Apa Penyebab dan Gejala Serangan Jantung? Begini Penjelasan LK MUI
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID— Pemerintah Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengatasi peningkatan kasus penyakit jantung. Kategori penyakit tidak menular ini telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, sehingga banyak ahli menyebut Indonesia 'darurat jantung'.
Lembaga Kesehatan MUI menjelaskan terkait penyebab, tanda dan gejala dari penyakit jantung, tindakan penyelamatan dini ketika mengalami serangan jantung hingga strategi pencegahan penyakit jantung.
Wakil Ketua Lembaga Kesehatan MUI Dr dr Bayu Wahyudi mengungkapkan, serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung berkurang atau tersumbat secara drastis akibat penumpukan plak aterosklerosis di arteri koroner.
Dokter Bayu mengungkapkan, ada 4 faktor resiko utama terjadinya serangan jantung. Pertama, faktor medis yang disebabkan oleh hipertensi, diabetes dan kolesterol tinggi.
Kedua, lanjut Dokter Bayu, gaya hidup seperti merokok, pola makan tidak sehat, dan kurang aktivitas fisik. Ketiga, psikososial seperti stres, depresi dan isolasi sosial.
Keempat, faktor demografi yang disebabkan oleh usia lanjut, jenis kelamin laki-laki dan riwayat keluarga.
Tanda dan gejala
Dokter Bayu menjelaskan mengenai tanda dan gejala serangan jantung yang dapat muncul sebulan sebelumnya maupun secara tiba-tiba.
"Sekitar 10 persen pasien jantung dapat mengalami serangan jantung saat tidur (silent heart attack) yang sering berakibat fatal karena tidak terdeteksi tepat waktu," kata Dokter Bayu kepada MUIDigital, Ahad (26/10/2025).
Tanda dan gejala serangan jantung yang pertama, bisa dirasakan ketika merasa nyeri pada dada. Dokter Bayu menjelaskan, nyeri dadanya seperti terasa tertekan, berat atau sesak di dada yang dapat menjalar ke lengan (biasanya kiri), rahang, leher, punggung atau perut.
Kedua, ujarnya, adanya gejala pernapasan seperti sesak napas dan sulit bernapas lega. Ketiga, gejala sistemik seperti keringat dingin, mual, muntah dan pusing.
Keempat, gejalanya terasa kelelahan ekstrem, gangguan tidur, cemas dan gangguan pencernaan.
Penyelamatan dini
Bagi seseorang yang mengalami tanda-tanda peringatan serangan jantung, Dokter Bayu menyarankan agar segera mencari bantuan medis dengan menghubungi layanan darurat atau pergi ke UGD RS terdekat. "Kunyah dan telah aspirin: jika tidak alergi, aspirin dapat membantu mengencerkan darah," ujarnya.
Dokter Bayu berpesan agar seseorang yang mengalami tanda-tanda peringatan serangan jantung untuk menghindari aktivitas berat dan beristirahat sambil menunggu bantuan medis.
Selain itu, dia meminta agar menggunakan nitrogliserin (obat mencegah dan mengobati nyeri dada), jika sudah diresepkan dokter untuk kondisi jantung.
Pencegahan
Dokter Bayu mengatakan, ada empat strategi yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah terjadinya penyakit jantung.
Pertama, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dengan melakukan kampanye nasional tentang gejala serangan jantung dan pentingnya respons cepat.
Kedua, pengendalian faktor risiko seperti program pengendalian hipertensi, diabetes, dan dislipidemia di tingkat primer.
Ketiga, pengaturan makanan dengan kebijakan reformulasi produk makanan untuk mengurangi garam, gula, dan lemak jenuh.
"Keempat lingkungan sehat: pengembangan infrastruktur pendukung aktivitas fisik seperti trotoar, taman, dan fasilitas olahraga," ujarnya.
Menurutnya, mengatasi persoalan ini perlu pendekatan komperhensif dan terintegrasi, meliputi aspek regulasi, edukasi, dan perubahan lingkungan, serta kerja sama pemerintah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah, termasuk mengikutsertakan peran LK MUI.
Dokter Bayu menjelaskan, kerja sama tersebut bisa menjadi kunci keberhasilan pencegahan dan pengendalian penyakit jantung yang tidak menular ini, serta menciptakan populasi yang lebih sehat dan produktif di masa depan. (Sadam, ed: Muhammad Fakhruddin)