OKI Desak Dunia Akhiri Pendudukan Israel dan Dukung Kemerdekaan Palestina
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Riyadh, MUI Digital – Organisasi Kerja Sama Islam (Organisasi Kerja Sama Islam (OKI)) mendesak masyarakat internasional untuk segera mengambil langkah nyata guna mengakhiri pendudukan Israel atas wilayah Palestina serta mendorong terwujudnya solusi dua negara.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan format Arria di markas Perserikatan Bangsa-Bangsa oleh Duta Besar Turki untuk PBB, Ahmet Yildiz, yang berbicara mewakili Kelompok OKI, dikutip MUI Digital dari Anadolu News Agency, pada Senin (11/5/2026).
Dalam keterangannya, Yildiz menilai persoalan Palestina telah mencapai titik sangat mendesak di tengah kekerasan yang terus berlangsung di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.
Baca juga: AS Resmi Hentikan Operasi Ofensif di Iran, Fokus ke Pertahanan dan Jalur Diplomasi
“Kebutuhan akan langkah-langkah praktis untuk menyelesaikan masalah Palestina dan krisis di Timur Tengah menjadi semakin mendesak mengingat implikasinya yang luas terhadap perdamaian dan keamanan global,” ujarnya.
Pertemuan tersebut membahas kondisi di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dan diselenggarakan sejumlah anggota Dewan Keamanan PBB seperti Inggris dan Prancis.
OKI juga mengecam serangan Israel yang terus berlangsung terhadap rakyat Palestina di wilayah pendudukan. “Pendudukan ilegal Israel harus diakhiri,” tegas Yildiz.
Dalam pernyataannya, OKI merujuk pada sejumlah resolusi PBB, termasuk Resolusi Dewan Keamanan 2334 yang menyatakan permukiman Israel di wilayah Palestina tidak memiliki validitas hukum.
Baca juga: Trump Klaim Iran Setuju Tak Memiliki Senjata Nuklir, Negosiasi Damai Berlanjut
Selain itu, OKI menyerukan penghormatan terhadap gencatan senjata di Gaza dan pelaksanaan penuh rencana komprehensif untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut.
Yildiz juga mengecam perluasan permukiman Israel, tindakan aneksasi, kekerasan pemukim, serta pelanggaran terhadap situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem Timur, khususnya Masjid Al-Aqsa.
“Kami mengutuk pelanggaran Israel terhadap status historis dan hukum situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem yang diduduki,” katanya.
OKI turut mengkritik kebijakan Israel yang menahan pendapatan pajak Palestina karena dinilai melemahkan kemampuan pemerintahan Palestina.
Dalam kesempatan itu, OKI kembali mendesak agar Palestina diterima sebagai anggota penuh PBB.
“Kami kembali menegaskan permohonan kami kepada Dewan untuk menanggapi seruan global agar Negara Palestina diterima sebagai anggota penuh PBB,” ujar Yildiz.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mengakhiri “ketidakadilan bersejarah” yang dialami rakyat Palestina.