Lewati ke konten utama
Rabu, 16 September 2026 / 4 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
7d0a5e3a-beba-4be9-9bfb-fb51e737b1d0
Berita

Expo UMKM Haji dan Umrah 2026, Kemenhaj Bidik 300 Tenant dan 10 Ribu Pengunjung

Expo UMKM Haji dan Umrah 2026, Kemenhaj Bidik 300 Tenant dan 10 Ribu Pengunjung

/ 4 Rabiul Akhir 1448 H 3 menit baca 418 dibaca

MADIUN, MUI.OR.ID— Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mendorong Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 menjadi ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah. Expo yang akan digelar di Madiun ini menargetkan sekitar 300 tenant dan hampir 10 ribu pengunjung.

Kepala Subdirektorat Fasilitasi Kemitraan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Suviyanto, mengatakan expo tersebut memiliki potensi besar karena mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, mitra penyelenggara, serta masyarakat dalam satu ekosistem.

“Expo ini bukan hanya menjadi ruang pertemuan, tetapi juga momentum untuk membangun kolaborasi dan memperkuat ekosistem ekonomi yang tumbuh dari penyelenggaraan haji dan umrah. Karena itu, persiapannya perlu dilakukan bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas,” ujar Suviyanto dalam Rapat Teknis Persiapan Expo UMKM & Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Balai Kota Madiun, Selasa (15/9/2026).

Expo tersebut akan digelar bersamaan dengan agenda Kick Off Manasik Haji Akbar 2026. Agenda ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan manasik bagi jemaah haji yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1448 H/2027 M serta masyarakat yang ingin memperdalam ilmu manasik haji.

Kick Off Manasik Haji Akbar 2026 akan menghadirkan 15 ribu jemaah secara langsung serta 150 ribu jemaah dari seluruh wilayah Indonesia secara daring.

Menurut Suviyanto, antusiasme pelaku usaha terhadap penyelenggaraan expo cukup tinggi. Panitia memproyeksikan sekitar 300 tenant akan berpartisipasi. Hingga tahap persiapan saat ini, sekitar 260 tenant telah tercatat.

Sementara itu, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai hampir 10 ribu orang. Potensi tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan berbagai produk dan layanan yang mendukung kebutuhan jemaah haji dan umrah.

“Dengan jumlah tenant dan pengunjung yang cukup besar, kita ingin expo ini benar-benar memberikan nilai tambah. Bukan hanya bagi penyelenggara kegiatan, tetapi terutama bagi pelaku usaha yang menjadi bagian dari ekosistem haji dan umrah,” katanya.

Jawa Timur Miliki Potensi Besar

Suviyanto menjelaskan, Kemenhaj memilih Jawa Timur sebagai salah satu lokasi strategis penyelenggaraan expo karena provinsi tersebut memiliki jumlah jemaah haji yang besar. Selain itu, Kota Madiun merupakan salah satu sentra perdagangan dan bisnis di Jawa Timur.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar untuk mengembangkan ekosistem ekonomi haji dan umrah.

“Jawa Timur memiliki basis jemaah yang sangat besar. Ini menjadi kekuatan yang perlu kita hubungkan dengan pelaku usaha dan UMKM agar aktivitas haji dan umrah juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” jelas Suviyanto.

Kemenhaj, lanjutnya, ingin mendorong produk UMKM yang terlibat dalam ekosistem haji dan umrah agar tidak berhenti di pasar lokal. Produk yang memiliki kualitas dan daya saing diharapkan mampu berkembang ke pasar nasional hingga menembus pasar internasional.

“Harapannya UMKM kita bisa naik kelas. Dari yang awalnya bermain di tingkat daerah, kemudian mampu masuk ke pasar nasional, bahkan kalau memungkinkan menjadi bagian dari rantai ekonomi haji dan umrah di tingkat internasional,” ujarnya.

Kemenhaj juga mendorong pengembangan model expo serupa di sejumlah wilayah lain. Dalam rencana awal, kegiatan tersebut berpeluang digelar antara lain di Yogyakarta, wilayah Sulawesi, dan Padang.

Suviyanto berharap penyelenggara kegiatan, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan membangun pola kolaborasi yang kuat sejak tahap perencanaan.

“Penyelenggaraan kegiatan sebesar ini tidak mungkin berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, pemerintah daerah, pelaku usaha, penyelenggara acara, komunitas, dan seluruh unsur yang memiliki keterkaitan dengan pelayanan haji dan umrah,” tegasnya.

Kolaborasi tersebut semakin penting karena ekosistem haji dan umrah Indonesia memiliki skala yang besar. Basis jemaah yang luas membutuhkan koordinasi dan kesinambungan program dari tingkat pusat hingga daerah untuk mengembangkan sektor ekonomi pendukung.

“Yang ingin kita bangun adalah ekosistem. Ketika semua pihak bergerak bersama, kegiatan seperti expo tidak berhenti menjadi sebuah event, tetapi dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kemitraan dan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Suviyanto. 

slot gacorhttps://kencang77-on.com/https://kencang77.net/
BAGIKAN: