Lewati ke konten utama
Sabtu, 19 September 2026 / 7 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Bootcamp Mualaf Muharrik
Pembukaan Bootcamp Mualaf Muharrik 2026 di Aula Buya Hamka Kantor MUI, Jakarta, Pusat. Foto: Latifahtul Jannah/ MUI Digital
Berita

Tindaklanjuti Bootcamp Mualaf Muharrik, LP2M MUI Siapkan Program Berkelanjutan

Tindaklanjuti Bootcamp Mualaf Muharrik, LP2M MUI Siapkan Program Berkelanjutan

/ 7 Rabiul Akhir 1448 H 4 menit baca 94 dibaca

Jakarta, MUI Digital —  Tindak lanjut Bootcamp Mualaf Muharrik (BMM) 2026 yang digelar Lembaga Pembinaan dan Pemberdayaan Mualaf (LP2M) MUI diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir pada 20 September 2026. 

LP2M MUI bersama panitia berkomitmen mempertemukan peserta dengan berbagai jaringan yang dapat mendukung keberlanjutan gerakan mereka di daerah masing-masing.

“Kami dari panitia dan LP2M berkomitmen kegiatan ini tidak boleh berhenti sampai tanggal 20. Harapannya, teman-teman yang hari ini menjadi peserta dapat dipertemukan dengan berbagai jaringan yang nantinya memperluas dan memberikan dampak lebih besar lagi,” kata Ketua Panitia Bootcamp Muharrik Mualaf 2026, Fira Mubayyinah, dalam pembukaan BMM 2026, Jumat (18/9/2026).

Sebagai bagian dari tindak lanjut tersebut, Fira menyampaikan peserta nantinya akan dipertemukan dengan para penyuluh dari Kementerian Agama. Pertemuan itu diharapkan dapat menjadi ruang bagi peserta untuk terus bergerak dan melanjutkan agenda yang memberikan dampak lebih luas bagi komunitas mualaf.

“Tadi malam kami mendapat arahan dari pengurus LP2M bahwa teman-teman peserta ini nantinya juga akan kita pertemukan dengan para penyuluh dari Kementerian Agama untuk terus bergerak dan melanjutkan beberapa agenda yang memberikan dampak lebih besar lagi,” kata dia.

Selain membangun jejaring, Fira menekankan bahwa peserta BMM 2026 merupakan orang-orang yang telah melewati proses seleksi sebelum mengikuti kegiatan. Menurutnya, terdapat penyaringan, kualifikasi, serta proses verifikasi yang dilakukan panitia secara disiplin dan ketat.

“Kegiatan ini bukan asal dilaksanakan. Bapak-Ibu sampai pada posisi sebagai peserta karena telah melalui penyaringan dan kualifikasi yang diverifikasi secara disiplin dan ketat oleh panitia,” ujarnya.

Atas dasar itu, para peserta diminta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara serius dan disiplin, baik dari sisi waktu maupun materi. Mereka juga akan menandatangani fakta integritas sebagai bentuk komitmen untuk mengikuti kegiatan hingga selesai.

Fira berharap komitmen tersebut tidak berhenti pada keikutsertaan selama tiga hari. Para peserta diharapkan dapat menerapkan hal-hal yang diperoleh selama BMM dan melanjutkan kerja bersama setelah kegiatan berakhir.

“Mohon Bapak-Ibu tidak hanya disiplin waktu, tetapi juga mengikuti materi secara serius, menandatangani fakta integritas, dan melaksanakan apa yang bisa kita lakukan bersama setelah kegiatan ini selesai,” katanya.

Antusias 

Antusiasme peserta terhadap BMM 2026 melampaui target awal. Kegiatan yang semula dirancang untuk peserta dari wilayah Jabodetabek itu ternyata diikuti mualaf dari berbagai daerah, termasuk dari luar Jawa.

Bootcamp Muharrik Mualaf 2026 mengusung tema “Dari Mualaf Menjadi Muharrik, Berdaya untuk Kemaslahatan” yang berlangsung pada 18–20 September 2026 di Villa Bukit Pinus, Caringin, Bogor, Jawa Barat.

Fira mengatakan sebanyak 43 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, dengan peserta berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan luar Jawa.

“Sedianya akan kita desain hanya dari Jabodetabek, ternyata antusiasmenya sangat luar biasa. Hari ini yang hadir bersama kita berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan ada yang dari luar Jawa,” ujar Fira.  

Menurut Fira, antusiasme tersebut tidak hanya terlihat dari meluasnya asal daerah peserta, tetapi juga dari kesungguhan mereka untuk hadir tepat waktu. Ia mengatakan ketika tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB, sejumlah peserta sudah lebih dahulu berada di lokasi.

“Tadi saya datang pukul 07.00 WIB, Buya, dan peserta sudah sangat banyak. Ini menandakan komitmen dan keinginan yang sangat besar untuk mengikuti kegiatan Bootcamp Muharrik Mualaf ini,” katanya.

Fira menjelaskan, BMM tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keimanan para mualaf. Kegiatan tersebut juga dirancang untuk memperluas jaringan antarmualaf sehingga peserta dapat saling terhubung dan berperan lebih jauh di tengah komunitas.

“Kegiatan ini tentu bertujuan tidak hanya meningkatkan keimanan, tetapi juga memperluas jaringan antarmualaf," tutur dia. 

"Setelah menjadi mualaf, kita berharap mereka tidak hanya menjadi mualaf, tetapi juga berperan sebagai penggerak dan memberikan dampak yang lebih luas kepada komunitas mualaf,” tuturnya menambahkan.

Karena itu, kehadiran peserta dari berbagai daerah hingga luar Jawa menjadi bagian penting dari upaya membangun jaringan antarmualaf yang lebih luas. Fira berharap pertemuan selama BMM dapat menjadi awal dari kerja bersama yang terus berlanjut setelah kegiatan selesai.

https://kencang77-on.com/https://kencang77.net/
BAGIKAN: