Oleh: Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim, MA, Ketua MUI Bidang Hublu dan Kerjasama Internasional/Wakil Ketua LHKI PP. Muhammadiyah
*Khutbah ini disampaikan dalam shalat Idul
Fitri 1447 di Banjarnegara, Jawa Tengah
Khutbah I
اَللّٰهُ
أَكْبَرُ (9x) لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ
أَكْبَرُ، اَللّٰهُ
أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ
أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ
رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَإِنَّ
التَّقْوَى هِيَ خَيْرُ الزَّادِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.
اَللّٰهُ
أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Hari ini
adalah hari yang penuh kebahagiaan setelah selama satu
bulan penuh kita menunaikan ibadah shiyam Ramadhan.
Hari ini adalah hari ketika jutaan kaum muslimin di seluruh dunia mengumandangkan takbir
memuji kebesaran Allah SWT. Hari ini kita merayakan Idul Fitri, hari
kembali kepada kesucian, hari kembali kepada fitrah.
Namun di
balik kegembiraan ini, ada satu pertanyaan penting yang perlu kita renungkan
bersama: Apa sebenarnya yang kita peroleh dari Ramadhan yang telah kita
lalui?
Selama satu
bulan penuh kita berpuasa, menahan lapar dan dahaga, menahan hawa nafsu,
memperbanyak ibadah, memperbanyak doa dan istighfar.
Allah SWT
menjelaskan tujuan dari semua itu dalam firman-Nya:
يَا أَيُّهَا
الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ
مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ
Sebagai orang-orang yang beriman, kita
wajib melaksanakan shiyam di bulan Ramadan agar kita semua menjadi orang-orang yang bertakwa. Seruan dalam ayat ini mengindikasikan bahwa orang-orang yang
menyatakan diri sebagai orang yang beriman belum tentu bertakwa.
Takwa bukan
hanya tampak dalam ibadah-ibadah ritual seperti shalat, puasa, zakat, dan haji. Takwa juga
harus tampak dalam sikap hidup kita di tengah masyarakat.
Orang yang
bertakwa adalah orang yang peduli terhadap kebaikan bersama, yang
memperjuangkan keadilan, dan yang berusaha mencegah berbagai bentuk
kemungkaran. Ini sesuai dengan firman Allah dalam Alquran yang memerintahkan
dengan tegas:
وَلْتَكُنْ
مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ
وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Amar ma’ruf nahi
munkar adalah bagian penting dari takwa. Kita diperintahkan untuk mengajak
kepada kebaikan dan berusaha mencegah kemungkaran.
Khusus menyangkut soal nahi munkar, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ رَأَى
مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ
فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذٰلِكَ أَضْعَفُ
الْإِيْمَانِ
Kemungkaran bukan hanya perbuatan dosa pribadi. Kemungkaran juga bisa berbentuk kezaliman sosial, penindasan, ketidakadilan, dan eksploitasi terhadap manusia, baik yang dilakukan oleh kelompok maupun oleh suatu negara sekalipun.
Oleh karena itu, orang yang benar-benar bertakwa
tidak hanya saleh secara pribadi, tetapi juga memiliki keberanian moral untuk
membela kebenaran dan menolak kezaliman, apalagi saat
ini kita menyaksikan satu bentuk kezaliman besar dan sistematis karena didukung
oleh kekuatan politik negara, jaringan internasional, ekonomi, dan
militer.
اَللّٰهُ
أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Ramadhan
juga mengajarkan kepada kita spirit pembebasan. Tauhid bukan hanya sebuah keyakinan
teologis. Tauhid adalah kekuatan yang membebaskan manusia.
Kalimat لَا إِلٰهَ
إِلَّا اللّٰهُ berarti membebaskan manusia dari penghambaan
kepada selain Allah. Ia juga berarti membebaskan manusia dari sistem
yang menindas, membebaskan manusia dari kekuasaan yang zalim, dan membebaskan
manusia dari berbagai bentuk penjajahan.
