Saling Bersilaturahim, MUI dan Kedubes Arab Saudi Sepakat Perkuat Ukhuwah, Serukan Perdamaian
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Majelis Ulama Indonesia (MUI) memenuhi undangan Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi untuk Indonesia untuk bersilaturahim. Pertemuan ini juga membahas kondisi geopolitik terkini di Timur Tengah.
Pertemuan MUI dengan Kedubes Arab Saudi untuk Indonesia dipimpin Ketua Umum MUI KH M Anwar Iskandar dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi.
Seusai pertemuan, Ketua Umum MUI KH M Anwar Iskandar mengungkapkan, MUI bersama Kedubes Arab Saudi sepakat untuk menekankan pentingnya ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim).
Selain itu, pertemuan ini juga menekankan pentingnya untuk menjaga Tanah Suci. Ulama kharismatik asal Kediri, Jawa Timur ini menjelaskan bahwa menjaga Tanah Suci merupakan amanah penting dari Allah SWT.
"Selanjutnya mengenai hal-hal yang berhubungan geopolitik yang terjadi, terutama di Timur Tengah, kami berpendapat kedaulatan negara tidak boleh direbut kedaulatannya dengan negara lain," kata Kiai Anwar di kediaman Dubes Arab Saudi, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026) malam.
Menurutnya, hal ini merupakan prinsip mendasar dalam ajaran agama untuk tidak melakukan penyerangan kepada negara lain.
Apalagi, dalam penyerangan itu tidak ada hubungannya dengan pangkalan militer, menyasar perempuan, anak-anak maupun fasilitas umum.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien, Kediri, Jawa Timur ini menyampaikan terimakasih kepada Kedubes Arab Saudi yang telah mengundang MUI untuk berdiskusi dan bersilaturahim.
Baca juga: Kiai Anwar: Persatuan Fondasi Kemajuan Bangsa
MUI menegaskan bahwa prinsip yang dipegang MUI mengenai kondisi geopolitik, terutama yang terjadi di Timur Tengah, untuk menghentikan perang kepada semua pihak.
"Karena perang itu gak ada kemaslahatannya dalam bidang ekonomi, politik maupun lainnya. Karena prinsip kami setop peperangan," ujarnya.
Sementara itu, Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi menyampaikan rasa syukurnya bisa bersilaturahim dengan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar beserta jajaran Dewan Pimpinan MUI.
Faishal juga menyampaikan rasa syukurnya bisa saling bertukar pikiran dan pandangan mengenai kondisi geopilitik di kawasan Timur Tengah.
Dubes Arab Saudi mengapresiasi MUI yang telah menyerukan perdamaian. Menurutnya, seruan ini akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian dan perdamaian global.
"Sikap ini akan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian dan perdamaian global secara umum. Apresiasi dan terimakasih kepada Ketua Umum MUI dan Wakil Ketua Umum MUI atas sumbangsih dan kontribusinya," ujarnya.
Hadir dalam kesempatan ini Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis, Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum MUI H Misbahul Ulum, dan Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Ni'am Sholeh.
Hadir pula, Ketua MUI Bidang PRK Dr Siti Ma'rifah, Ketua MUI Bidang Ekonomi Syariah KH Sholahuddin Al Aiyub, Ketua MUI Bidang Dakwah KH Abdul Manan Ghani, Ketua MUI Bidang Ekonomi M Azrul Tanjung, Ketua MUI Bidang Infokomdigi KH Masduki Baidlowi, Ketua MUI Bidang Fatwa Metodelogi Buya Gusrizal Gazahar, dan Ketua MUI Bidang Filantropi Prof Noor Achmad.
Turut hadir, Bendahara MUI Trisna Ningsih Yuliati Djuwaeli, Wasekjen MUI Bidang Filantropi Rahmat Hidayat, Wasekjen MUI Bidang Halal H Rofiqul Umam Ahmad, dan Wasekjen MUI Bidang Penanggulangan Bencana KH Mabroer MS.
Selain itu juga Wasekjen MUI Bidang Pesantren KH Chaerul Saleh, Wasekjen MUI Bidang Ukhuwah Syamsul Qomar, Wasekjen Bidang Seni Budaya Erick Yusuf, Wasekjen MUI Bidang Ekonomi Hazuarli Halim, Wasekjen MUI Bidang Dakwah KH Arif Fahruddin, Wasekjen MUI Bidang Infokomdigi Dr Asrori S Karni, dan Wasekjen MUI Bidang Fatwa Metodelogi H Muhammad Ziyad.