Mukernas III MUI Soroti Serius Isu Kemanusiaan dan Konflik Dunia
Junaidi
Penulis
Dalam Rapat Pleno yang dilaksanakan Sabtu (02/12/2023), MUI mengambil tajuk "Kemanusiaan di Tengah Krisis dan Konflik Dunia”.
Guru Besar Bidang HAM dan Gender Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga, Prof. Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin menyampaikan secara teologis agama membawa kebaikan pada manusia. Kata dia, tidak ada agama yang menganjurkan untuk melakukan penghancuran.
"Beda lagi ketika agama dilihat secara sosio politik, kita butuh bukti history. Sebab, agama kerap digunakan untuk tameng pelanggaran kemanusiaan," beber Prof. Siti saat menjadi pembicara.
Menurut dia, pentingnya menjaga kemanusiaan selaras dengan menjaga manusia itu sendiri. Terlebih melihat banyaknya peristiwa pelanggaran terhadap kemanusiaan dalam skala nasional maupun internasional, seperti persoalan Palestina.
Selaras dengan pernyataan Prof. Siti, dalam forum yang sama, turut hadir pula Ketua Presidium MER-C, Dr. Sarbini Abdul Murod yang menyebut situasi di Gaza menjadi misi kemanusiaan yang berat untuk diemban.
Sarbini menambahkan bahwa genosida yang diluncurkan Israel telah melahirkan banyak kerusakan bagi Palestina. Sudah semestinya dunia Internasional memberikan perhatiannya terhadap persoalan ini.
Merespons hal tersebut, Ketua Baznas Prof Noor Ahmad menyampaikan MUI telah menyumbangkan sejumlah dana untuk masyarakat Palestina. Nantinya dana yang terkumpul akan digunakan memperbaiki Rumah Sakit Indonesia yang diserang Israel.