Ketua Musyrif Diny: Melayani Jamaah Haji adalah Kemuliaan bagi Kami
Sadam Al Ghifari
Penulis
Muhammad Fakhruddin
Editor
Makkah, MUI Digital-Jajaran petugas haji terus mematangkan kesiapan menjelang fase paling krusial dalam rangkaian ibadah haji, yakni operasional di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Komitmen ini ditegaskan kembali dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor yang digelar di Daerah Kerja (Daker) Makkah.
Ketua Musyrif Diny 2026, KH M Cholil Nafis menyampaikan rasa syukur atas perkembangan signifikan dari seluruh lini persiapan. Menurutnya, koordinasi yang solid antarsektor menjadi kunci utama kelancaran pelayanan bagi jamaah.
"Walhamdulillah, semua persiapan sudah hampir tuntas," ujar Kiai Cholil Nafis usai menghadiri rakor lintas sektor tersebut di Makkah, Arab Saudi, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: 3 Tipe Jamaah Haji Menurut Kiai Cholil: Dari Tukang Pamer hingga yang Bangun Peradaban
Wakil Ketua Umum MUI ini berharap, dengan matangnya persiapan teknis maupun non-teknis ini, fase puncak haji dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Kelancaran fasilitas dan pengawalan dari petugas diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi jemaah dalam beribadah.
"Mudah-mudahan pelaksanaannya berjalan sukses, sehingga pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, sempurna rukun, wajib, dan sunnahnya, serta mendapat haji mabrur," kata Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat.
Lebih lanjut, Kiai Cholil juga memberikan motivasi mendalam bagi seluruh petugas yang terlibat dalam operasional haji tahun ini. Ia mengingatkan bahwa dedikasi, tenaga, dan waktu yang dicurahkan untuk mengawal jutaan jemaah di Tanah Suci bukan sekadar tugas profesi atau birokrasi, melainkan sebuah kehormatan spiritual yang besar.
Baca juga: Kiai Cholil: Tupoksi Musyrif Diny Ikut Serta Tentukan Kebijakan Sesuai Syariah Ibadah Haji
"Melayani jamaah haji itu kemuliaan bagi kami," tegasnya.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju hari Tarwiyah dan wukuf di Arafah, Kiai Cholil menyampaikan bahwa seluruh sektor di Daker Makkah kini melakukan finalisasi mitigasi.
Mulai dari skema pergerakan transportasi bus shalawat, kesiapan tenda, fasilitas katering, hingga layanan pos kesehatan di Armuzna demi menyambut dan melayani tamu-tamu Allah.
Hadir dalam rapat ini Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Penasehat Khusus Presiden untuk Urusan Haji Muhadjir Effendy dan Sekretaris Jenderal Kementerian Haji dan Umrah Teguh Dwi Nugroho serta sejumlah tokoh lainnya.