Karena itu, Islam sejak awal hadir untuk membebaskan manusia dari kezaliman seperti perbudakan menuju keadilan dan kemuliaan. Inilah yang
disebut sebagai gerakan tahriru raqabah. Misi inilah yang pertama kali
diemban oleh Rasulullah Muhammad, yaitu menegakkan tauhid yang implikasi
sosialnya adalah memerdekakan budak dan mengembalikan derajat, kehormatan dan
kedaulatan mereka yang selama ini tertindas.
Namun, hari
ini kita menyaksikan bahwa berbagai bentuk kezaliman masih terjadi di dunia. Kita
menyaksikan krisis kemanusiaan yang sangat memilukan di berbagai tempat,
termasuk penderitaan yang dialami saudara-saudara kita di Palestina dan Gaza,
di mana ribuan manusia kehilangan rumah, kehilangan keluarga, dan bahkan kehilangan
nyawa sebagai akibat dari penindasan yang dilakukan
Israel dan memperoleh dukungan penuh dari Amerika.
Kita juga
menyaksikan meningkatnya konflik dan ketegangan global yang berpotensi
memperluas penderitaan umat manusia. Menyusul
penghancuran di Gaza dan Palestina, serangan Israel-Amerika terhadap Iran dan
serangan balasan Iran telah meningkatkan
ketegangan dan pertentangan luas dengan berbagai akibatnya.
Semua ini
menunjukkan bahwa dunia kita sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang sangat
serius. Karena itu, seorang mukmin tidak boleh bersikap acuh
tak acuh.
Keimanan
harus melahirkan kepedulian terhadap penderitaan manusia. Gerakan orang-orang yang bertakwa untuk beramar ma’ruf-nahi munkar
adalah sebuah keniscayaan untuk memperbaiki kehidupan supaya terwujud
kemaslahatan, kedamaian dan keadilan atau maslahah ‘ammah dan rahmatan
lil ‘alamin.
Karena itu takwa adalah bukan saja urusan
pribadi, akan tetapi berkaitan pula dengan urusan keluarga, urusan lembaga
pendidikan, urusan masyarakat dan bahkan juga urusan negara.
اَللّٰهُ
أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Hadirin
yang Dimuliakan Allah,
Ramadhan
juga mendidik kita untuk memiliki solidaritas kemanusiaan. Rasa lapar
yang kita rasakan selama Ramadhan seharusnya membuka hati kita untuk merasakan
penderitaan orang lain.
Dalam
ajaran Islam, solidaritas ini disebut ta’awun, yaitu saling tolong-menolong dalam kebaikan
dan ketakwaan. Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا
عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Ta’awun berarti saling membantu dalam
kebaikan; memperkuat solidaritas kemanusiaan. Selain itu, ta’awun juga berarti menghadirkan kepedulian bagi
mereka yang menderita. Dan Idul Fitri seharusnya melahirkan
masyarakat yang lebih peduli, lebih adil, dan lebih beradab.
اَللّٰهُ
أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Hadirin
yang Dimuliakan Allah,
Pada hari
yang mulia ini, marilah kita bersama-sama memohon kepada Allah SWT agar umat
Islam di berbagai belahan dunia diberikan kekuatan dan perlindungan dari Allah.
Semoga
Allah memberikan pertolongan kepada mereka yang tertindas di mana-mana. Dan semoga
Allah menjadikan kita semua bagian dari orang-orang yang mampu menghadirkan
kebaikan dan menjadi bagian dari solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi
masyarakat dan dunia saat ini.
Untuk itu semua mari kita panjatkan doa:
اَللّٰهُمَّ
تَقَبَّلْ مِنَّا صِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَصَالِحَ أَعْمَالِنَا. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا
الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِي فِلَسْطِيْنَ وَفِي غَزَّةَ وَفِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللّٰهُمَّ ارْفَعِ الظُّلْمَ
وَالْعُدْوَانَ عَنِ الْمَظْلُوْمِيْنَ، وَأَنْزِلِ السَّكِيْنَةَ وَالسَّلَامَ
عَلَى الْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْمُتَّقِيْنَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ
الَّذِيْنَ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ
أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ
الرَّحِيْمُ.
