At-Tahrim ayat 6, Pentingnya Menjaga Ketahanan Keluarga, dan Kehadiran Negara
Junaidi
Penulis
JAKARTA— Keluarga merupakan bagian terpenting dalam membangun suatu peradaban. Keberadaan keluarga menjadi bagian unsur terkecil dalam keberlanjutan suatu bangsa. Berhasil tidaknya regenarasi suatu bangsa ditentukan oleh baik tidaknya Pendidikan yang dihasilkan dalam keluarga.
Meski demikian, proses dalam keluarga kadang berjalan tidak mudah. Kehidupan berkeluarga tentu tidak terlepas dari sejumlah tantangan. Terkadang dijumpai sejumlah permasalahan yang menghantam ketahanan keluarga sehingga tidak jarang menimbulkan kekerasan, perceraian, hingga pembunuhan di mana pelaku dan korbannya bagian dari anggota keluarga itu sendiri.
Inilah mengapa Alquran menekankan pentingnya memelihara keluarga dari perkara-perkara yang mengancam ketahanannya dalam bentuk bentuk apapun.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS at-Tahrim ayat 6).
Saat ini, kita dihadapkan pada rapuhnya ketahanan keluarga yang berakhir pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tidak jarang, anak-anak menjadi korban—kekerasan, kerusakan mental, hingga pembunuhan—akibat problem orang tua yang tidak berkesudahan. Kerapuhan itu akan terus menjadi memori negatif dalam perkembangan anak di masa depan.