8 Etika yang Dianjurkan saat Meminum Air Zamzam
A Zaeini Misbaahuddin Asyuari
Penulis
Hakim
Editor
Jakarta, MUI Digital — Air Zamzam merupakan salah satu nikmat istimewa yang dianugerahkan Allah SWT kepada umat Islam. Mata air yang berada di kawasan Masjidil Haram ini tidak hanya dikenal karena sejarahnya yang agung, namun juga lantaran unsur keberkahan dan berbagai keutamaannya yang disebutkan dalam hadis-hadis Nabi SAW.
Tidak mengherankan apabila para jamaah haji
dan umroh senantiasa bersemangat meminum Air Zamzam serta membawanya pulang
sebagai oleh-oleh untuk keluarga, kerabat, dan tetangga sepulang dari Tanah
Suci.
Keistimewaan Air Zamzam membuat para ulama memberikan perhatian khusus terhadap adab ketika meminumnya. Bahkan, sebagian fuqaha mengategorikan adab-adab tersebut sebagai amalan sunnah dan anjuran yang layak dijaga agar seseorang dapat memperoleh keberkahan yang lebih sempurna dari Air Zamzam.
Baca juga: 6 Keutamaan Air Zamzam
Dalam kitab Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah
al-Kuwaitiyyah disebutkan bahwa di antara adab meminum Air Zamzam ialah
menghadap Ka’bah, membaca basmalah, meminumnya dengan tiga kali tarikan napas,
meminum hingga kenyang, memperbanyak doa, memercikkan sebagian airnya ke kepala
dan tubuh, serta memuji Allah setelah selesai meminumnya.
لِلشُّرْبِ مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ
آدَابٌ، عَدَّهَا بَعْضُ الْفُقَهَاءِ مِنَ السُّنَنِ أَوِ الْمَنْدُوبَاتِ أَوِ
الْمُسْتَحَبَّاتِ، مِنْهَا... إِذَا شَرِبْتَ مِنْهَا فَاسْتَقْبِل الْكَعْبَةَ
وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى، وَتَنَفَّسْ ثَلاَثًا مِنْ زَمْزَمَ،
وَتَضَلَّعْ مِنْهَا، فَإِذَا فَرَغْتَ فَاحْمَدِ اللَّهَ تَعَالَى .وَمِنْهَا:
أَنْ يَنْظُرَ إِلَى الْبَيْتِ فِي كُل مَرَّةٍ يَتَنَفَّسُ مِنْ زَمْزَمَ،
وَيَنْضَحُ مِنَ الْمَاءِ عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَصَدْرِهِ، وَيُكْثِرُ مِنَ
الدُّعَاءِ عِنْدَ شُرْبِهِ، وَيَشْرَبُهُ لِمَطْلُوبِهِ فِي الدُّنْيَا
وَالآْخِرَةِ
“Meminum Air Zamzam memiliki beberapa
adab yang oleh sebagian fuqaha dikategorikan sebagai sunnah, anjuran, atau
amalan yang dianjurkan. Di antaranya ialah: Apabila engkau meminum Air Zamzam,
maka menghadaplah ke Ka’bah, sebutlah nama Allah Ta’ala, bernapaslah tiga kali
ketika meminumnya, minumlah hingga kenyang, dan apabila telah selesai maka
pujilah Allah Ta’ala. Di antara adab lainnya adalah memandang Ka’bah setiap
kali berhenti untuk bernapas saat minum Zamzam, memercikkan sebagian airnya ke
kepala, wajah, dan dada, memperbanyak doa ketika meminumnya, serta meminumnya
dengan niat memperoleh berbagai kebaikan yang diharapkan, baik untuk urusan
dunia maupun akhirat.” (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah
al-Kuwaitiyyah [Mesir: Dar as-Shafwah], vol. 24, h. 14)
Berdasarkan penjelasan ulama, sebagaimana keterangan di atas dan berbagai riwayat hadis, setidaknya terdapat delapan adab yang dianjurkan ketika meminum Air Zamzam.
Baca juga: Ini Rahasia Air Zamzam di Masjid Nabawi Selalu Aman Diminum Meski Jauh dari Sumbernya
Adapun penjelasan detailnya sebagai
berikut:
1. Menghadap Kiblat
Adab pertama yang dianjurkan adalah
menghadap ke arah kiblat saat meminum Air Zamzam. Para ulama menjelaskan bahwa
hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap syiar-syiar Allah sekaligus
wujud pengagungan terhadap keberkahan Air Zamzam.