اَللّٰهُ
أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، اَللّٰهُ أَكْبَرُ، وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ.
بَارَكَ الله ُلِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنيِ
وَاِيّاَكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ
وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ
اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.
Khutbah II
الله أكبر(7x) كَبِيْرًا
وَالحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً لاَ إِلَهَ
إِلاّاَلله ُوَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ
وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لاَ إِلَهَ إِلاّاَلله ُوَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ
إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ
الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ. الحَمْدُ لِلّهِ حَمْداً كَثِيْرًا
كَماَ أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ الله ُوَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ
إِرْغاَماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّداً
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلَآئِقِ وَالبَشَرِ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحَ الغُرَرِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيآأَيُّهاَالحاَضِرُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ
بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَافْعَلُوْاالخَيْرَ وَاجْتَنِبُوْآ
عَنِ السَّيِّآتِ. وَاعْلَمُوْآ أَنَّ الله َأَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ
بِنَفْسِهِ وَثَنَّابِمَلَآئِكَةِ المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقاَلَ تعالى فِيْ
كِتاَبِهِ الكَرِيْمِ أَعُوْذُ باِلله ِمِنَ الشَّيْطاَنِ الرَّجِيْمِ.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَحِيْمِ. إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلَى النَّبِيْ يَآأَيُّهاَالَّذِيْنَ آمَنُوْآ صَلُّوْآ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. فَأَجِيْبُوْآالله َاِلَى مَادَعَاكُمْ وَصَلُّوْآ وَسَلِّمُوْأ
عَلَى مَنْ بِهِ هَدَاكُمْ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ وَصِحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَعَلَى التَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْ
التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. وَارْضَ
الله ُعَنَّا وَعَنْهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الراَحِمِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِناَتِ وَالمُسْلِمِيْنَ
وَالمُسْلِمَاتِ الأَحْيآءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعُ قَرِيْبٌ
مُجِيْبٌ الدَّعَوَاتِ. اللَّهُمَّ انْصُرْأُمَّةَ سَيّدِناَ مُحَمَّدٍ.
اللَّهُمَّ اصْلِحْ أُمَّةَ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهُمَّ انْصُرْ أُمَّةَ
سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ. اللّهمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ. وَاخْذُلْ مَنْ
خَذَلَ الدِّيْنَ. وَاجْعَلْ بَلْدَتَناَ إِنْدُوْنِيْسِيَّا هَذِهِ بَلْدَةً
تَجْرِيْ فِيْهَا أَحْكاَمُكَ وَسُنَّةُ رَسُوْلِكَ ياَ حَيُّ ياَ قَيُّوْمُ.
يآاِلهَناَ وَإِلهَ كُلِّ شَيْئٍ. هَذَا حَالُناَ ياَالله ُلاَيَخْفَى عَلَيْكَ.
اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنّاَ الغَلآءَ وَالبَلآءَ وَالوَبآءَ وَالفَحْشآءَ
وَالمُنْكَرَ وَالبَغْيَ وَالسُّيُوفَ المُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَآئِدَ وَالِمحَنَ
ماَ ظَهَرَ مِنْهَا وَماَ بَطَنَ مِنْ بَلَدِناَ هَذاَ خاَصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ
المُسْلِمِيْنَ عاَمَّةً ياَ رَبَّ العَالمَيِنَ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَهْلِكِ الكَفَرَةَ وَالمُبْتَدِعَةِ وَالرَّافِضَةَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ. وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ. رَبَّناَ اغْفِرْ لَناَ وَلِإِخْوَانِناَ الَّذِيْنَ سَبَقُوْناَ بِالإِيمْاَنِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِناَ غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّناَ اِنَّكَ رَؤُوفٌ رَحِيْمٌ. رَبَّناَ آتِناَ فِيْ الدُّنْياَ حَسَنَةً وَفِيْ الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِناَ عَذَابَ النَّارِ وَالحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ العاَلمَيِنَ.