Pesantren Kilat Ramadhan MUI Kenalkan Vokasi dan Peluang Kerja bagi Pramuka Penegak
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Azharun N
Editor
BEKASI, MUI Digital — Pesantren Kilat Ramadhan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) bagi Pramuka Penegak dan Pandega se-Jabodetabek tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga mengenalkan pelatihan vokasi dan peluang kerja bagi generasi muda.
Kegiatan yang diikuti sekitar 300 peserta tersebut berlangsung di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bekasi pada Sabtu (7/3/2026).
Program ini merupakan hasil kerja sama Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) MUI, Kwartir Nasional Gerakan Pramuka serta Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya memperkaya konsep pesantren kilat dengan pengenalan keterampilan kerja bagi generasi muda.
“Ramadhan tahun ini MUI bersama Kementerian Agama menyelenggarakan Pesantren Kilat Ramadhan di sini. Kami melakukan pengayaan, bukan hanya pesantren seperti biasanya, tetapi bahkan kami sebut pesantren vokasi,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda tidak hanya membutuhkan penguatan nilai keagamaan, tetapi juga keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami akan ajarkan bagaimana mempunyai hard skill dan soft skill yang bagus untuk generasi muda,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut para peserta juga diajak mengenal berbagai fasilitas pelatihan yang dimiliki Kemnaker. Pelatihan tersebut mencakup keterampilan teknis hingga teknologi modern.
Baca juga: MUI Perkuat Kaderisasi Generasi Muda melalui Pesantren Kilat Ramadhan
“Di sini ada pelatihan yang sifatnya hard skill seperti welding, refrigerasi untuk AC dan kulkas, pembuatan kue, barista, hingga montir kendaraan,” ujarnya.
Selain keterampilan teknis, Kemnaker juga menyediakan pelatihan berbasis teknologi masa depan seperti smart farming, smart building, hingga Internet of Things (IoT).
Tidak hanya keterampilan teknis, peserta juga diperkenalkan dengan pelatihan kewirausahaan melalui program Biz Hub yang bertujuan menumbuhkan jiwa entrepreneur di kalangan generasi muda.
“Di situ dilatih bagaimana membangun jiwa entrepreneurship, bukan hanya semangatnya tetapi juga bagaimana cara memulainya,” jelasnya.
Selain pengenalan pelatihan vokasi, Kemnaker juga memperkenalkan platform digital ketenagakerjaan SIAPkerja.
Baca juga: Di Pesantren Kilat Ramadhan MUI, Buya Sekjen Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
Aplikasi ini merupakan sistem layanan terpadu Kemnaker yang mengintegrasikan berbagai layanan ketenagakerjaan dalam satu akun.
Fasilitas di dalam aplikasi terdiri dari pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi, hingga akses informasi lowongan kerja.
Melalui platform itu, masyarakat dapat mengikuti berbagai pelatihan vokasi melalui fitur Skill Hub.
Pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan melalui Karir Hub yang mempertemukan perusahaan dengan para pencari kerja.
Selain itu, tersedia pula Biz Hub untuk pengembangan kewirausahaan serta program Magang Hub yang membuka kesempatan magang bagi lulusan perguruan tinggi maupun sekolah vokasi.
“Kalau mau pelatihan di Kemnaker itu gratis. Tinggal memilih pelatihan apa yang ingin diikuti, ada durasinya dan tempatnya di mana, bukan hanya di Bekasi tetapi di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Kemnaker juga menyelenggarakan program magang nasional bagi lulusan perguruan tinggi.
“Tahun kemarin kami melaksanakan program magang nasional dengan 100 ribu peserta, dan tahun ini kami mengusulkan hingga 150 ribu pemagang untuk lulusan diploma maupun sarjana,” ungkapnya.
Baca juga: Wamenag Buka Pesantren Kilat Ramadhan MUI, Tekankan Kembali ke Fitrah dan Kepemimpinan Generasi Muda
Melalui kegiatan pesantren kilat ini, Kemnaker berharap para Pramuka Penegak dan Pandega dapat mengenal berbagai peluang pelatihan dan pekerjaan.
Kegiatan ini juga bertujuan menyebarkan informasi tersebut kepada generasi muda lainnya.
“Harapannya adik-adik Penegak dan Pandega bisa mengenal seperti apa alat-alat pelatihan itu, seperti apa programnya. Bukan hanya untuk mereka, tetapi mereka juga bisa menyebarkan informasi kebaikan ini kepada yang lain,” ujarnya.
Pesantren Kilat Ramadhan ini diharapkan tidak hanya memperkuat nilai keagamaan peserta, tetapi juga membuka wawasan generasi muda tentang keterampilan dan peluang kerja yang dapat mereka manfaatkan di masa depan.