Wapres RI KH Maruf Amin Dijadwalkan Buka Sidang Tahunan Ekonomi Umat KPEU MUI 2023
Junaidi
Penulis
Hal ini disampaikan oleh Ketua Organizing Committe (OC) Sidang Tahunan Ekonomi Umat 2023, KH Yunus Rozak dalam keterangan yang diterima MUIDigital, Senin (30/10/2023).
"(InsyaAllah) akan dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin," kata dia.
Kegiatan yang akan berlangsung pada 2-4 November 2023 di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur ini mengangkat tema: Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Indonesia.
Kiai Yunus menyampaikan, tema ini diangkat karena diharapkan dapat menciptakan alternatif aneka pangan dan sistem perekonomian nasional yang adil, merata dan mandiri khususnya bagi UMKM.
"Sidang Tahunan Ekonomi Umat ini berangkat dari bagaimana ketahanan pangan Indonesia dan antisipasi perubahan iklim. Juga bagaimana kemandirian UMKM pasca Pandemi Covid-19," jelasnya.
Selain itu, kata Kiai Yunus, dalam kegiatan ini akan menggagas adanya budaya taawun. Budaya tersebut yakni saling sinergi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam pemanfaatan zakat, infaq, shodaqoh, dan wakaf.
"Gagasan penting lainnya dalam Sidang Tahunan Ekonomi Umat ini yaitu memperkuat sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi berbasis digital, inovasi, dan kewirausahaan," ungkapnya.
Hal itu, kata dia, akan diwujudkan melalui rencana pembuatan jaringan closelop market pada komunitas UMKM salah satunya menyasar kalangan pesantren.
"Sidang Tahunan Ekonomi Umat ini juga berupaya mengkritisi penguasaan pihak tertentu atas kepemilikan modal yang menyangkut hajat hidup orang banyak," paparnya.
Apalagi, Kiai Yunus melihat sistem perundang-undangan di Indonesia ini masih membuka seluas-luasnya pada partisipasi asing dalam hal ekonomi yang tanpa adanya kendali.
Menurutnya, salah satu solusi dalam persoalan tersebut dengan memperkuat lembaga keuangan syariah, _Affirmative Action Policy_ oleh Pemerintah RI.
Selain itu, membuat Komnas Penguatan Ekonomi Umat, fatwa penguatan ekonomi umat dan lain-lain. "Penguatan Sektor UMKM berlandaskan halal dan thoyib akan diberi porsi besar dalam sidang tahunan ini," tambahnya.
Kiai Yunus menjelaskan, hal ini karena UMKM relatif lebih tahan terhadap krisis ekonomi dan mampu menyerap tenaga kerja hampir 97 persen dari total pekerja di Indonesia. Tetapi, menurut data dari Bank Indonesia 2015, baru 30 persen UMKM yang mampu mengakses pembiayaan.
"Sidang Tahunan Ekonomi Umat tersebut juga akan berupaya menggerakkan ekonomi umat melalui koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah, menjadi berbasis syariah dan menjadi pelaku utama perekonomian nasional," pungkasnya.
(Sadam/Angga)