Syekh Dr Mustofa al-Khin (waft 1429 H)
dalam kitabnya menuturkan:
وَيُسَنُّ شُرْبُ مَاءِ زَمْزَمَ،
وَيَنْوِي عِنْدَ شُرْبِهِ مَا يُرِيدُ مِنْ خَيْرٍ، وَيُسَنُّ اسْتِقْبَالُ
الْقِبْلَةِ عِنْدَ شُرْبِهِ
“Disunnahkan meminum Air Zamzam dan
berniat ketika meminumnya untuk memperoleh berbagai kebaikan yang diinginkan.
Disunnahkan pula menghadap kiblat ketika meminumnya.” (Al-Fiqh al-Manhaji Ala Mazhab al-Imam Asy-Syafi’i
[Damaskus: Dar al-Qalam], vol. 2, h. 188)
2. Membaca Basmalah
Sebagaimana adab makan dan minum pada
umumnya, seseorang dianjurkan mengawali minum Air Zamzam dengan membaca
basmalah.
Anjuran ini berlandaskan hadis Nabi SAW
yang memerintahkan untuk menyebut nama Allah ketika hendak makan dan minum,
sebagai berikut:
وَعَنْ عُمَرَ بْنِ أبي سَلَمَةَ
قَالَ: قَالَ لي رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا غُلامُ،
سَمِّ الله وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Dari Umar bin Abi Salamah, ia berkata:
Rasulullah SAW bersabda kepadaku: Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah,
makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang berada di
dekatmu.” (HR Bukhari-Muslim)
Imam as-Shan’ani (wafat 1182 H) dalam
karyanya menjelaskan bahwa hadis tersebut menunjukkan anjuran untuk membaca
basmalah ketika hendak makan dan minum. Karena itu, anjuran membaca basmalah
saat makan dianalogikan dengan aktivitas minum, termasuk saat meminum Air
Zamzam.
الْحَدِيثُ دَلِيلٌ عَلَى وُجُوبِ
التَّسْمِيَةِ؛ لِلْأَمْرِ بِهَا وَقِيلَ: إِنَّهَا مُسْتَحَبَّةٌ فِي الْأَكْلِ
وَيُقَاسُ عَلَيْهِ الشُّرْبُ
“Hadis ini menunjukkan kewajiban membaca basmalah sebelum makan, karena adanya perintah untuk melakukannya. Namun, ada pula pendapat yang menyatakan bahwa membaca basmalah ketika hendak makan hukumnya sunnah. Hukum ini juga dianalogikan pada minum, sehingga disunnahkan membaca basmalah sebelum minum.” (Subul as-Salam Syarh Bulugh al-Maram [KSA: Dar Ibn Jauzi], vol. 6, h. 132)
Baca juga: Belajar dari Nabi Ibrahim dalam Menghadapi Gelombang Krisis Global
3. Memanjatkan Doa dan Niat yang Baik
Air Zamzam memiliki keistimewaan tersendiri
sebab dapat diminum sesuai dengan berbagai niat dan harapan baik peminumnya.
Oleh sebab itu, sebelum atau ketika meminumnya, seseorang dianjurkan
memperbanyak bacaan doa kepada Allah.
Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya
menerangkan bahwa para ulama salaf senantiasa memanjatkan doa saat meminum Air
Zamzam untuk berbagai hajat dan cita-cita besar yang mereka harapkan.
Disebutkan bahwa berkat hal itu, lalu Allah mengaruniakan kepada mereka apa
yang diinginkan.
Oleh karena itu, seseorang yang hendak
meminum Air Zamzam dianjurkan meminumnya dengan niat memohon ampunan,
kesembuhan, kemudahan rezeki, keberkahan ilmu, maupun berbagai kebaikan dunia
dan akhirat lainnya.
وَقَدْ شَرِبَ جَمَاعَةٌ مِنَ
العُلَمَاءِ مَاءَ زَمْزَمَ لِمَطَالِبٍ لَهمْ جَلِيلَةٍ فَنَالُوْهَا،
فَيُسْتَحَبُّ لِمَنْ أَرَادَ الشُّرْبَ لِلْمَغْفِرَةِ أَوْ الشِّفَاءِ مِنْ
مَرَضٍ وَنَحْوِهِ
“Sejumlah ulama meminum Air Zamzam untuk
berbagai hajat dan tujuan besar yang mereka inginkan, lalu mereka memperoleh
apa yang mereka harapkan. Oleh karena itu, disunnahkan bagi orang yang ingin
meminumnya dengan niat memohon ampunan, kesembuhan dari penyakit, atau
tujuan-tujuan baik lainnya.” (Al-Idloh fi
Manasik al-Hajj wa al-Umroh [Beirut: Dar al-Basyair al-Islamiyah], vol. 1,
h. 401)
4. Meminumnya hingga Kenyang
Di antara adab yang sering disebut para
ulama adalah meminum Air Zamzam hingga kenyang atau dikenal dengan istilah “tadallu’”.
