Lewati ke konten utama
Jumat, 18 September 2026 / 6 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Masjid kuno Saudi
Situs masjid kuno ditemukan di Al Mamala Arab Saudi. Foto: Istimewa
Berita

Masjid Berusia 1.300 Tahun dengan Prasasti Islam Awal Ditemukan di Arab Saudi

Masjid Berusia 1.300 Tahun dengan Prasasti Islam Awal Ditemukan di Arab Saudi

/ 6 Rabiul Akhir 1448 H 4 menit baca 342 dibaca

JAKARTA, MUI Digital — Para arkeolog menemukan sebuah masjid yang diperkirakan berusia lebih dari 1.300 tahun di situs Al-Ma'mala, wilayah Al-Baha, Arab Saudi. Bangunan tersebut diperkirakan berasal dari abad pertama Hijriyah atau sekitar abad ketujuh hingga awal abad kedelapan Masehi.

Dikutip MUI Digital dari Arkeonews, Jumat (18/9/2026), penemuan tersebut diumumkan setelah musim penggalian keempat di situs Al-Ma'mala, yang berada di dekat Al-Aqiq. 

Komisi Warisan Arab Saudi menyebut temuan masjid tersebut menjadi bagian penting dalam mengungkap kehidupan masyarakat dan perkembangan arsitektur Islam pada periode awal di Semenanjung Arab.

Masjid tersebut dibangun menggunakan blok-blok granit yang dipahat dengan cermat. Bangunannya berukuran sekitar 16 meter dari utara ke selatan dan 10 meter dari timur ke barat.

Jejak plester gipsum yang masih ditemukan menunjukkan bahwa sebagian interior masjid pernah dilapisi permukaan yang dipoles.

Di dalam bangunan, para arkeolog menemukan mihrab yang menunjukkan arah kiblat serta tiga pintu masuk yang berada di sisi timur, barat, dan selatan. Di bagian tenggara kompleks juga ditemukan struktur berbentuk persegi yang ditafsirkan sebagai menara.

Selain bangunan utama, terdapat delapan ruangan yang berdekatan dengan masjid. Sejumlah temuan berupa fasilitas penyimpanan, tempat air, dan struktur pendukung menunjukkan bahwa masjid tersebut kemungkinan menjadi bagian dari permukiman yang lebih luas, bukan bangunan yang berdiri sendiri.

Salah satu temuan paling penting adalah sejumlah prasasti Arab yang ditemukan pada batu-batu di bagian dalam dan dinding luar masjid. Prasasti tersebut memuat doa-doa keagamaan dan teks yang berkaitan dengan Alquran.

Salah satu prasasti yang ditemukan pada dinding kiblat berisi doa yang memohon keberkahan bagi Muhammad ibn Abdullah.

Temuan tersebut memberikan gambaran mengenai penggunaan bahasa dan ekspresi keagamaan masyarakat yang hidup di kawasan tersebut pada periode awal Islam.

Keberadaan prasasti, mihrab, dan unsur arsitektur lainnya sekaligus memperkuat identifikasi bangunan tersebut sebagai masjid.

Temuan itu juga memberikan informasi mengenai kehidupan keagamaan masyarakat yang tinggal di Al-Ma'mala pada masa awal perkembangan Islam.

Al-Ma'mala sendiri bukan hanya merupakan kawasan keagamaan. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa permukiman tersebut berkembang sebagai kawasan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan dan pengolahan sumber daya mineral, termasuk emas, perak, dan tembaga.


Penggalian sebelumnya menemukan berbagai instalasi dan peralatan yang berkaitan dengan kegiatan pertambangan, selain bangunan tempat tinggal serta fasilitas produksi kerajinan.

Analisis terhadap sejumlah sampel dari penggalian sebelumnya menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum periode Islam dan mengalami peningkatan intensitas antara akhir abad keenam hingga abad kesembilan Masehi.

Kondisi tersebut menempatkan Al-Ma'mala dalam konteks sejarah yang menarik karena masyarakat di kawasan tersebut mengalami masa transisi dari periode sebelum Islam menuju berkembangnya masyarakat Islam awal.

Aktivitas pertambangan diperkirakan menarik para penambang, pengrajin logam, pedagang, dan pekerja lainnya. Temuan berupa tembikar, pecahan bejana batu sabun, alu, batu penggiling, serta berbagai benda domestik menunjukkan adanya kehidupan masyarakat yang cukup kompleks.

Dalam konteks tersebut, keberadaan masjid memberikan gambaran bahwa aktivitas keagamaan berkembang berdampingan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Masjid menjadi bagian dari kehidupan sebuah komunitas yang tidak hanya menjalankan aktivitas ibadah, tetapi juga bekerja, berdagang, dan mengolah sumber daya alam.

Dekat jalur perdagangan 

Secara geografis, Al-Ma'mala berada sekitar 13 kilometer sebelah timur Al-Aqiq dan sekitar 45 kilometer dari Al-Baha. Situs tersebut juga berada dekat dengan jalur kuno yang dikenal sebagai Darb Al-Feel atau Jalan Gajah.

Jalur tersebut menghubungkan wilayah Arab bagian selatan dengan kawasan di sebelah utara dan kemudian menjadi bagian dari jaringan perjalanan yang digunakan oleh para pelancong dan peziarah pada periode Islam.

Posisi tersebut turut memberikan konteks terhadap perkembangan Al-Ma'mala sebagai permukiman yang menjadi tempat produksi, perdagangan, tempat tinggal, sekaligus tempat ibadah.

Komisi Warisan Saudi menyatakan penelitian arkeologi di Al-Ma'mala akan terus dilakukan sebagai bagian dari program dokumentasi dan perlindungan peninggalan arkeologi di berbagai wilayah Arab Saudi.

Penggalian berikutnya diharapkan dapat memberikan informasi lebih jauh mengenai waktu pembangunan masjid, lamanya bangunan tersebut digunakan, serta perubahan fungsi dan perannya seiring perkembangan aktivitas ekonomi dan pertambangan di Al-Ma'mala.  

https://kencang77-on.com/https://kencang77.net/
BAGIKAN: