuk memperbaiki kehidupan supaya terwujud kemaslahatan, kedamaian dan keadilan atau maslahah ‘ammah dan rahmatan lil ‘alamin.

Karena itu takwa adalah bukan saja urusan pribadi, akan tetapi berkaitan pula dengan urusan keluarga, urusan lembaga pendidikan, urusan masyarakat dan bahkan juga urusan negara.  

اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Hadirin yang Dimuliakan Allah,

Ramadhan juga mendidik kita untuk memiliki solidaritas kemanusiaan. Rasa lapar yang kita rasakan selama Ramadhan seharusnya membuka hati kita untuk merasakan penderitaan orang lain.

Dalam ajaran Islam, solidaritas ini disebut taawun, yaitu saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Taawun berarti saling membantu dalam kebaikan; memperkuat solidaritas kemanusiaan. Selain itu, taawun juga berarti menghadirkan kepedulian bagi mereka yang menderita. Dan Idul Fitri seharusnya melahirkan masyarakat yang lebih peduli, lebih adil, dan lebih beradab.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Hadirin yang Dimuliakan Allah,

Pada hari yang mulia ini, marilah kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar umat Islam di berbagai belahan dunia diberikan kekuatan dan perlindungan dari Allah.

Semoga Allah memberikan pertolongan kepada mereka yang tertindas di mana-mana. Dan semoga Allah menjadikan kita semua bagian dari orang-orang yang mampu menghadirkan kebaikan dan menjadi bagian dari solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan dunia saat ini.

Untuk itu semua mari kita panjatkan doa:

اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي فِلَسْطِيْنَ وَفِي غَزَّةَ وَفِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْفَعِ الظُّلْمَ وَالْعُدْوَانَ عَنِ الْمَظْلُوْمِيْنَ، وَأَنْزِلِ السَّكِيْنَةَ وَالسَّلَامَ عَلَى الْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِيْنَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.

بَارَكَ الله ُلِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنيِ وَاِيّاَكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

Khutbah II

الله أكبر(7x)  كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله ُوَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله ُوَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ. الحَمْدُ لِلّهِ حَمْداً كَثِيْرًا كَماَ أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ إِرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلَآئِقِ وَالبَشَرِ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحَ الغُرَرِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيآأَيُّهاَالحاَضِرُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَافْعَلُوْاالخَيْرَ وَاجْتَنِبُوْآ عَنِ السَّيِّآتِ. وَاعْلَمُوْآ أَنَّ الله َأَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّابِمَلَآئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقاَلَ تعالى فِيْ كِتاَبِهِ الكَرِيْمِ  أَعُوْذُ باِلله ِمِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَحِيْمِ. إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآأَيُّهاَالَّذِيْنَ آمَنُوْآ صَلُّوْآ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. فَأَجِيْبُوْآالله َاِلَى مَادَعَاكُمْ وَصَلُّوْآ وَسَلِّمُوْأ عَلَى مَنْ بِهِ هَدَاكُمْ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصِحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَعَلَى التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَارْضَ الله ُعَنَّا وَعَنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الراَحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِناَتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعُ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ انْصُرْأُمَّةَ سَيّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللَّهُمَّ اصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهُمَّ انْصُرْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ. وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الدِّيْنَ. وَاجْعَلْ بَلْدَتَناَ إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذِهِ بَلْدَةً تَجْرِيْ فِيْهَا أَحْكاَمُكَ وَسُنَّةُ رَسُوْلِكَ ياَ حَيُّ ياَ قَيُّوْمُ. يآاِلهَناَ وَإِلهَ كُلِّ شَيْئٍ. هَذَا حَالُناَ ياَالله ُلاَيَخْفَى عَلَيْكَ. اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنّاَ الغَلآءَ وَالبَلآءَ وَالوَبآءَ وَالفَحْشآءَ وَالمُنْكَرَ وَالبَغْيَ وَالسُّيُوفَ المُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَآئِدَ وَالِمحَنَ ماَ ظَهَرَ مِنْهَا وَماَ بَطَنَ مِنْ بَلَدِناَ هَذاَ خاَصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ المُسْلِمِيْنَ عاَمَّةً ياَ رَبَّ العَالمَيِنَ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكِ الكَفَرَةَ وَالمُبْتَدِعَةِ وَالرَّافِضَةَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ. وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ. رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ وَلِإِخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْناَ بِالإِيمْاَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِناَ غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُوفٌ رَحِيْمٌ. رَبَّناَ آتِناَ فِيْ الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ وَالحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العاَلمَيِنَ.