Amalan ini termasuk sunnah yang dicontohkan oleh generasi salaf dan disebutkan
dalam sejumlah riwayat.
Syekh Khatib asy-Syirbini (wafat 977 H)
dalam kitabnya menjelaskan bahwa disunnahkan meminum Air Zamzam sampai kenyang
berdasarkan hadis yang menyebutkan bahwa salah satu pembeda antara orang
beriman dan orang munafik adalah kesungguhan mereka dalam meminum Air Zamzam
hingga merasa puas.
Karenanya, seseorang dianjurkan tidak
sekadar meneguk sedikit, tetapi meminumnya dengan penuh harapan akan keberkahan
yang terkandung di dalamnya.
وَيُسَنُّ اسْتِقْبَالُ الْقِبْلَةِ
عِنْدَ شُرْبِهِ، وَأَنْ يَتَضَلَّعَ مِنْهُ لِمَا رَوَى الْبَيْهَقِيُّ مِنْ
طُرُقٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: آيَةُ مَا
بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْمُنَافِقِينَ أَنَّهُمْ لَا يَتَضَلَّعُونَ مِنْ زَمْزَمَ
“Disunnahkan menghadap kiblat ketika meminum Air Zamzam dan meminumnya hingga kenyang (tadallu‘). Hal ini berdasarkan riwayat Imam al-Baihaqi melalui beberapa jalur bahwa Nabi SAW bersabda: Di antara tanda pembeda antara kami dan orang-orang munafik adalah bahwa mereka tidak meminum Air Zamzam hingga kenyang.” (Mughni al-Muhtaj ila Ma’rifati Ma’ani Alfadz al-Minhaj [Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah], vol. 2, h. 282)
Baca juga: Doa Hendak Meninggalkan Baitullah atau Thawaf Wada’
5. Bernapas Tiga Kali saat Minum
Adab berikutnya adalah meminum Air Zamzam
dengan tiga kali tarikan napas sebagaimana tuntunan minum lainnya. Cara ini
tidak hanya lebih beradab, tetapi juga dinilai baik bagi kesehatan serta
menunjukkan ketenangan ketika menikmati nikmat Allah.
Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa
disunnahkan bernapas tiga kali ketika meminum Air Zamzam sebagaimana adab yang
berlaku pada setiap minuman.
يُسْتَحَبُّ أَنْ يَشْرَبَ مِنْ مَاءِ
زَمْزَمَ وَأَنْ يُكْثِرَ مِنْهُ... وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَتَنَفَّسَ ثَلَاثًا
كَمَا فِي كُلِّ شُرْبٍ
“Disunnahkan untuk meminum Air Zamzam
dan memperbanyak meminumnya. Disunnahkan pula bernapas tiga kali ketika minum,
sebagaimana adab yang dianjurkan dalam setiap minuman.” (Al-Majmu’ ‘ala Syarh al-Muhadzdzab [Kairo: Mathba’ah
al-Muniriyah], vol. 8, h. 270)
6. Memercikkan Air Ke Kepala, Wajah, dan
Dada
Selain dianjurkan untuk diminum, para ulama
juga menganjurkan agar sebagian Air Zamzam dipercikkan ke kepala, wajah, dan
dada. Anjuran ini dinukil oleh Syekh Abu Bakr bin Muhammad Syatha ad-Dimyathi (wafat
1310 H) dalam catatannya dari keterangan Imam al-Mawardi (wafat 450 H) yang
menjelaskan bahwa memercikkan Air Zamzam ke anggota tubuh termasuk amalan yang
disunnahkan.
Hal ini dipahami sebagai bentuk tabarruk
(pengharapan terhadap keberkahan) Air Zamzam yang telah Allah jadikan
sebagai air penuh manfaat dan kebaikan di dalamnya.
وَقَالَ الْمَاوَرْدِيُّ: وَيُسَنُّ
أَنْ يَنْضَحَ مِنْهُ عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَصَدْرِهِ، وَأَنْ يَتَزَوَّدَ
مِنْ مَائِهِ، وَيَسْتَصْحِبَ مِنْهُ مَا أَمْكَنَهُ
“Imam al-Mawardi berkata: Disunnahkan memercikkan sebagian Air Zamzam ke kepala, wajah, dan dada. Disunnahkan pula membawa bekal Air Zamzam serta membawa pulang sebanyak yang mampu dibawa.” (Hasyiyah I’anah at-Thalibin [Beirut: Dar al-Fikr], vol. 2, h. 358)
Baca juga: Air untuk Kehidupan
7. Meminumnya dalam Keadaan Duduk
Adab lainnya yang dianjurkan adalah meminum
Air Zamzam dalam keadaan duduk. Sebagian ahli hadis dan fuqaha menjelaskan
bahwa ketentuan ini mengikuti adab minum secara umum yang lebih utama dilakukan,
yakni sambil duduk.
