Apa Saja Jenis Kencing Manis dan Gejalanya? Ini Penjelasan Lembaga kesehatan MUI
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID— Kasus diabetes di Indonesia terus meningkat secara signifikan, termasuk menyasar kepada kelompok usia muda.
Peningkatan kasus kencing manis ini membuat para ahli menyebut Indonesia berada dalam kondisi 'darurat gula'.
Namun, apa saja jenis-jenis penyakit diabetes dan karakteristiknya?
Wakil Ketua Lembaga Kesehatan MUI Dr dr Bayu Wahyudi mengungkapkan beberapa jenis dan karakter penyakit diabetes berdasarkan hasil penelitian medis.
Dokter Bayu menjelaskan, jenis diabates yang pertama disebut sebagai diabetes tipe 1. Jenis ini merupakan penyakit autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel beta pankreas yang memproduksi insulin.
"Diabetes tipe 1 umumnya terjadi pada anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Penderitanya sangat bergantung pada terapi insulin seumur hidup untuk mengendalikan gula darah," kata Dokter Bayu kepada MUIDigital, Kamis (23/10/2025).
Jenis kedua yakni diabetes tipe 2. Dokter Bayu menjelaskan diabetes tipe 2 ini adalah jenis diabetes paling umum yang mencakup sekitar 95 persen dari semua kasus diabetes.
Dia menerangkan diabetes tipe 2 ini terjadi akibat resistensi insulin, di mana sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Faktor risiko utama terpapar diabetes tipe 2 ini adalah gaya hidup sedentari (kurangnya aktivitas fisik), obesitas, dan pertambahan usia.
"Diabetes gestasional terjadi selama kehamilan karena perubahan hormonal yang menyebabkan resistensi insulin. Biasanya
bersifat sementara, tetapi dapat meningkatkan risiko berkembang menjadi diabetes tipe 2 di kemudiaan hari," ungkapnya.
Lebih lanjut, dokter Bayu mengungkapkan jenis diabetes selanjutnya adalah tipe 3. Menurutnya, tipe ini relatif baru yang mengacu pada hubungan antara diabetes dan penyakit alzheimer (gangguan otak degeneratif yang progresif).
"Penelitian menunjukkan bahwa resistensi insulin di otak dapat berkontribusi pada penurunan kognitif dan neurodegenerasi," jelasnya.
Dia mengingatkan kasus diabetes, khususnya pada anak-anak di Indonesia, menunjukkan tren kenaikan yang sangat mengkhawatirkan dalam beberapa tahun terakhir.
Dokter Bayu berpesan kepada masyarakat untuk menghindari pola makan tinggi gula, minuman berpemanis, dan gaya hidup sedentari yang menjadi kontributor utama penyebab tingginya kasus diabetes di Indonesia.
"Diabetes tipe 2 yang sebelumnya jarang ditemukan pada anak, kini semakin sering terdiagnosa, seiring dengan meningkatnya angka obesitas anak di Indonesia," tuturnya. (Sadam, ed: Muhammad Fakhrudin)