Lewati ke konten utama
Minggu, 2 Agustus 2026 / 18 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Iran Siapkan Diri Hadapi Skenario Terburuk, Tegaskan Siap Merespons Serangan Besar AS

3 menit baca 400 dibaca
Rudal Iran
Rudal Iran- Photo by Moslem Daneshzadeh on Unsplash
Bagikan:

Teheran, MUI Digital — Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, Iran menegaskan bahwa mereka telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi kemungkinan eskalasi konflik, termasuk serangan militer berskala besar dari Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref yang menegaskan bahwa pemerintah telah menyusun langkah-langkah antisipatif untuk menghadapi kondisi paling buruk dalam dua tahun ke depan.

Menurutnya, kesiapan negara menjadi kunci untuk menjaga stabilitas nasional di tengah situasi regional yang semakin tidak menentu.

“Kami telah menyiapkan rencana untuk menghadapi skenario terburuk,” kata Aref seperti dikutip kantor berita semi-resmi Fars.

Baca juga: Iran Masih Miliki Kemampuan Militer di Tengah Negosiasi dengan AS

Ia menegaskan bahwa pemerintah saat ini memprioritaskan stabilitas kehidupan masyarakat, termasuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan menjaga pasar tetap terkendali.

Menurutnya, disiplin masyarakat dan kesiapan pemerintah menjadi faktor penting agar tekanan eksternal tidak menimbulkan gejolak di dalam negeri.

Pernyataan Aref muncul bersamaan dengan sikap tegas Kementerian Luar Negeri Iran yang kembali menegaskan hak negara itu untuk mempertahankan diri dari setiap bentuk serangan.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat serta berbagai tindakan Washington terhadap warga Iran sebagai pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Teheran menegaskan bahwa seluruh instrumen yang dimiliki negara akan digunakan untuk menjalankan hak sah membela diri.

“Iran akan menggunakan semua kemampuan yang dimilikinya untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional,” demikian isi pernyataan tersebut.

Teheran juga menuduh Amerika Serikat sejak awal berupaya menggagalkan berbagai kesepahaman yang pernah dicapai kedua negara.

Menurut Iran, pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai penghentian nota kesepahaman, pembatasan kembali ekspor minyak Iran, serta kebijakan blokade ekonomi menunjukkan adanya upaya terencana untuk meningkatkan tekanan terhadap Republik Islam itu.

Di sisi lain, Iran menolak alasan yang digunakan Washington untuk membenarkan serangan terbaru terhadap wilayahnya.

Pemerintah Iran menilai insiden yang menimpa tiga kapal pada 8 Juli lalu telah dimanfaatkan sebagai dalih untuk memperbesar tekanan militer dan politik terhadap Teheran.

Menurut Kementerian Luar Negeri Iran, pihaknya juga memantau aktivitas kapal-kapal perang Amerika Serikat di sekitar jalur pelayaran energi selama akhir Juni hingga awal Juli.

Teheran menuduh militer AS beberapa kali menggunakan kapal komersial untuk mendukung pergerakan personel dan perlengkapan militer.

Meski menegaskan kesiapan menghadapi konfrontasi, Iran menyatakan tidak menginginkan konflik dengan negara-negara kawasan.

Teheran mengatakan tetap berkomitmen membangun hubungan berdasarkan prinsip saling menghormati dan bertetangga baik.

Namun, Iran memperingatkan negara-negara regional agar tidak mengizinkan wilayah atau fasilitas mereka digunakan Amerika Serikat dan Israel untuk melancarkan serangan terhadap Iran.

Teheran menegaskan bahwa setiap lokasi yang dijadikan basis operasi militer terhadap Iran berpotensi menjadi bagian dari medan konflik.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi terus mengintensifkan komunikasi diplomatik dengan negara-negara sahabat.

Baca juga: Dari Monas untuk Indonesia: Enam Tokoh Agama Panjatkan Doa Awali HUT ke-81 RI dengan Semangat Kebersamaan

Dalam pembicaraan terpisah dengan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan dan Menteri Luar Negeri Turki, Araghchi membahas meningkatnya risiko ketegangan dan ancaman terhadap stabilitas kawasan.

Ia menegaskan bahwa Iran siap mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayahnya serta akan memberikan respons tegas terhadap setiap bentuk agresi.

Dengan meningkatnya ancaman konfrontasi antara Washington dan Teheran, pesan yang ingin disampaikan pemerintah Iran tampak semakin jelas: negara itu mengaku tidak menginginkan perang, tetapi menyatakan telah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk jika konflik yang lebih luas benar-benar terjadi.