Sementara itu, riwayat yang menyebutkan
Nabi SAW pernah meminum Air Zamzam sambil berdiri dipahami oleh sebagian ulama
sebagai penjelasan bahwa hal tersebut boleh dilakukan.
Bahkan terdapat penjelasan bahwa ketika itu
beliau posisinya berada di atas tunggangan sehingga tidak bertentangan dengan
anjuran minum sambil duduk. Hal ini sebagaimana diuraikan dalam ensiklopedi fiqih
yang disusun para ulama Kuwait berikut:
وَنَصَّ بَعْضُ الْمُحَدِّثِينَ
وَالْفُقَهَاءِ عَلَى أَنَّهُ يُسَنُّ الْجُلُوسُ عِنْدَ شُرْبِ مَاءِ زَمْزَمَ
كَغَيْرِهِ، وَقَالُوا: إِنَّ مَا رَوَى الشَّعْبِيُّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ
اللهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ قَالَ: سَقَيْتُ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ وَهُوَ قَائِمٌ مَحْمُولٌ عَلَى أَنَّهُ لِبَيَانِ
الْجَوَازِ، وَمُعَارِضٌ لِمَا رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ عَنْ عَاصِمٍ قَالَ:
ذَكَرْتُ ذَلِكَ لِعِكْرِمَةَ فَحَلَفَ بِاللَّهِ مَا فَعَل أَيْ مَا شَرِبَ
قَائِمًا لأَنَّهُ كَانَ حِيْنَئِذٍ رَاكِبًا
“Sebagian ahli hadis dan fuqaha juga
menegaskan bahwa disunnahkan duduk ketika meminum Air Zamzam sebagaimana
minuman lainnya. Mereka mengatakan bahwa riwayat Asy-Sya’bi dari Abdullah bin
Abbas radhiyallahu ‘anhu yang menyatakan: Aku memberi minum Rasulullah Muhammad
SAW dari Air Zamzam sementara beliau berdiri, dipahami sebagai penjelasan
tentang bolehnya minum sambil berdiri. Riwayat itu juga dipertentangkan dengan
hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari ‘Ashim, ia berkata: Aku
menyebutkan hal itu kepada Ikrimah, lalu ia bersumpah demi Allah bahwa Nabi SAW
tidak meminumnya sambil berdiri. Maksudnya, beliau ketika itu sedang berada di
atas tunggangan.” (Al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah
al-Kuwaitiyyah [Mesir: Dar as-Shafwah], vol. 24, h. 15)
8. Membaca Hamdalah setelah Selesai
Setelah selesai meminum Air Zamzam,
seseorang dianjurkan mengakhirinya dengan membaca hamdalah sebagai ungkapan
syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
Membaca “alhamdulillah” (hamdalah) ini
menjadi penutup dalam adab meminum Air Zamzam, lantaran seluruh kenikmatan dan
keberkahannya sejatinya berasal dari Allah SWT semata.
Imam an-Nawawi dalam kitabnya menyatakan:
وَيُسْتَحَب أَنْ يَتَنَفسَ ثَلاَثًَا
وَيَتَضَلَّعَ مِنْهُ أي يَمْتَلىء فَإِذَا فرَغَ حَمِدَ الله تَعَالَى
“Disunnahkan pula bernapas tiga kali ketika meminumnya dan meminumnya hingga kenyang. Setelah selesai, hendaknya memuji Allah Ta’ala.” (Al-Idloh fi Manasik al-Hajj wa al-Umroh [Beirut: Dar al-Basyair al-Islamiyah], vol. 1, h. 401)
Baca juga: Hingga Kapan Anjuran Meminta Doa Orang yang Pulang Haji Berlaku?
Demikian delapan adab yang dianjurkan
tatkala meminum Air Zamzam sebagaimana diterangkan dalam berbagai riwayat hadis
serta penjelasan para ulama.
Kendati sebagian besar adab tersebut
berstatus sunnah, mengamalkannya merupakan bentuk penghormatan terhadap salah
satu air yang paling mulia dalam Islam. Karena itu, memperhatikan semua adab di
atas sangat dianjurkan bagi umat Islam.
Semoga Allah melimpahkan keberkahan Air Zamzam kepada kita semua serta mengabulkan berbagai hajat dan kebaikan yang kita panjatkan kepada-Nya melalui wasilah keberkahan Air Zamzam. Wallāhu a‘lam bis ṣhawāb.