Wamenag Buka Pesantren Kilat Ramadhan MUI, Tekankan Kembali ke Fitrah dan Kepemimpinan Generasi Muda
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Azharun N
Editor
Bekasi, MUI Digital — Wakil Menteri Agama (Wamenag), KH Romo R Muhammad Syafi'i menegaskan Pesantren Kilat Ramadhan bagi Pramuka Penegak dan Pandega adalah penting bagi generasi muda.
Kegiatan ini, tuturnya, merupakan sarana penting bagi generasi muda untuk memperkuat karakter, kepemimpinan, serta kembali kepada fitrah sebagai manusia yang taat kepada Allah.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutannya pada pembukaan Pesantren Kilat Ramadhan yang diselenggarakan oleh Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) MUI .
KPK MUI bekerja sama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka serta Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi, Sabtu (7/3/2026).
Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa ibadah puasa memiliki tujuan besar, yakni mengembalikan manusia kepada fitrah yang sejati.
“Ibadah puasa itu dimaksudkan agar manusia kembali kepada fitrahnya. Fitrah kita adalah kesiapan untuk hidup mengikuti aturan Allah,” ujarnya.
Baca juga: MUI Perkuat Kaderisasi Generasi Muda melalui Pesantren Kilat Ramadhan
Menurutnya, manusia pada dasarnya memiliki kecenderungan yang sama kuat antara berbuat baik dan berbuat buruk.
Karena itu, Ramadhan menjadi momentum penting untuk melatih diri agar tetap berada di jalan kebaikan.
“Pada diri setiap manusia ada dua kecenderungan yang sama kuat, yaitu kecenderungan untuk menyimpang dari fitrah dan kecenderungan untuk mempertahankan fitrah,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa lingkungan, termasuk para pemimpin, memiliki peran besar dalam memengaruhi arah kehidupan generasi muda.
Kepemimpinan yang baik menjadi sangat penting agar generasi muda tetap berada pada nilai-nilai kebaikan.
“Pemimpin bisa membuat generasi muda tetap berada dalam fitrahnya, tetapi juga bisa membuat mereka menyimpang dari fitrah tersebut,” ujarnya.
Wamenag menambahkan bahwa pesantren kilat seperti ini merupakan bagian dari proses pembinaan generasi muda agar memiliki karakter kuat, disiplin, serta komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan.
Ia juga menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, karena berbagai faktor yang biasanya menggoda manusia untuk berbuat buruk menjadi lebih lemah.
“Proses memperbaiki diri di bulan Ramadhan jauh lebih mudah dibandingkan bulan-bulan lainnya,” katanya.
Melalui kegiatan pesantren kilat ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperdalam pemahaman keagamaan, tetapi juga membangun komitmen untuk menjadi generasi yang berakhlak dan bertanggung jawab.
Baca juga: Di Pesantren Kilat Ramadhan MUI, Buya Sekjen Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
Di akhir sambutannya, Wakil Menteri Agama secara resmi membuka kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan tersebut.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Pesantren Kilat Ramadhan bagi Pramuka Penegak dan Pandega secara resmi saya nyatakan dibuka,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 300 Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai wilayah di Jabodetabek.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pembinaan karakter generasi muda yang berakhlak, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.