Helat Doa Bersama untuk Keselamatan Dunia, KPRK MUI: Ikhtiar Kemanusiaan
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (KPRK) MUI menggelar acara doa untuk keselamatan dunia. Acara ini dirangkaikan dengan Rapat Pleno dan Ramadhan Berbagi KPRK MUI.
Rangkaian acara ini dilaksanakan di Masjid As-Sakinah Nusantara, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).
Ketua MUI Bidang PRK, Dr Siti Ma'rifah, mengatakan doa untuk kedamaian dunia ini sebagai ikhtiar insaniyah dan ilahiyat.
"Kita tahu eskalasi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja, karena ada ancaman perang dan kekerasan yang terjadi. Untuk political diplomacy-nya sudah dilakukan oleh pemerintah Indonesia agar menjadi juru penengah agar mendamaikan situasi," kata dia.
Siti Ma'rifah menambahkan, acara doa untuk kedamaian dunia ini dimaksudkan agar upaya yang dilakukan pemerintah sebagai juru damai dunia bisa berjalan dengan baik.
"Karena sebagaimana kita ketahui, kita memiliki fungsi sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shadiqul hukumah (mitra pemerintah). Sebagai mitra pemerintah, kita membantu juga di dalam program-program yang orientasinya perdamaian, tapi juga kita mendoakan hari ini," kata dia.
Puteri Wakil Presiden ke-13 RI ini mengatakan, di 10 hari terakhir Ramadhan ini Komisi PRK MUI berusaha bukan hanya mewujudkan kesalahan individu, tetapi juga mewujudkan kesalahan sosial dengan berbagi.
Baca juga: MUI Terbitkan 7 Tausiyah Respons Situasi Geopolitik Dunia dan Eskalasi Timur Tengah
Siti Ma'rifah menegaskan, ketiga rangkaian ini dilaksanakan sebagai bentuk perkhidmatan KPRK MUI kepada umat, bangsa dan negara.
Dia mengungkapkan, kegiatan ini bisa terlaksana atas kerja sama KPRK MUI dengan Rumah Zakat dan Daging Nusantara untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. Bantuan tersebut akan diberikan kepada masyarakat melalui Pengurus KPRK MUI.
"Tentu ini kita harus laksanakan fungsi dakwah bil hal, selain dakwah bil lisan," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi PRK MUI Hj Ariyana Wahidah mengungkapkan, Rapat Pleno KPRK MUI digelar untuk membahas realisasi program yang sudah dirumuskan dan disahkan dalam forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I MUI.
Ariyan menegaskan, rapat pleno ini sifatnya teknis program, tidak lagi merumuskan program. Dia menekankan, pembahasan ini juga sesuai dengan prinsip _International Organization for Standardization_ (ISO).
Baca juga: Mungkinkah Perang di Iran tanpa Akhir?
"Apa yang sudah kita tulis, itu yang kita laksanakan. Apa yang kita laksanakan sesuai dengan apa yang kita tulis. Itu prinsip ISO," kata Ariyana.
Ariyana menerangkan, dalam prinsip ISO terdapat sebuah poin jika melaksanakan program kerja yang sesuai dengan apa yang direncanakan. Dia mengatakan rapat pleno sesuai dengan prinsip ISO harus dilaksanakan satu kali dalam satu bulan.
"Rapat pleno ini harus dilaksanakan untuk pimpinan dalam rapat sebulan sekali. Sekalian kita kolaborasikan dengan acara Ramadhan Berbagi, Doa untuk Kedamaian Dunia," lanjutnya.
Dalam rapat pleno ini, Komisi PRK MUI juga melakukan koordinasi kepada para pengurus mengenai pembagian di sub komisi.
Selain itu, membahas mengenai implementasi dua program prioritas dan empat program non prioritas KPRK MUI. Ariyana mendorong adanya sinergi dengan para mitra untuk mendukung program kerja KPRK MUI.
Dia meminta kepada pengurus KPRK MUI yang telah dibagi ke setiap sub komisi untuk menjalin komunikasi dengan para mitra. Terutama dalam mempersiapkan program prioritas KPRK MUI yaitu Kongres Muslimah yang akan diadakan pada akhir tahun.
"Kongres Muslimah akan diadakan akhir tahun, pekerjaan besar dan anggaran besar. Program prioritas dan non berkomunikasi dengan calon mitra. Kalau sudah, tinggal komunikasikan mengenai persuratan, perlu ada audiensi atau tidak," tegasnya.