Mendorong Ekonomi Syariah Sebagai Arus Utama Ekonomi Nasional
Oleh: Dr Eko Setiobudi SE ME, anggota Komisi Infokomdigi MUI
Jakarta, MUI Digital-Rosan Roeslani resmi terpilih sebagai Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan Ferry Juliantono ditetapkan sebagai Ketua Harian MES. Agenda pemilihan tersebut, menjadi salah satu agenda dalam Munas VII MES, 13 Januari 2026 lalu.
Selain mengantarkan wajah baru, terpilihnya Rosan dan Ferry tentunya juga membawa harapan baru bagi penguatan MES secara khusus dan perbaikan ekonomi nasional secara umum. Harapan ini tentunya tidak berlebihan.
Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, wajar jika kita berharap ekonomi Syariah memiliki kontribusi yang besar bagi pembangunan nasional dan dunia, khususnya disektor ekonomi dengan pendekatan dan prinsip-prinsip yang berbasis Syariah Islam.
Terlepas dari itu, dalam Laporan State of the Global Syariah Economy (SGIE) Report 2024/2025, menempatkan posisi Indonesia dalam peringkat ke-3 secara global, dengan skor Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 99,9 atau meningkat sebesar 19,8 poin jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Berdasarkan sektor kontribusi, Indonesia menunjukkan kinerja terbaik jika dibandingkan dengan negara-negara muslim lainnya. Sebut saja sektor fashion yang menempati peringkat 1, sektor pariwisata ramah muslim menempati peringkat 2, dan sektor kosmetik dan farmasi halal menempati peringkat 2, sektor makanan halal menempati peringkat 4, sektor keuangan syariah menempati peringkat 6 dan sektor media rekreasi menempati peringat 7.
Yang cukup mengejutkan adalah realisasi investasi halal, yang mencatatkan nilai sebesar sebesar 1,6 miliar dolar AS dari 40 transaksi. Angka tersebut melampaui Uni Emirat Arab yang berada di posisi kedua dengan investasi sebesar 1,53 miliar dolar AS.
Angka-angka tersebut memang cukup mengembirakan, sekaligus menjadi indikator adanya kinerja positif di bidang ekonomi syariah di Indonesia. Meskipun demikian, dinamika geopolitik dan geoekonomi global masih diliputi aspek ketidakpastian.