Khatib Masjid Al-Aqsa Puji Peran Turki dan Erdogan dalam Mendorong Persatuan Dunia Islam
Fitri Aulia Lestari
Penulis
Muhammad Fakhruddin
Editor
Jakarta, MUI Digital - Ketua Dewan Islam Tinggi Palestina sekaligus khatib Masjid Al-Aqsa, Sheikh Ikrima Sabri, memuji langkah Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam memperkuat hubungan antarnegara Muslim serta mendorong rekonsiliasi di dunia Islam.
Dikutip MUI Digital dari Anadolu Agency (AA) pada Senin (11/5/2026), dalam pernyataannya pada Kamis, Sabri menilai meningkatnya koordinasi dan kerja sama di antara negara-negara Muslim merupakan perkembangan positif bagi umat Islam secara global.
Ia mengaku gembira melihat berbagai kunjungan resmi dan pertukaran diplomatik yang digagas Turki sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarbangsa Muslim.
Baca juga: Penyerbuan Al-Aqsa Kembali Terjadi, Pembatasan Ibadah dan Aksi Provokatif Picu Kecaman
Menurutnya, langkah-langkah tersebut diharapkan dapat mengarah pada terbentuknya persatuan Islam yang lebih kuat, sebagaimana blok-blok internasional dan regional yang telah ada saat ini.
“Umat Islam saat ini lebih dekat dari sebelumnya pada pilihan persatuan dan harmoni,” ujar Sabri.
Ia juga memuji kepemimpinan Presiden Erdogan yang dinilai konsisten mendorong kerja sama antarnegara Muslim serta membantu dunia Islam menuju kemandirian dan kemakmuran yang lebih besar.
Baca juga: Mesir Kecam Penyerbuan Masjid Al-Aqsa Oleh Menteri Israel
Selain itu, Sabri menegaskan pentingnya isu Masjid Al-Aqsa tetap menjadi agenda utama dalam setiap pertemuan para pemimpin negara Muslim. Menurutnya, Al-Aqsa merupakan simbol utama perjuangan umat Islam dan kompas persatuan dunia Islam.
Secara khusus, Sabri menyambut baik kunjungan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune ke Turki. Ia menyebut Turki dan Aljazair sebagai dua pilar penting dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Sabri juga mengapresiasi semakin eratnya hubungan Turki dengan sejumlah negara Muslim lain, seperti Malaysia, Arab Saudi, dan Mesir. Ia berharap hubungan tersebut dapat memberikan kontribusi besar bagi stabilitas serta kemajuan dunia Islam.
Sebelumnya, Presiden Erdogan menyambut Presiden Tebboune dengan upacara kenegaraan di kompleks kepresidenan Ankara.
Kedua pemimpin kemudian menggelar pembicaraan bilateral dan memimpin pertemuan Dewan Kerja Sama Strategis Tingkat Tinggi antara Turki dan Aljazair. Pertemuan itu ditutup dengan penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama serta konferensi pers bersama.
Hubungan Turki dan Aljazair sendiri terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir di berbagai sektor. Kerja sama itu didorong oleh perjanjian persahabatan yang ditandatangani pada 2006 dan semakin diperkuat sejak Tebboune menjabat sebagai presiden pada Desember 2019.